JUGUN IANFU : PEKERJA PAKSA SEKS ZAMAN JEPANG

 

Image

Kedatangan Jepang di Asia Tenggara terutama di Indonesia disambut gembira, bahkan dianggap sebagai “Saudara Tua”. Hal ini Indonesia merasa Jepang akan membantu dalam menyelesaikan sengketa dengan pihak Hindia Belanda tentang Kedaulatan Negara Indonesia. Tetapi di luar dugaan setelah menyerang Belanda dan diakhiri dengan penyerahan tanpa syarat oleh pihak Pemerintah Belanda  tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati dari Panglima Perang Hindia Belanda Jenderal Teer Poorten kepada H. Immamura.
Di samping ingin mengeksploitasi ekonomi, sumber daya manusia, politik dan budaya, Jepang juga mengeksploitasi untuk para wanita pribumiuntuk dijadikan pelampiasan hawa nafsu para tentara-tentara Jepang. Martabat wanita pribumi yang dijunjung tinggi telah menjadi korban langsung kebiadaban dan hawa nafsu. Hal ini yang menyebabkan para gadis usia belia antara 13-16 tahun mempercayai untuk direkrut sebagai Jugun Ianfu, awal perekrutannya berdasarkan kepandaian dan kecerdasan juga diberikan pendidikan bahasa Jepang. tetapi pada kenyataannya mereka dipaksa untuk melayani nafsu setan tentara Jepang. Mereka disekap, disiksa secara seksual dan berhari-hari tercekam apabila mereka akan melarikan diri atau memberontak bahkan ada yang bunuh diri. Gadis-Gadis tersebut di tempatkan yang disebut Rumah Bambu, Rumah Kuning atau Rumah Panjang yang diperkirakan 200.000 korban Jugun Ianfu ini.Kemudian perekrutan itu berubah jadi pemaksaan dan penipuan bahkan diculik dari rumah keluarganya. Para Gadis tersebut disebar di seluruh wilayah pendudukan Jepang, sehingga ketika mereka kembali ke daerah asal banyak kehilangan atau terpisah dengan keluarganya.
Kasus Jugun Ianfu ternyata bukan saja di Indonesia tetapi dialami negara-negara yang dulu pernah menjadi pendudukan Jepang, seperti Korea, Cina, Vietnam, Phillipina, Taiwan dan lain-lain. Masalah ini terungkap tahun 1991 setelah sejumlah wanita bekas Jugun Ianfu dari Korea meminta keadilan kepada Pemerintah Jepang atas nasibnya selama ini yang telah dilecehkan bertahun-tahun. Protes keras  itu awalnya ditutupi oleh Pemerintah Jepang, tetapi dilakukan penelitian intelektual Jepang untuk menguji kebenaran kasus tersebut. Dan pemerintah Jepang akhirnya mengakui bahwa otorisasi Jepang terlibat dalam perekrutan wanita-wanita untuk dijadikan Jugun Ianfu.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s