Catatanku Teori Parenting Islami Pendidikan Islam dalam keluarga

Alhamdulilah hari ini masih diberi kesempatan berkumpul dan berdiskusi dengan senior-senior saya para alumni yang telah menikah, adapun kami berdiskusi soal bagaimana cara memberikan pendidikan anak-anak secara islami dan inilah hasil diskusinya :

0. Kenalkan Allah, kenalkan Rasulullah, pendidikan tauhid adalah yang paling dasar dan paling utama. Tumbuhkan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya.

1. Sholat & ngaji yang paling utama.

2. Sekolah formal bukanlah yang paling penting, ibu adalah madrasah yang utama

3. Pilih tempat sekolah yang terbaik bukan dari aspek duniawi semata

4. Pastikan riski untuk anak-anak halal 100%

5. Sepak bola, mancing, main layangan, benthik, boleh, asal sholat tetap diutamakan.

6. Latih anak memelihara binatang, ikan, burung, kucing, untuk menumbuhkan empati

7. Semaksimal mungkin hindarkan dari gadget

8. Jangan biarkan anak mengambil barang bebas di swalayan

9. Kalau membelikan tas, pakaian, suruh dia memilih sendiri warna, bentuk, harga, jangan dipilihkan biar anak kreatif dalam mengambil keputusan.

10. Lebih banyak diajak hafalan doa dan surat-surat daripada lagu-lagu

11. Jangan dituntut juara dikelas, biarkan dia berkembang dengan bakatnya apa yang disukainya, dengan syarat sholat & ngaji tetap yang utama.

12. Tidak membiarkan menonton televisi sendiri, jika anak ingin nonton televisi bisa dibuat satu program sendiri dengan susunan acara yang positif.

13. Ajarkan adab kepada anak, cara yang paling utama adalah dicontohkan.

14. Jika anak minta sesuatu yang baik, kasih. Tapi jangan langsung dan tidak gratis.

15. Sejak kecil dekatkan anak dengan masjid, lari-larian nggak papa, minta gendong pas sujud nggak papa.

16. Jauhkan anak-anak dari tempat-tempat seperti, pasar malam, konser musik, bioskop, dangdutan, dan segala bentuk hiburan duniawi lain.

17. Jatah uang saku anak dilebihkan, lebihnya itu suruh dia sendiri yang menyedekahkan langsung.

18. Kalo terpaksa memarahi anak karena dia melakukan kesalahan, bilang kalau yang dimarahi adalah nakalnya, bukan dianya.

Kumpulan hasil ngobrol dengan banyak orang yang sudah berpengalaman

catatanku manusia dua dunia

“ya ampun mas,beda banget”

 

 

Demikian teriakan kecil seorang teman, ketika ia mendengar jawaban hasil tes kepribadian saya dari salah satu website kemudian sayapun menanggapinya dengan jujur kalau saya sendiri kaget dengan hasil tersebut karena lebih tepat menggambarkan kondisi saat saya masih di SMA. Setelah mendengar jawaban itu ia berkomentar lagi. ”Manusia itu berubah”

 

 

Tentang Tes dan Kepribadian

 

 

Kepribadian itu memiliki banyak arti, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Yup, kalau mendengar kata “persona” tentu bagi penggemar J-pop, gamer dan otaku serta orang-orang yang suka budaya Jepang terasa tidak asing karena persona merupakan nama game dan anime populer dari jepang yaitu persona the series seperti persona4animation ceritanya asyik seputar kehidupan sosial. oke balik ke definisi kepribadian, secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya.

 

Kepribadian bisa dikatakan sebagai jati diri seseorang. Bisa juga dikatakan sebagai corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsang baik dari luar maupun dari dalam, biasanya disebut dengan sifat. Kepribadian mengandung unsur dari sifat,maka dari itu kepribadian seseorang bisa saja berubah.

 

Sifat dapat membentuk kepribadian,karena kepribadian sebetulnya juga berasal dari sifat seperti berani,pasif,rajin yang jika di aplikasikan dalam perbuatan akan membentuk kepribadian.Jadi itulah yang membedakan sifat dan kepribadian.Sifat muncul dari diri seorang individu melalui proses dan berbagai pengaruh internal dan eksternal,sementara Kepribadian baru terwujud setelah sifat diwujudkan dengan perbuatan,selama tidak dilakukan hal tersebut masih disebut sifat,bukan kepribadian.

 

Ada sebuah situs gratis bernama ipersonic yang dibuat oleh seorang Psikolog asal Amerika Felicitas Heyne dan anggota International Affiliate of the American Pshycological Association (APA) dan anggota German Psychological Association (BDP) bernama ipersonic.

 

 

Coba ikuti cara berikut ini untuk mengujinya :

 

1. Masuk ke situs Ipersonic.net/id untuk layanan berbahasa indonesia

 

2. Klik mulai tes gratis

 

3. Disana akan ada 2 tipe pernyataan,dan kalian tinggal pilih mana yang lebih cocok dengan sifat kalian

 

4. klik analisa untuk mengetahui hasilnya

 

 

Uji kepribadian gratis ini berlandaskan pada ilmu tipe kepribadian menurut psikiater bernama C.G. Jung. Jung menemukan bahwa seseorang dapat membagi karakter manusia yang tak terhitung jumlahnya ke dalam beberapa kelompok dasar yaitu sikap dan fungsi. Sikap terdiri dari introvert dan ekstrovert, sedangkan fungsi terdiri dari thinking dan feeling kemudian sensing dan intuiting.

 

 

Pengelompokan

 

 

 

Beberapa waktu sebelum peristiwa di atas terjadi, saya mendapat undangan untuk menghadiri deklarasi politik seorang tokoh senior yang juga pengusaha di Ibu Kota ini. Sejujurnya saya kaget menerima undangan itu karena selain saya sudah ”mengundurkan diri” dari dunia aktivis, saya juga sudah mengundurkan diri dari acara-acara macam kampanye itu. Apalagi yang melibatkan sesuatu yang gemerlap.

 

Setelah menerima undangan itu, saya mengirim pesan kepada salah satu teman saya yang juga diundang pada acara yang sama. Saya menjelaskan bahwa saya ini malas sekali untuk hadir karena saya tak terlalu mengenal para undangan lainnya.

 

Teman saya itu membalas begini. ”Kayaknya orang-orang yang diundang beda, deh, enggak seperti biasanya. Acaranya asyik koq. di hotel dan bisa jalan-jalan juga.” Saya membalas pesan itu begini.

 

”Waduh…, sekarang aku dimasukkan kelompok tamu yang beda dari biasanya, ya, kelompok tamu yang suka jalan2. Akhirnya aku dikelompokkan dalam grup sepeti itu.” Ia membalas pesan itu dengan singkat. ”Amin.”

 

Setelah dua kejadian itu, saya membuat janji bertemu dengan rekan-rekan alumni untuk membahas reuni. Seseorang yang sejak lama sudah saya kenal sebagai sosok sahabat, pribadi yang santun dan tidak neko-neko. Seandainya perjalanan hidupnya dapat diukur, tak ada satu pun yang keluar dari jalur. Semuanya baik dan sejahtera.

 

Siang itu, ia menjelaskan bahwa hubunganya dengan seorang sahabatnya memburuk gara-gara ia meminjam uang lalu membuat usaha yang dilarang lalu bangkrut. Kejadian itu diketahui keluarganya. Teman saya itu menjelaskan bahwa ia sempat terdiam ketika si adik bertanya begini. ”Aku tu gak nyangka, loh, orang kayak kakak, kok, bisa-bisanya melakukan hal terlarang. Kenapa kak?”

 

Pertanyaan kenapa atau mengapa selalu saja melahirkan sejuta jawaban yang bisa jadi diterima dengan baik oleh si penanya atau malah melahirkan debat yang hebat. Mengapa orang baik bisa berbuat tidak baik, mengapa orang tidak baik bisa menjadi baik, mengapa orang berubah, mengapa orang tak mau berubah?

 

Namun buat saya, semua kejadian seperti di atas itu terjadi karena pelakunya memutuskan untuk memilih jalur yang berbeda, setelah cukup lama ada di jalur yang itu-itu saja yang mungkin tak lagi memberi manfaat. Maka, keputusan itu juga memaparkan bahwa orang lain yang melihat, mulai mengelompokkan saya. Dari kelompok A ke kelompok B.

 

 

Topeng dan dua dunia

 

 

 

Ketika seorang teman dekat saya mengikuti tes tersebut sampai dua kali lalu hasil keduanya pun membuat saya kaget karena si dia yang saya kenal tidak sepenuhnya sama 100% seperti hasil tes kepribadian tersebut maka muncul celetukan sederhana dari saya yaitu “wah kamu diam-diam menghanyutkan ya dik” dan tragisnya sayapun melakukan hal yang sama.

 

Hal yang menarik adalah perpindahan itu tidak terlalu mengagetkan si pelaku, tetapi justru menyetrum mereka yang melihat perubahan itu dan acap kali komentar yang klise terdengar di gendang telinga seperti “kok bisa sih?” atau ”Munafik banget, ya?”

 

Sejujurnya, saya tak suka dengan pengelompokan karena cenderung pada akhirnya menjadi sebuah penghakiman. Mungkin saya tak terlalu terganggu dihakimi, saya lebih terganggu karena soal kekagetan yang terjadi ketika ada perubahan.

 

Saya merasa kekagetan yang dicerminkan dengan kalimat kok bisa sih itu, sebuah kebiasaan saya sebagai manusia untuk tidak menerima orang itu bisa hidup di dua dunia. Dunia yang santun dan dunia yang tidak santun. Ia positif, tapi kadang ia bisa negatif.

 

saya jadi teringat pendapat Fuad Hassan “Diri merupakan sesuatu yang termesra akan tetapi juga bisa mengasing daripadanya” dan pendapat Muhammad Akhyar bahwa “Perdebatan yang panjang mengenai self -untuk mudahnya dengan lidah Indonesia disebut ‘diri’- tak akan ada habis-habisnya. Jangankan mengacuhkan dari konsep ‘diri’ yang diarahkan kepada orang lain atau konsep objektif dari ‘diri’ itu, subjektivikasi ‘diri’ dalam ranah pribadi sendiri saja kita masih bingung. Tak heran para behavioris membuang jauh-jauh terminologi ‘diri’ dalam kajian mereka. Namun, sulit atau tidak, merefleksikan ‘diri’ secara subjektif adalah hal yang memang niscaya kita lakukan, terlepas pertentangan apakah ia ilmiah atau tidak. Hal ini dikarenakan permasalahan ilmiah dan tidak ilmiah sangat bergantung pada sudut pandang dan tentu saja paradigma dalam membuat definisi dari ilmiah itu sendiri. Sehingga, selama digunakan hanya untuk diri sendiri, pada level pribadi, tidak terlalu bermasalah.”

 

Pengalaman saya kembali mengiyakan pendapat teman saya di atas bahwa manusia itu berubah. Teringat ketika saat saya kecil seakan punya topeng yang berbeda untuk bertindak disekolah sebagai si kutubuku dan berperan dirumah sebagai si bandel lalu ketika beranjak ke bangku kuliah saya pernah memakai topeng si flamboyan untuk masuk ke komunitas waria demi kepentingan penelitian. yap, itulah hidup di dunia nyata yang penuh lika-liku dan tekanan serta persediaan topeng untuk menghadapinya. Setiap pilihan yang kita ambil dalam setiap peristiwa yang datang silih berganti masing-masing sudah terdapat malaikat dan setan yang akan memandu kita. Semua pilihan kembali pada keputusan kita sebagai diri sendiri.

 

Bersamaan dengan selesainya tulisan ini lalu terdengarlah lagu dari playlist musik lawas yang saya putar di laptop

 

 

dunia ini panggung sandiwara…

 

ceritanya mudah berubah…

 

ada peran wajar

 

dan ada peran berpura-pura..

 

mengapa kita bersandiwara?

 

 

satu hal yang saya percayai bahwa terlalu banyak memang koefisien gesekan di semesta ini. Dilengkapi dengan konstanta rumit yang terlihat sederhana. Dan, sekali lagi raba permukaan dalam. Pelah-pelan perhatikan. Perbaharui pendapat setiap saat. Ingat, itu bukan inkonsistensi tetapi percaya pada perubahan, setia pada kompleksitas tak tak tersederhanakan dari kebenaran. maaf kalau ada kalimat yang tidak berkenan.

 

 

terimakasih untuk orang-orang yang menginspirasiku membuat tulisan ini😀

 

 

salam❤

 

Troya Tentang Skripsi dan aku

Akhirnya, mood untuk menulis keluar juga. Tidak untuk menulis tema yang berat tentunya, sekedar berbagi perasaan sebagai mahasiswa tingkat akhir yang dikejar tenggat dosen, orang tua, dan pacar (bagi yang punya). Maklum 50 persen tenaga, uang, dan pikiran mahasiswa tua tersita untuk skripsi, sisanya untuk tidur!! Hahahah.
Kembali ke skripsi, tema ini menjadi isu sentral yang menghiasi percakapan kelas kita selama satu semester ini kan? Memang sudah kewajibannya buat kita untuk finish this last paper because it’s our boarding pass. Mata kuliah sebesar 6 sks yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Salah-salah ditinggalin, jadinya malah kita yang keluar tanpa mendapat apa-apa kecuali sesal.

Itu salah satu faktor kenapa skripsi penting untuk selalu kita ingat dan kita manjakan akhir-akhir ini. Guys, dulu aku mikir kalau skripsi cuma syarat lulus, tidak jauh beda dengan tugas makalah yang punya footnote lebih banyak, daftar pustaka lebih panjang, dan isi yang lebih padat. It’s my losing mind of course. Skripsi lebih kompleks daripada yang terlihat di permukaan, skripsi jauh lebih menyita daripada yang aku perkirakan.

Coba kita lihat perubahan kita sekarang ini. Lebih mengenal buku, jadi akrab sama lokasi-lokasi perpustakaan, dan pastinya punya komitmen waktu yang lebih sama diri kita sendiri. Skripsi, tanpa kita sadari membentuk sifat kita untuk lebih disiplin dan menghargai waktu yang biasanya lewat begitu saja. Ketika dijanjikan konsultasi dengan dosen pembimbing pada hari sekian dengan ketentuan bab sekian, alam bawah sadar kita berpacu dan memaksa otak untuk memenuhi tenggat tersebut. Sulit beristirahat dengan tenang ketika teringat deadline itu bukan? Akan muncul ingatan-ingatan tentang skripsi ketika tubuh dan pikiran kita justru berusaha menjauhinya. Mekanisme tersebut wajar, seseorang akan berusaha melupakan hal-hal yang dianggap menyulitkan atau sulit bagi dia karena tubuh dan pikirannya belum siap mengikuti tekanan sedemikian rupa. Tetapi ketika kita terbiasa dengan pressure, menemukan ritme yang tepat, maka dengan usaha dan sedikit doa akan mengantarkan kita pada gerbang kemenangan. Lebaran kali.

Jangan pernah menganggap skripsi itu sebagai ketakutan yang harus dihindari. Berilah waktu, atau lihat teman-teman kita yang sudah melangkah jauh itu sebagai wujud motivasi. Bukan kompetisi yang justru melahirkan tekanan lebih besar lagi pada kita. Akhirnya, kita yang tertekan tidak akan beranjak pada titik yang lebih maju. Peran seorang teman di titik ini adalah menjadi motivator, pembimbing, dan revisionis yang bisa kita dapatkan secara gratis.

Mengerjakan skripsi pun sekarang aku nilai sebagai sketsa mini dari arti kehidupan dalam arti luas. Betapa kita menyadari berharganya sebuah waktu justru ketika kita berada di akhir perjalanan, di semester 8. Komitmen kejujuran dengan menghindari plagiarisme, melatih kita untuk selalu jujur dalam keadaan apapun. Menghadap dosen, mengikuti bimbingan, dan tentunya revisi sebagai wujud kritik trhadap tulisan kita, adalah usaha menjadikan kita orang yang mau mendengar saran orang lain dan tabah ketika tulisan yang kita anggap terbaik ternyata hanya untuk dicoret oleh orang lain.

Betapa keras usaha kita, betapa pintar kita dalam mengerjakan skripsi, tetap ingat untuk meminta doa orang tua ketika kita akan memulainya. Ridho Allah tergantung ridho orang tua kan? Ada hal-hal kecil yang terkadang muncul dan membuyarkan rencana kita dalam mengerjakan skripsi ini. Ingatlah untuk meminta restu dan doa orang tua dahulu agar dimudahkan ketika mengerjakannya. Sebuah pengalaman, kalian pasti tahu siapa, dia mengerjakan skripsi bisa dikatakan yang kelompok awal yang melakukan seminar. Berbagai macam sumber telah dikumpulkan. Ternyata, di tengah jalan muncul kendala hingga terpaksa mengganti judul sampai 3 kali! Berusaha mencari alternatif tapi selalu mentah. Ketika mencoba mengingat apa yang salah, kemudian mendengar saran orang lain, memang sejak awal dia belum meminta restu dan doa dari orang tuanya. Tampak bahwa Allah belum menyetujui jika orang tuanya pun belum merestui, akan selalu muncul hambatan-hambatan yang seperti itu. Segera dia meminta maaf dan memohon doa kepada orang tuanya agar dilancarkan skripsinya. Sedikit demi sedikit, jalan kembali terbuka, ide-ide bermunculan, bantuan mengalir dari orang-orang yang bahkan tidak diduganya. Jika Allah dan orang tua telah merestui, yang tersisa tinggal diri kita untuk komitmen menyelesaikan apa yang telah dimulai. Just sharing the experience.
Guys, semangat buat kalian, buat kita yang sedang mengerjakan dan memikirkan skripsi. Ini adalah waktu-waktu terakhir kita sebagai keluarga di kelas, waktu yang semoga tidak kita lewatkan begitu saja. Saling support dan mengingatkan agar kita tepat waktu. Dan sekali lagi, menyelesaikan kuliah bukan semata bentuk pertanggung jawaban terhadap diri kita, tetapi wujud balasan atas kepercayaan orang tua kita.

Cerita film superstar superhap

Terlihat seorang pemuda tampan berlari dan berpapasan dengan seorang gadis yang tersenyum padanya. Pemuda itu berlari menuruni tangga dan masuk ke sebuah gedung.

Di sebuah lapangan basket pemuda itu menunjukkan kemampuannya menari/dance.
“Hei, kamu! Cukup, berdiri. Berhenti. Kemari,” kata salah seorang yang duduk di belakang meja. (Ternyata ini sebuah audisi).
“Kemari aku akan mengatakan sesuatu kepadamu. Apakah kamu tahu apa jenis musik yang diaudisikan hari ini?”. Pemuda itu menjawab dengan menari. “Apakah kamu tuli?” tanya salah seorang wanita dari ketiga juri. Pemuda itu bingung. “Ayo katakan. Bisakah kamu berbahasa Thai?”
Akhirnya pemuda itu terpaksa menjawab, “Aku biasanya menari dengan tarianku sendiri. Ini disebut kungfu hip hop.” Juri kaget dan menahan tawa. Ternyata suaranya parau, jelek sekali. “Baik. Baik. Dapatkah kamu berdisko? Tunjukkan pada kami bagaimana kamu berdisko!” kata juri sambil menahan tawa.
“Tetapi ini disebut kungfu disko. Jantungmu akan berdetak cepat jika melihatnya.” kata pemuda itu. Lalu dia menunjukkan kemampuannya. Di saat dia berdisko sepatunya terlepas dan betapa kagetnya dia saat melihat ternyata sepatunya mengenai wajah juri. (wkwkwk..) Juri marah dan akhirnya dia pulang dengan kecewa.

Sampai di rumah tiba-tiba ada 3 orang yang datang sambil membawa tape. Mereka bernyanyi yang isinya menagih utang. Ternyata mereka rentenir. Pemuda itu meminta waktu seminggu tetapi rentenir tidak menyanggupi dan akhirnya membawa barang-barang termasuk sepatu sebagai ganti membayar utang.

Di sebuah gedung bertingkat seorang operator bernama Teung menerima telepon. Si penelepon meminta sebuah lagu. Teung menjawab bahwa ia akan memberi sebuah lagu populer yang belum diterbitkan. Dia meyakinkan bahwa lagu ini nanti akan terkenal dan memberikan secara gratis khusus pada si penelepon. Si penelepon bertanya judul lagu dan nama penyanyinya. Teung bingung menjawab dan akhirnya berkata penyanyinya bernama Teung Tae Wan Daeng dan lagunya berjudul Touch My Heart. Si penelepon berkata bahwa ia belum pernah mendengar sebelumnya tetapi akhirnya dia mau mendengarkan. Si Teung memutar lagu tersebut dan bernyanyi. Teman Teung yang tahu hal itu marah dan malah ikut bernyanyi. Teman-temannya yang lain juga ikut bernyanyi. Apesnya dia ketahuan oleh atasannya dan dipecat.

Teung pulang kerja dan mendapat telepon dari Tom (pemuda yang gagal audisi) tetapi ia pura-pura mendapat gangguan sinyal. Tom memohon agar Teung tidak mematikan teleponnya dan berbohong  bahwa ia sekarang ada di Phuket (nama kota) dan kecopetan sehingga ingin meminjam uang. Teung meminta maaf dan juga berbohong bahwa ia sekarang berada di Ching Mai. Tiba-tiba Tom menoleh dan kaget melihat Teung berada di jalan yang sama dengannya. Dan akhirnya Teung juga melihat Tom dan berkata, “Apakah kamu sedang menatapku sekarang?” Tom menjawab,”Ya aku menatapmu sekarang.” (adegan ini lucu banget hehe…) Mereka saling memarahi karena satu sama lain saling berbohong.

Mereka berdua pergi ke sebuah club dan bertemu dengan seorang teman bernama Pom. Pom berkata,”Kalian gagal lagi. Kalian dipecat dari pekerjaan kalian. Mengapa saat kalian bahagia aku tidak melihat wajah kalian? Tetapi saat kalian bangkrut aku akan melihat kalian menunduk.” Teung membenarkan. Pom bertanya apa rencana mereka. Tom menjawab dia akan menjadi penari profesional. Tapi Pom langsung memotong,”Cukup. Jangan bicara lagi. Jika kamu diam orang tidak akan mengataimu. Suaramu sangat mengganggu.” Kemudian seorang pelayan wanita datang mengantar minuman. Ia tertarik pada Tom dan berkata Tom sangat tampan. Pelayan itu malu dan menunduk. Teung berkata,”Jika aku tampan maukah kau membuat minuman manis semanis wajahku?” Pelayan itu tidak tahu jika yang menjawab adalah Teung dan bertanya malu apakah dia harus membuatnya. Teung terus menggodanya. Saat pelayan itu mengangkat kepalanya dia marah karena mengetahui yang menggodanya adalah Teung yang tidak setampan Tom. (Teung di sini digambarkan berwajah jelek tetapi bersuara bagus berkebalikan dengan Tom).

Pom mempunyai ide. Dia mengingatkan mereka saat mereka masih kecil mereka sering bernyanyi lipsync di depan teman-teman mereka. Tom menari dan berpura-pura menyanyi dengan membuka tutup mulutnya sedangkan Teung menyanyi dibelakang Tom. (Adeganflasback saat mereka masih kecil). Pom berkata bahwa mereka ditakdirkan bersama, mereka seperti sepasang sandal, jika mereka bergabung maka akan terjadi keajaiban. Teung protes, kita tidak dapat makan keajaiban. Pom berkata lagi bahwa mereka tinggal menemukan janda kaya yang dapat dirayu dengan wajah tampan Tom dan suara bagus milik Teung dan mengambil uang milik janda tersebut. Ini bisa menjadi bisnis mereka. Tentu saja mereka ragu-ragu menerima tawaran tersebut.

Akhirnya mereka pulang. Saat melewati tangga mereka bertemu dengan dua orang gadis cantik. Teung langsung bersembunyi di belakang Tom dan menyapa mereka. Kedua gadis itu mengira bahwa yang menyapa adalah Tom. Teung/Tom berkata,” Permisi. Aku baru saja pindah. Belum punya teman. Namaku Teung. Hahaha…” (lucu banget saat Teung tiba-tiba tertawa dan Tom gelagapan karenanya). Teung/Tom meminta no telepon kedua gadis tersebut. Gadis pertama berkata bahwa ternyata Tom bisa bahasa Thai, ia pikir Tom orang Jepang. (pada kenyataannya pemeran Tom memang keturunan Thailand-Jepang). Tom berkata ia orang Thai dan memiliki thai pei (kasur). Tom bertanya apakah gadis itu mau mencoba kasurnya lalu Tom tertawa. Kedua gadis itu hanya tersenyum. Lalu Tom meminta nomor hp kedua gadis tersebut. Mereka langsung saja memberikannya kepada Tom dan berpamitan tanpa mengetahui bahwa yang berbicara selama ini adalah Teung. (gimana reaksinya ya saat mereka tau suara Tom ancur bener. Hehe..)

Setelah mereka pergi Teung langsung merebut hp Tom dan berkata,”Mereka memberimu no? Aku di sini sudah setahun. Aku bahkan belum tahu ukuran sepatu mereka.”

Sampai di kamar Tom bertanya tentang gadis yang ada di foto apakah dia pacar Teung. Teung menjawab,”Itu adikku. Namaya Tu. Dulu waktu kecil dia sangat gelap dan kurus.”
“Tu itu yang punya gigi tonggos itu?” tanya Tom sambil meniru seolah-olah giginya tonggos.
“Itu adikku bukan nenekku. Dulu giginya memang tonggos tapi setelah dipasang kawat gigi 7 kali giginya sekarang bagus,” jawab Teung sambil tertawa.
“Dia cantik sekarang,”kata Tom.
“Ya benar dia cantik sekarang. Itu tanggung jawabku yang paling besar untuk memberinya pendidikan,”kata Teung.“Dia kuliah?”.
“Ya. Di Australia. Semua keluargaku kuliah di sana.”
“Keren.”

Teung lalu memperdengarkan lagunya kepada Tom. Dia sangat bangga dan berkata bahwa ini adalah ‘masterpiece’nya dan betapa sulitnya menciptakan lagu ini. Tom mulai menari. Teung berkata bahwa ini lagu ‘slow’ mengapa Tom menari. Hari sudah mulai larut malam, mereka mulai mabuk. Teung mengajari Tom menyanyi tetapi hasilnya aneh. Teung mulai tidur. Tom masih terjaga. Dia iseng-iseng menari dan berpura-pura menyanyi dengan lagu Teung dan merekamnya lewat fasilitas video di laptop milik Teung. Tom mengirim hasil rekamannya ke internet dengan nama Tong Lee Hei. Tanpa Tom ketahui bahwa nantinya video Tom tersebut banyak dilihat orang dan banyak yang menyukainya. (mirip dengan artis-artis Indonesia yang terkenal lewat lipsingnya tetapi bedanya masyarakat Thailand nggak tahu kalau Tom itu lipsing).

Di sebuah perusahaaan rekaman bernama Double Dream (DD) seorang wanita bernama Ngeg  (pimpinan DD) bersama asistennya Salee sedang menonton gosip artis di televisi. Ternyata artis yang sedang diwawancarai itu adalah artis DD yang digosipkan akan keluar dari DD karena DD bangkrut. DD memang bangkrut dan sedang ditagih oleh debt collector.Ngeg dan Salee akan melarikan diri hari itu dari penagih hutang tetapi sebelum sampai pintu mereka melihat si penagih sudah datang sehingga mereka mengurungkan niat mereka untuk melarikan diri.

Penagih hutang, “Ngeg. Mengapa kantormu sepi sekali? Dan mengapa semua lampu dimatikan. Jangan katakan kalau kau akan menutup kantor dan melarikan diri dariku.”
Ngeg : ”Ini aturan pemerintah bahwa kita harus mematikan lampu untuk menghemat listrik. Ngomong-ngomong, mengapa kau ke sini? Jangan bilang kalau kau mau menagih hutangku.”
Penagih hutang : ”Pertama aku ingin menagih hutangmu. Tetapi sekarang lupakan itu. Aku punya hal penting yang ingin aku diskusikan denganmu. Ini sudah 3 bulan sejak anak perempuanku tidak ingin berbicara denganku. Setiap kali aku mendekatinya dia malah menjauhiku. Apa yang harus kulakukan?”
Ngeg : ”Mengapa tidak kau ajak dia ke psikiater?”
Penagih hutang : ”Sudah aku bawa ke banyak dokter spesialis. Obat tidak bekerja padanya. Bagaimanapun kerasnya aku mencoba dia tidak akan pernah menerima kebenaran bahwa…”
Ngeg memotong,”Ayahnya adalah gay? Feminin? Saat ini anak-anak sangat keras kepala. Dia hanya punya satu ayah. Kamu tidak dapat memaksanya untuk menerima jalan yang kau tempuh. Ini tidak mungkin. Dia membutuhkan sedikit waktu.”
Penagih hutang: ”Itulah mengapa aku ingin kau menjaganya. Biarkan dia membantumu bekerja untuk menjadi stylist atau semacamnya. Paling tidak dia masih punya seseorang yang mengajarinya. Sehingga dia berada di jalan yang benar. Jangan anggap ini sebagai penghinaan. Tetapi aku rela membayarnya.”
Ngeg : ”Tentu”. Ngeg melihat si penagih hutang menulis cek dan mengira cek itu bernilai 100.000.000 bath padahal hanya 1.000.000 bath. Ngeg pura-pura sungkan menerimanya sehingga si penagih hutang mengira dia memberi terlalu banyak dan akan mengurangi nilai ceknya. Tentu saja Ngeg mencegahnya dan menerima ceknya.

Di luar Tom sedang menunggu. Di sampingnya duduk seorang gadis berpenampilan gothic. Awalnya Tom agak kaget saat melihat gadis itu. Gadis bernama Kaew, anak penagih hutang tadi. Kaew tidak mempedulikannya walaupun Tom berusaha menggodanya. Kaew malah mengetuk-ngetukkan kakinya di lantai dan diikuti Tom. Tiba-tiba Tom menerima telepon dari Teung yang mengatakan dia mendapat pekerjaan untuk mereka berdua. Tom kemudian berdiri dan meninggalkan sebuah amplop di samping Kaew lalu pergi.

Ngeg, Salee dan penagih hutang itu pergi ke bawah. Kaew mengambil amplop dan menepuk pundak Salee. Salee berteriak kaget karena mengira Kaew adalah hantu. Kaew menyerahkan amplopnya dan amplop Tom. “Ini adalah karya seniku. Ini adalah gayaku,”kata Kaew. Salee membuka amplop, ia kaget melihat gambar hasil karya Kaew dan menganggap itu aneh. Tetapi Ngeg malah memuji gambarnya dan itu membuat penagih hutang senang. Tentu saja Ngeg bersikap seperti itu demi 1.000.000 bath.

Sepeninggal penagih hutang dan anaknya. Ngeg dan Salee didatangi oleh wartawan gosip. Wartawan bertanya apakah perusahaannya bangkrut. Hal ini disanggah oleh Ngeg. Wartawan itu bertanya lagi apakah tahun ini DD mengeluarkan album. Ngeg menjawab akan ada satu album dari penyanyi senior dan satu album dari penyanyi baru. Wartawan itu menantang Ngeg untuk menyanyikan satu lagu baru dari album tersebut. Ngeg mulai bernyanyi (entah lagu apa). Tetapi wartawan itu menginginkan Ngeg memutar CD. Ngeg bingung lalu dia melihat amplop dari Tom yang bertuliskan demo lagu oleh Teung. Dia lalu menginstruksikan Salee untuk memutar CD dari amplop tersebut. Setelah sedikit mendengar lagu dari Teung wartawan itu meminta lagu lain namun Ngeg mengatakan lagu lain belum siap. Wartawan itu lalu pamit pergi sambil menggerutu,”Kamu bilang tidak bangkrut tetapi kamu hanya punya satu lagu.”

Ngeg menyuruh Salee memutar lagu itu lagi. Ngeg bertanya milik siapa lagu ini. Salee menjawab bahwa ia juga tidak tahu. Salee menebak ini milik Kaew karena amplop tadi juga berasal dari Kaew.

Tom dan Teung sedang mengecet tembok (ternyata ini pekerjaan yang dimaksud Teung). Tom mengecet sambil menari. Hal ini membuat Teung marah. Ia bilang jika hari ini mereka tidak dapat menyelesaikannya mereka akan mendapat masalah. Tom menerima telepon dari Salee. Karena takut suaranya ketauan jelek Tom menyerahkan teleponnya ke Teung. Salee menawarkan kontrak untuk demo lagunya. Tom menyuruh Teung meminta uang  100.000 bath untuk akomodasi tetapi ternyata Teung meminta 200.000 bath. Awalnya Ngeg menolak tapi akhirnya setuju untuk mentransfer uang 200.000 bath.

Salee mengatakan bahwa Tom tampan seperti di CD dan dia bernyanyi sangat bagus. Tom dan Teung senang karena mengira pujian Salee ditujukan kepada mereka padahal hanya untuk Tom. Ngeg berkata senang bertemu dengan Tom dan berharap tidak ada masalah saat mereka bekerja sama. Ngeg meminta Tom berdiri. Tom dan Teung sama-sama berdiri. Ngeg berkata hanya Tom yang berdiri dan menyuruh Teung untuk duduk kembali. Mereka bingung. Teung duduk sambil menahan kecewa. Ngeg meminta pendapat Salee,”Dia OK kan?” lalu dia menyuruh Tom duduk kembali. Ngeg berdiskusi dengan Salee tentang Tom dan berencana mengontrak selama 10 tahun. (wow…10 tahun?). Sementara itu Tom dan Teung saling berbicara. Tom berkata bahwa mereka salah paham. Tom juga berkata mereka harus meminta maaf dan mengatakan hal yang sebenarnya.

Ngeg bertanya kepada Teung siapa namanya. Dia menjawab namanya Teung. Salee kaget, dia bertanya siapa sebenarnya yang bernama Teung. Teung menunjuk Tom dan Tom menunjuk Teung. Ngek bertanya lagi apakah Teung temannya Tom, sopir ataukah pembantu. (mulai dari sini nih kasihan ma karakter Teung). Teung terlihat menahan marah. Dia menjawab,”Namaku Teung. Aku yang menciptakan lagu itu.”
Salee : ”Oh..jadi nama kalian sama-sama Teung. Yang satu menciptakan lagu. Yang satu menyanyikannya. Jadi mereka ingin berbagi keuntungan 50%/50%.”
Ngeg : ”Kalian membuat kami bingung. Jadi kalian sama-sama bernama Teung?”
Tom: ”Kalian salah. Namaku Tom. Aku tidak bisa bernyanyi dan menciptakan lagu.” (lagi-lagi Teung yang ngomong sambil menutupi mulutnya alias lipsync).

Ngeg meminta Tom bergeser menjauh dari Tom dan bertanya lagi kepada Teung siapa namanya. Teung menjawab dia bernama Teung. Dia yang menciptakan dan menyanyikan lagu tersebut. Ngeg bertanya bagaimana dengan Tom. Tom menjawab dengan suara aslinya namanya Tom, dia hanya menari di video itu. Begitu mendengar suara Tom yang parau Ngeg dan Salee kaget. Bahkan sampai memecahkan gelas di meja. Ngeg tertawa terbahak-bahak sambil berkata,”Kamu bercanda? Tetapi di CD bukankah kamu yang menyanyikan lagu itu?”
Teung: ”Benar dia yang bernyanyi dalam CD. Tom teman baikku. Sejak kecil kami seringlipsync seperti ini. Dia tidak bisa bernyanyi hanya bisa menari. Di video yang kalian lihat dia hanya lipsync suaraku.”
Salee: ”Apakah kamu sakit tenggorokan? Itu tidak masalah. Setelah menjadi penyanyi itu akan sembuh dengan sendirinya. Tom menjawab itu tidak bisa sembuh suaranya memang seperti ini dari kecil.
Tom : ”Kalian jangan kecewa. Aku bisa menari. Kalian lihat di video itu aku menari. Itu disebut kungfu hip hop.”

Ngeg bertanya lagi apakah uang yang dia kirim kemarin sudah dihabiskan. Teung bilang tinggal 10.000 bath. Ngeg kaget dan tertawa lalu meletakkan pistol di meja. Tom dan Teung kaget dan tentu saja ketakutan. Salee meminta Ngeg jangan melakukan hal yang berbahaya. Ngeg berkata bukankah mereka masih punya 800.000 bath lalu keduanya tertawa. Tom dan Teung lega berarti Ngeg masih punya banyak uang sehingga mereka tidak perlu khawatir.

Tiba-tiba Salee berhenti tertawa dan berkata,”Tidak. Kita tidak mempunyai uang Nyonya. Tidak ada uang lagi. Aku menggunakannya untuk menyewa studio dan membayar komposer.” Ngeg tertawa lagi dan mengambil pistol. Semua kaget.
Salee : ”Nyonya jangan. Jangan bunuh diri.”
Ngeg : ”Aku tidak akan bunuh diri. Aku akan bunuh kalian semua.” Sambil mengarahkan pistol kepada mereka semua.
Salee: ”Nyonya jangan bunuh aku. Kita satu tim. Bunuh mereka saja.”
Ngeg: ”Tidak. Aku bunuh kamu dulu.” Tentu saja tidak terjadi Ngeg hanya melampiaskan emosinya saja.

Setelah beberapa saat Ngeg duduk di kursi sambil menghirup aromatherapy. Tom dan Teung sudah tidak ada. Tiba-tiba HP Salee berbunyi. Ternyata nada deringnya adalahTouch My Heart, lagunya Teung. Hal itu membuat Ngeg histeris. Dia menyuruh Salee mematikan HPnya. Salee kemudian mematikan HPnya sambil duduk di kursi. Ternyata Salee menduduki remote sehingga menyebabkan lagu Teung yang berada di CD diputar kembali. Ngeg histeris lagi. Salee bingung mencari remote akhirnya mencabut kabel tetapi lagu itu belum berhenti terdengar. Ngeg menekik lehernya sendiri. Salee meminta Ngeg jangan bunuh diri. Ngeg berkata bahwa lagu itu seperti mengalir dalam pembuluh darahnya. Salee berkata bahwa ini aneh karena ia juga masih mendengar lagu itu.

Ternyata Kaew yang memutar lagu itu. Salee bertanya darimana Kaew mendapat lagu itu. Kaew menjawab bahwa ia mendengar lagu itu dari internet. Kaew menunjukkan internet yang menayangkan video Tom. Kaew bilang lagu ini populer sekarang di internet.

Di jalan Tom meminta maaf pada Teung karena ia berbuat kesalahan. Teung bilang ia akan mengembalikan uang 200.000 bath. Ia berencana untuk mencicil 200 bath tiap bulan. Tom bilang apakah dia bercanda. Teung bilang ia serius. Mereka kemudian pulang tanpa tahu bahwa video Teung sudah tersebar di dunia maya. Banyak orang melihat video itu mereka menyukainya. Termasuk salah seorang gadis yang penasaran siapa yang menciptakan lagu tersebut.

Terdapat seorang wanita dan seorang pria berdiskusi tentang lagu Teung. Si wanita mengatakan lagu ini enak didengar meskipun ini lagu amatir. Si pria tidak setuju mengatakan lagu ini bukan amatir tetapi dibuat secara profesional. Mereka menebak lagu ini pasti akan diterbitkan. Tetapi perusahaan mana yang akan menerbitkan apakah DD atau Lolita. Si pria berkata bahwa sebentar lagi DD akan bangkrut.

Teung dan Tom dipanggil kembali oleh DD. Ngeg memperlihatkan koran kepada mereka yang berisi berita tentang penahanan artis yang memalsukan indentitas mereka. Salee menawarkan dua pilihan. Mereka bekerja untuk DD atau dipenjara. Teung bertanya apakah mereka bekerja untuk DD dengan cara lipsync. Salee membenarkan. Tom tidak setuju. Ini seperti dia tidak punya martabat. Ngeg memotong perkataan Tom. Ia meminta jika mereka membuat keputusan biarlah si gelap gemuk pendek yang berbicara (maksudnya Teung, kasian..) karena suara Tom yang parau (wkwk..)

Tom mulai pura-pura bicara dengan suara Teung di belakangnya (haha..saat adegan ini lucu sekali melihat mereka lipsync, mereka kelihatan kompak, Tom seperti sudah tahu apa yang akan dikatakan Teung).
Tom/Teung : ”Tidak mungkin ini adalah hal tergila yang pernah terpikirkan. Jika aku melakukannya ini berarti menipu banyak orang di negara ini. Dalam hidup kita, kita tidak pernah melakukan hal yang memalukan sebelumnya. Waa..”
Salee : ”Lalu bagaimana dengan video lipsync yang kalian buat? Bukankah itu juga menipu?”
Tom/Teung: ”Heeeeiiiiiii…..itu kecelakaan. Kita tidak bermaksud melakukannya. Ngaa!”
Ngeg: ”Haruskah kami membawa kalian ke kantor polisi?”
Tom/Teung: ”Ok. Jika kami setuju dengan rencana ini. Apa yang dapat kalian beri sebagai harga dari resiko yang kami ambil?”

Salee: ”Kami hanya menerbitkan satu album. Kami akan melakukan promosi besar-besaran. Kamu (menunjuk Tom) bernyanyi di panggung. Sedangkan kamu pria gendut gelap berbau (menunjuk Teung, kasian…) bernyanyi di belakang panggung.
Teung: ”Brengsek!” Teung berteriak mengagetkan mereka semua bahkan Tom sampai berkata,”Hei pendek. Kau seharusnya bicara dulu padaku.”
Teung: ”Dia bilang aku gelap, gendut dan berbau.”
Salee: ”Dengar! Setiap keputusan yang kalian ambil ada keuntungan dan resikonya. Kita akan berbagi keuntungan 70%/30%.”
Tom/Teung: ”Waii…Tidak mungkin. Mengapa kau tidak adil. Dimana keadilan di dunia ini? Keu membiarkan orang seperti kami menderita.” (saat adegan ini Tom sempat tidak bisa mengikuti perkataan Teung). “Kau terlalu banyak bicara daripada kami. Kita berbagi 30%/70%. Kau harus setuju. Tidak ada kompromi.”kata Teung/Tom. Ngeg tertawa : ”Sepakat. Kalian 30% kami 70%.”
Tom/Teung: ”Apa? Kalian 70% kami 30%? Tidak mungkin. Kami tidak mau.”
Ngeg: ”Penjara. Masuklah ke penjara.”
Tom: ”Mengapa kita tidak ambil 30%, pendek?”
Teung:”Parau, mengapa kamu menyerah dengan mudah?”
Tom:”Mengapa kamu tidak setuju dengan mereka? Sepakat.”
Ngeg: ”Baiklah kita sepakat. Rahasia ini hanya kita berempat saja yang tahu. Kalian mengerti?” mereka semua mengulurkan tangan tanda sepakat.

Akhirnya DD beroperasi lagi. Semua orang sibuk mempersiapkan promo. Kaew juga sibuk mendesain cover album, pamflet, stiker dll. Album telah diedarkan. Banyak orang menyambut baik. Teung dan Tom sibuk latihan menyanyi dan menari. Kaew sibuk mengukur baju Tom dan menyiapkan kostum untuk video klip. Tom sibuk syuting video klip. Banyak orang menyukai lagu tersebut menunggu konser yang akan segera diadakan. Tiket konser segera terjual habis. Di radio-radio banyak yang memutar lagu Teung dan membicarakan konser Tong Lee Hei.

Tom dan Teung sedang lelah sehabis latihan. Teung bilang mereka harus latihan lagi untuk konser besar mereka, mereka harus siap. Tom bilang ia gugup. Teung juga bilang ia lebih gugup lagi. Tom bertanya mengapa ia gugup, ia bernyanyi di belakang panggung sedangkan Tom harus bernyanyi di atas panggung. Tom juga bilang apakah Teung berpikir keributan yang terjadi jika mereka ketahuan berbohong. Teung menjawab mengapa dia menanyakan pertanyaan bodoh, tentu saja akan terjadi keributan. Jawaban Teung malah membuat Tom tambah gugup.

Hari H konser. Ngeg berdoa agar konsernya sukses. Ngeg dan Salee mengantar Teung ke dalam semacam kontainer. Di sana dia akan menyanyi. Ngeg dan Salee menyemangati Teung. Setelah masuk ke dalam Teung memakai handset. Dia menarik nafas dan berkata dia siap. Teung melihat banyak penonton bersorak-sorak. Ini membuatnya gugup. Ngeg berbicara lewat headset, ia bilang Teung jangan gugup, jangan kaget. Ia meminta Teung menyanyi seperti latihan mereka. Lagu pertama akan diputar. Tiba-tiba Teung berteriak menyapa penonton dalam bahasa Korea “Anyong Haseyoooo”. Ini membuat Tom sedikit gelagapan, Teung malah cekikikan. (wkwk..sepertinya korean wave juga menjangkiti Thailand). Salee heran bahasa apa yang dipakai Teung. Lagu pun diputar. (ini lagu lain bukan milik Teung). Teung menyanyi dengan bagus dan Tom menari dengan enerjik. Kaew melihat dari tepi panggung. Kaew juga tahu tentang rahasia mereka. Lagu pertama sukses diputar.

Tom kembali ke belakang panggung untuk menyiapkan kostum berikutnya. Dia dibantu Kaew. Saat merapikan kerah leher mereka saling bertatapan. Tom tersenyum. Kaew malah pergi. Tom ingin mengejar Kaew tetapi dia dihadang oleh salah seorang staf. Staf itu bilang ada perubahan rencana, lagu Touch My Heart milik Teung akan dinyanyikan di akhir konser.

Tibalah saatnya menyanyikan Touch My Heart. Teung melihat sudah ada teks sambutan untuk perpisahan dengan penonton tetapi ia sudah menyiapkan sambutannya sendiri.

Tom/Teung”Lagi terakhir ini kubuat begitu lama. Dan ini lagu pertama yang membuat kalian mengenal kami. Eh,…maksudku Tong Lee Hei.” Penonton pun bersorak. Lagu pun diputar. Teung terlihat bersedih tetapi dia tetap bernyanyi (saat melihat adegan ini rasanya sedih melihat Teung yang tidak bisa mengakui lagunya sendiri..). Penonton ikut bernyanyi. Semua gembira bahkan Ngeg dan Salee ikut menari. Hanya Teung yang terlihat bersedih. Ia sangat menjiwai lagunya. Teung memberikan kiss bye seolah-olah dialah yang berdiri di panggung.

Konser pun berakhir. Saat semua penonton pulang Teung berdiri di panggung dan mengambil mikrophone. Dia bergaya, menari seolah-olah ini adalah konsernya. Dia tertawa sambil menahan tangis. Tiba-tiba dia melihat ada seorang gadis berdiri di tengah-tengah gedung. Dia memanggilnya. Dia bertanya mengapa gadis itu belum pulang. Gadis itu menjawab dia belum ingin pulang. Gadis itu bertanya apakah Tong Lee Hei sudah pulang. Teung bilang dia sudah pulang. Gadis itu bertanya lagi apakah Teung petugas keamanan di sini. Teung menjawab dia manager Tom. Gadis kelihatan senang, dia bertanya siapa namanya. Teung menjawab namanya Teung Lee Hei. Gadia itu berkata namanya Eew, dialah yang menciptakan jaringan internet untuk Tong Lee Hei. “Aku penggemar sejatinya. Itulah aku. Apakah Tong Lee Hei menciptakan lagunya sendiri?” tanya Eew. Karena Teung tidak menjawab Eew melanjutkan bicara.”Kurasa siapa pun yang menciptakan lagu itu dia pasti punya imajinasi hebat dengan perspektif, sangat pribadi, mungkin buta dan juga sangat jelek. Dan juga punya kesulitan bernafas.” Teung bilang menurutnya tidak sejelek itu.
Eew melanjutkan,”Tapi aku juga merasa dia sangat lembut dan romantis.”
Teung merasa senang. Ia mengajak Eew untuk bertemu langsung dengan Tong Lee Hei sebagai ucapan terima kasih.

Seorang artis terkenal yang dulu diberitakan akan keluar dari DD bernama Lucy menerima telepon dari perusahaan lain. Dalam telepon itu diberitahukan bahwa kontraknya dibatalkan karena sekarang masyarakat menginginkan bintang pop yang bisa menulis lagunya sendiri dan memiliki wajah yang tampan seperti Tong Lee Hei. Lucy itu tetap memohon tapi telepon terputus. Dia lalu melihat berita tentang pesta yang diadakan DD di sebuah pub sebagai ucapan terima kasih kepada pers setelah konser Tong Lee Hei. Dia lalu menelepon seseorang yang bertugas merekam pesta itu.

Eew dan Teung tiba di pesta itu. Teung menawarkan minuman kepada Eew. Eew minta air putih. Tetapi Teung menawarkan alkohol yang bernama margaritu. Eew bilang kalau yang benar margarita. Haha..

Tom sedang duduk. Dia menunggu Teung. Lucy datang juga ke pesta dan membuat para tamu heboh. Ngeg dan Salee terlihat tidak suka dengan kedatangannya.

Eew beranjak pulang. Teung mencegatnya. Eew bilang sepertinya ini bukan tempatnya karena terlalu berisik. Dia pun pamit dan berkata bahwa ia masih penasaran apakah Tong Lee Hei menciptakan lagunya sendiri. “Saat aku mendengarkannya penciptanya haruslah seseorang yang….”
“Jelek punya penyakit asma, gendut, hitam,”potong Teung.
“Tidak, dia pasti romantis dan lembut. Aku bercanda. Dia pasti yang menulis lagunya sendiri. Tapi siapapun yang menulis lagu ini walaupun tidak tampan dia pasti akan terkenal. Sungguh aku percaya itu.”

Kaew datang. Dia bertanya siapa gadis itu, mengapa tidak masuk ke dalam. Teung mengenalkan Eew pada Kaew. Teung meminta Kaew untuk memberitahu Ngeg bahwa ia tidak mengikuti pesta sampai selesai karena ia lelah, lagipula pekerjaannya sudah selesai. Teung kemudian mengantar Eew pulang.

Di pesta itu tiba-tiba DJ memperkenalkan Lucy. Lalu Lucy menari dan menyanyi. Ngeg tidak suka melihatnya. Lucy menantang Lee Hei untuk berduet dengannya. Tom/Lee Hei menerima tantangan tersebut. Ngeg dan Salee kaget karena takut rahasia mereka terbongkar. Tom menari dengan lihai. Semua bersorak. Lucy bingung dan terlihat malu. DJ bilang pertarungan semakin hebat, ia meminta Tong Lee Hei menyanyi, lalu ia memutar lagu Lee Hei. Tom jelas saja bingung dan gugup. Ngeg dan Salee juga bingung. Mereka mencari Teung. Tom juga terlihat melihat sekeliling mencari Teung. Kaew melihatnya dan geleng-geleng kepala. Tom semakin bingung, Kaew mulai maju ke depan. Lucy terlihat senang dia menawarkan memeriksa mic milik Tom barangkali ada kerusakan. Lucy membisikkan sesuatu,”Kau terlihat takut. Dasar!”
Tom terpancing emosi,”Siapa yang kau ejek” (untungnya nggak pake mic tapi tetep aja terdengar). “Sialan…” belum selesai Tom berbicara Kaew sudah maju ke depan dan mencium Tom. Semua kaget termasuk Ngeg dan Salee. Kaew segera mengajak Tom pergi. Para wartawan mengejar mereka. Lucy terlihat bingung tetapi ia yakin tadi ia mendengar suara Tom yang jelek.

Kaew keluar dari sebuah toko lalu memberi minuman pada Tom.
“Apa yang kau pikirkan. Naik ke panggung begitu saja. Apa hal itu menyenangkan? Apa itu hanya untuk senang-senang? Bagaimana jika orang-orang tahu suaramu? Apakah itu sepadan? Setelah semuanya berusaha menolongmu selama beberapa bulan terakhir ini?” (mungkin Kaew berkata seperti ini terutama untuk Teung). Tom heran bagaimana Kaew tahu rahasia mereka. Kaew menjawab ia sudah tahu dari awal.

Teung sudah pulang ia terlihat senang. Ngeg menelepon Teung ia tanya dimana Teung sekarang apa sudah pulang? Apa Tom juga sudah pulang. Ngeg marah dan berkata mereka berdua tidak bertanggung jawab. Teung balik marah, dia bilang dia hanya menyanyi di belakang panggung. Tom sudah dewasa apa yang dilakukan Tom bukan urusannya. Ngeg berkata apa Teung tahu apa yang sudah dilakukan Tom. Teung bingung. Ngeg pun bercerita.

Di lain tempat Tom meminta Kaew tidak memberitahu rahasia mereka kepada orang lain. Kaew bilang kita bisa membohongi seseorang selamanya tetapi kita tidak bisa membohongi semua orang selamanya. Tom bilang ini tidak akan lama sampai semua selesai. Hujan turun. Mereka berteduh. Tiba-tiba Tom berteriak kaget yang juga membuat kaget Kaew. Ternyata Tom melihat celak mata Kaew luntur sehingga Kaew terlihat menyeramkan. (wkwkw…) Kaew lalu pergi untuk membersihkan wajahnya. Saat berkaca dia malah tertawa melihat wajahnya sendiri. Tom terpesona melihat wajah Kaew yang sudah bersih. Kaew terlihat cantik (udah g kelihatan gothic lagi). Kaew terlihat gugup dan malu.

Kaew bertanya darimana Tom belajar menari, apakah Tom yang menciptakan tarian aneh itu. Tom menjawab namanya Kungfu Hip-Hop versi II. Dia yang menciptakannya sendiri dengan menggabungkan kungfu dan hip-hop. Tom menjawab sambil memperagakannya. Dia menawarkan Kaew untuk mencoba. Awalnya Kaew menolak tapi akhirnya Tom mengajarinya. Mereka menyanyi berdua dalam hujan. Saat menari Tom bertanya mengapa Kaew menciumnya, jika dia orang lain apakah Kaew tetap menciumnya. Kaew malah balik tanya apa niat Tom bertanya seperti itu. Tom pun mengajari Kaew menari.

Paginya Tom pulang. Teung bertanya darimana Tom. Tom sambil tersenyum menjawab untuk apa Teung bertanya. Teung dengan kesal berkata apakah sekarang Tom mulai merahasiakan sesuatu darinya. Tom menjawab bukan begitu maksudnya. Teung bilang Ngeg meneleponnya dan memarahinya. Tom merasa tidak enak. Dia bilang itu kecelakaan kecil. Teung pun marah bagaimana jika orang menyadari suaranya.
”Dasar parau!”
Tom balik marah “Hai gendut. Kenapa kau ini. Kau memanggilku parau ini, parau itu. Kau bukan ayahku jangan membentakku. Jika aku punya suara bagus aku tidak akan merepotkanmu.”
Teung marah: ”Benar. Jika aku tampan aku juga tidak akan merepotkanmu. Aku punya suara bagus, aku juga bisa terkenal. Dasar parau!”
“Gendut.”
“Parau.”
“Gendut dan pendek.”
“Parau.”
“Gendut, pendek, hitam.”
Teung terdiam. “Apa yang kau lakukan?” Teung tidak bisa menjawab.
Teung: ”Orang lain mengejekku. Aku merasa kesal. Tapi kau temanku mengejekku dengan ejekan seperti itu. Sangatlah menyakitkan.” Teung menahan tangis. Tom merasa bersalah. Mereka terdiam. Tom pun pergi ke kamarnya.

Di kamarnya Tom batuk-batuk. Teung mendengarnya dia ingin memeriksa keadaan Tom tapi sungkan. “Hei..Tom. Maaf aku tidak berniat mengejekmu.” Tapi tidak ada jawaban. Teung panik.

Tom dirawat di rumah sakit. Dokter bilang Tom demam karena kehujanan. (Hah..cuma demam aja sampai dirawat di rumah sakit?). Para penggemar Tong Lee Hei menyemut di depan rumah sakit. Kaew bilang ini bagus karena banyak yang mengkhawatirkan Tom. Tom bilang mereka mengkhawatirkan Tong Lee Hei bukan dia. Kaew bilang Tom adalah setengah dari Tong Lee Hei, jika sesuatu terjadi padanya mereka akan begitu sedih.

Sambil batuk Tom bilang,”Tidak akan lama lagi semuanya akan berakhir. Sebentar lagi Tong Lee Hei akan hilang dari ingatan mereke. Dan aku..aku akan kembali pada diriku yang dulu. Dengan begitu aku tidak akan berbohong lagi.”
“Kembali pada dirimu lagi?” tanya Kaew.
“Ya. Kembali menjadi diriku yang sebenarnya,” kata Tom sambil tersenyum.
“Oh ya. Barusan aku melihat Teung. Dia terlihat menyesal,” kata Kaew.
“Itulah yang aku khawatirkan. Jika kami kembali seperti dulu masalah kami hanya pada si gendut itu.”

Saat Tom melanjutkan bicara Teung mulai mendengar. “Jika dia mengakui dia tidak tampan dan menyadari wajahnya tidak menjual dan albumnya gagal dan ditaruh di rak. Aku ragu albumnya akan terjual bahkan satu..” sampai sini Teung pergi dan tidak mendengar kalimat Tom selanjutnya sehingga terjadi kesalahpahaman.
“Tapi ada satu hal yang dia lupakan. Untuk seseorang yang berbakat seperti dia yang menulis lagu sebagus itu, kenyataannya bahwa itu dalah lagunya akan terus hidup..setara dengan beberapa orang tampan. Diriku sebagai contohnya. Untuk orang setampan aku tapi tanpa dirinya aku tidak akan pernah mewujudkan impianku dan tampil di panggung dengan teriakan penggemar seperti ini.”
“Tentu. Tuan Superstar,” kata Kaew.

Tiba-tiba Ngeg dan Salee membuka pintu. Ngeg,”Kalian berhentilah berpacaran. Kemasi barangmu dan ayo pergi sekarang! Cepat! Cepat! Aku tidak mau pers memergoki kita.” Tom memakai masker. Dia duduk di kursi roda dengan didorong Salee. Tapi mereka sudah dicegat para wartawan di luar.

Teung berjalan gontai. Dia mendengar para perawat membicarakan Tong Lee Hei yang sakit parah dan para wartawan yang sedang menunggu. Teung sadar ini akan berbahaya bagi mereka maka dia segera berlari menyusul Tom.
“Bagaimana dengan keadaan Tom?” tanya salah seorang wartawan.
“Dia baik-baik saja hanya demam,” jawab Salee.
“Bagaimana dengan ciuman di atas panggung? Apakah gadis itu pacarnya?”
“Maaf. Saat ini dia dalam keadaan tidak baik. Dia masih belum siap untuk diwawancara. Saat dia siap barulah dia bisa diwawancara,” kata Ngeg.
“Wajar saja jika seorang wanita ingin mencium Tong Lee Hei. Bukankah kalian para wanita ingin menciumnya? Tentu saja..kami mau. Mengapa kalian menanyakannya,” jelas Salee.
“Permisi..permisi. Tolong minggir!” kata wartawan yang dulu mewawancarai Ngeg. “Kami ingin Tong Lee Hei mengatakan sesuatu pada para penggemar. Tolong?”
Ngeg, Salee dan Tom bingung. “Ya..katakanlah sesuatu pada para penggemar! Dan akuilah suara Tong Lee Hei seperti suara bebek yang terkena kanker,” kata Lucy yang tiba-tiba datang.

Semua wartawan kaget mendengar pernyataan Lucy. “Dia tidak bisa menyanyi. Kau tidak akan mati dengan mengaku pada para penggemar kan?” Mereka pun mendesak Tom. Teung datang di belakang para wartawan. Dia ingin maju ke depan tetapi tidak bisa.
“Aku..aku ingin mengatakan pada kalian. Terima kasih atas dukungan kalian. Aku Tong Lee Hei mencintai kalian semua,” kata Tong Lee Hei dengan suara nyaring tidak parau. Semua kaget mendengar suaranya normal. Lalu Tom pura-pura pingsan. Ngeg, Salee dan Kaew langsung membawa Tom ke dalam. Sekarang giliran para wartawan mengerubungi Lucy meminta komentarnya. Lucy pun pingsan (yang ini gak tahu deh pura-pura apa nggak).

Di ruang pasien. Tom bertanya apakah aktingnya bagus. Semua kaget termasuk Teung karena suara Tom kembali parau. Tom bilang untuk orang yang sedang flu suaranya hebat, tidak akan ada yang tahu. Ngeg bertanya apa yang tadi sungguhan, apa yang ada di pikiran Tom. Ngeg meminta Tom menirukan ucapannya. Tom menirukannya dan suaranya tidak parau lagi. Semua kaget apalagi Tom dia mengira ini mimpi sehingga mencubit pipi Ngeg. Tom senang ia tidak bermimpi. Ngeg juga terlihat senang. Teung bingung dan sedih karena dia berpikir pasti mereka tidak membutuhkannya lagi. Dia berkata lirih,”Aku ikut senang Tom.” (sediiihh..melihat wajah Teung yang memelas).

Teung keluar dari kamar pasien. Dia bertemu dokter. Dokter mengatakan suara Tom seperti itu karena efek samping dari flu. (bagi Tom yang bersuara parau jika flu malah merdu ya. Hehe..) Teung pergi dan tidak mendengar penjelasan dokter selanjutnya bahwa ini akan terjadi mungkin hanya sekitar 2 minggu. Teung berjalan gontai dari jendela ia melihat banyak penggemar Tong Lee Hei yang sedang menunggu. Dia terlihat sedih.

 

Di rumah Tom dan Teung semua berkumpul. Salee bilang bukankah sekarang semua baik-baik saja karena selain tampan Tom juga bersuara bagus. Dia mengusulkan untuk membuat album spesial sebagai ucapan terima kasih atas dukungan penggemar. Ngeg menyetujuinya malah ingin membuat konser terima kasih. (hah..cepet amat konser lagi). Tetapi ini konser dan album terakhir. Alasannya karena mereka bisa masuk penjara karena membohongi masyarakat. Ngeg meminta Salee mencari stasiun radio yang bagus untuk wawancara Tong Lee Hei secara langsung. Ia juga meminta Teung siap karena ini pertama kalinya ia diwawancarai langsung. Salee berkata apa Teung perlu pergi juga (aah..Salee ini). Ngeg bilang hanya untuk jaga-jaga. Ngeg meminta Kaew duduk untuk membicarakan konsernya. Karena Kaew duduk otomatis Salee dan Ngek bergeser sehingga Teung yang duduk di pinggir jatuh terduduk di lantai (makin melas aja nih si Teung). Teung berdiri dan melihat Tom menyapa tetangga dengan senang. Teung tersenyum melihat tingkah Tom.

Wawancara dilakukan dengan lancar. Teung tersenyum sedih melihatnya. Penyiar bertanya apa itu lagu Tom sendiri. Tom melihat Teung meminta persetujuannya. Teung mengendikkan bahu tanda setuju. Tom pun mengiyakan. Kaew melihat Tom yang pergi dengan sedih.

Di rumah Teung melihat CD yang berisi lagu barunya dengan sedih. Dia menghembuskan nafas berat. Lalu mulai menulis surat untuk Tom.
“Untuk Tom, temanku. Lagu ini kutulis sejak kita menjadi Tong Lee Hei. Aku menulis lagu ini karena aku merasa senang bahwa kita akan mulai banyak penggemar. Jadi lagu ini kutulis untuk berterima kasih pada mereka. Apa kau ingat? Pom biasa berkata bahwa jika kita berdua tetap bersama keajaiban akan terjadi. Dan sekarang keajaiban memang terjadi. Aku senang. Terima kasih telah membuat laguku..bukan maksudku ‘lagu kita’ didengar oleh banyak orang. Semoga berhasil, Teman!”
Teung pergi naik bis umum.

Esoknya di rumah Tom. Ngeg, Salee dan Tom mendengarkan lagu baru Teung. Ngeg bilang lagu ini indah, mereka tidak perlu mencari lagu baru lagi untuk album baru. Ngeg juga bilang dia ingin semuanya menangis saat mendengar lagu ini. Ngeg baru sadar Teung tidak ada. Ngeg menyuruh Salee meneleponnya. Salee menolak katanya mereka tidak butuh Teung lagi, dia yang akan mengajari Tom bernyanyi. (aduh..Salee ini). Ngeg mengisyaratkan Salee untuk diam supaya Tom tidak sedih.

Tom sangat sedih membaca surat Teung. Kaew bertanya tak inginkah Tom menelepon Teung. Tom menjawab dia sudah melakukannya tapi Teung tidak mau menjawab. Tom menyalahkan dirinya sendiri. Kaew menghibur Tom dengan mengatakan Teung hanya sedikit kesal, saat teman saling marah mereka akan saling memaafkan dan melupakan.

Tom mulai rekaman untuk album baru. Setelah rekaman Salee menyuruh Tom istirahat. Kaew masuk studio. Dia bilang pada Tom bahwa bukankah ini sulit. Menurutnya Teung bernyanyi  dari dalam hati, sepertinya dia menulis untuk orang yang dia cintai. Jika Kaew tidak mengenal baik Tom dia bisa saja cemburu. Tom tidak bergeming. Kaew berkata lagi bukankah Tom merindukkannya maka carilah ia. Kaew berpendapat pasti Teung pergi ke tempat kenangan bersama Tom. Tom tersenyum, dia ingat. “Keajaiban! Teung,” kata Tom lalu pergi. Tapi Tom berbalik lagi dan menciup pipi Kaew,”Terima kasih. Inilah keajaibanku.”

Tom pergi ke klub milik Pom. Dia melihat Teung dan Pom menyanyi dengan gembira.  Melihat Tom mereka berdua berhenti menyanyi. Pom bilang sandal jepit kembali bersama. Sebagai penggemar Tong Lee Hei dia ingin melihat mereka berdua menyanyi. Teung dengan wajah sedih bilang bahwa micnya hanya satu jadi hanya ada 1 penyanyi. “Panggung ini dibuat hanya untukmu,”kata Teung lalu pergi. Tom memanggil Teung namun Teung tetap pergi. Pom bilang,”Jika kau mengambil satu dari sepasang sandal jepit kau tak akan bisa jalan.”

Tom mengejar Teung. Dia berkata dia tidak berniat mencuri pekerjaan Teung, apa yang dia lakukan demi mereka berdua. Bahkan dia tidak ingin menjadi Tong Lee Hei. Teung ingin memotong tapi tidak bisa.
”Aku ingin menjadi Tom yang dulu, temanmu. Tom dengan suara cempreng. Tapi semua ini terjadi begitu saja. Kita harus mengakhirinya dengan baik. Aku tahu kau merasa kecewa? Tidakkah kau tahu aku juga kecewa. Tapi yang terpenting aku ingin lagu kita..maksudku lagumu diterima. Aku ingin semua orang bisa menerima dan mencintaimu. Teung, apa kau mengerti?” kata Tom.

Mereka terdiam.
“Bahkan saat kita bicara. Kau tidak mengijinkanku bicara. Dan sekarang kau punya tempat untuk berdiri dan merasa bangga,”kata teung.
Tom mengangguk-angguk dan berkata dia mengerti sekarang. “Besok konser besarku diselenggarakan. Aku senang!” Lalu Tom pergi.

Besoknya konser berlangsung. Tom selesai menyanyikan sebuah lagu. Dia bersiap untuk lagu berikutnya. “Hari ini aku mempunyai sebuah lagu untuk kalian semua. Lagu ini ditulis teman baikku untukku. Aku selalu berpikir bahwa aku…aku..(suaranya mulai parau lagi) aku tak punya kesempatan untuk menyanyikannya untuk kalian semua. Tapi akhirnya hari itu tiba. Aku harus berterima kasih pada kalian semua. Untuk membuat semua ini mungkin bagiku. Aku dan temanku ingin mempersembahkan lagu ini pada kalian.” Semua bersorak.

Ngeg bertanya keadaan Tom. Tom menjawab dia baik-baik saja. Tom menjawab dengan suara parau. Ngeg dan Salee panik. Tom menutup mata bersiap menyanyi. Kaew juga terlihat panik. Kaew lalu berdiri di belakang Ngeg dan Salee (lagi-lagi bikin kaget hehe..). Kaew membisikkan sesuatu pada mereka.

Tom mulai menyanyi tapi ternyata yang terdengar adalah suara Teung. Ya. Teung kembali untuk menjadi sepasang sandal jepit lagi bersama Tom. Tom terlihat menahan tangis haru. Tom dan Teung saling tersenyum. Mereka bernyanyi bersama diikuti oleh para penggemar. Teung berkata pada Tom lewat headset. “Hei..ini adalah harimu. Aku tahu selam ini kau ingin menyanyi. Silahkan teman, berikanlah yang terbaik.” (waduh..aku ngetik sambil nahan tangis). Tom makin bersemangat menyanyi. Semua terlihat senang termasuk Ngeg dan Salee, Kaew dan juga Eew (penggemar Teung).

Tom dengan suara parau berkata pada Teung, “Jadi bagaimana Tuan Tong Lee Hei? Mau coba lagi.”
Teung :”Tidak. Tidak. Kumohon, ini sudah cukup Tuan Tong Lee Hei. Ini sudah cukup. Menjadi sebuah legenda. Aku rasa kita lebih dari sebuah legenda.” Tom tersenyum.

catatan ringan sejarah indonesia

#Indonesia berkali-kali jatuh kembali saat telah mencoba naik, sejarah mengatakan pada kita dengan jelas. Teriakan para pemimpin diawalnya punya niat yang tulus, setelah bisa merubah keadaan (merdeka, revolusi, reformasi dll) keterlenaan kedekatan yang lama akan harta, tahta dan wanita sekali lagi bahkan berkali-kali menjungkirkan lagi Indonesia dari kemajuan menuju keterpurukan. Begitupun dengan komitmen rakyatnya. Pemimpin dan rakyatnya terperdaya…

#Yang dekat dengan harta, godaannya akan gelimpangan uang. Kala terlalu dekat, membuat halal haramnya tidak dipandang lagi.
#Yang dekat dengan wanita, godaannya rayuan manis cinta. Kala terlalu dekat, membuat sah dan tidaknya tak dianggap lagi.
#Yang dekat dengan tahta, godaannya eklusifitas pangkat jabatan yang menggoda.
Kala terlalu dekat, membuat mempertahankkannya baik atau buruk tak difikirkan lagi.

PARA PENJELAJAH DUNIA DARI VASCO DA GAMA HINGGA IBNU BATUTAH

Judul               : PARA PENJELAJAH DUNIA DARI VASCO DA GAMA HINGGA IBNU BATTUTA

Penulis             : Wahyu Murtiningsih

Editor             : Maryah Ulfa

Tata  Sampul   : Ferdika

Tata Isi            : Bambang

Pencetak          : Antini, Dwi, Yanto

Cetakan Pertama

November 2012

Warna Cover   : Coklat

Tebal Buku      : 268 halaman

Penerbit           : DIVA Press (Anggota IKAPI)

 

1

Vasco da Gama

            Vasco da Gama berasal dari Portugis. Penjelajah yang lahir sekitar tahun 1469 ini ditugaskan oleh Raja Portugis (Raja Imanuel I) untuk menemukan negeri-negeri Kristen di Benua Timur dan untuk mendapatkan akses Portugis ke pasar komersial di benua Timur. Maka pada 8 Juli 1497, ia berangkat melakukan ekspedisi dengan membawa empat kapal dan 170 orang kelasi, termasuk penerjemah Bahasa Arab.

            Vasco da Gama kemudia berlayar menuju Tanjung Verde. Lalu ia berlayar ke selatan, jauh di luar Samudera Atlantik (tidak menelusuri Pantai Afrika seperti yang dilakukan oleh Bartolomeus Dias pada 1488). Kemudian, Vasco da Gama berlayar menuju selatan berbelok ke timur hingga Tanjung Harapan. Akibatnya, kapal-kapal rombongan ekspedisi tersebut tidak terlihat dari daratan selama 93 hari.

Pada 22 November, Vasco da Gama mengitari Tanjung Harapan, kemudian berlayar ke utara menyusuri Pantai Timur Afrika. Selama melakukan pelayaran ini, ia singgah diberbagai kota yang dikuasai oleh orang muslim, termasuk Mambasa dan Malindi (sekarang Kenya). Selanjutnya, ia membawa penduduk Malindi sebagai petunjuk jalan dari Laut Arab ke India. Perjalanan tersebut memakan waktu 23 hari.

Pada 20 Mei 1498 (sekitar sepuluh bulan setelah berangkat), rombongan yang dipimpin oleh Vasco da Gama tiba di Calicut. Kota ini merupakan pusat perdagangan terpenting di India bagian Selatan. Awalnya, rombongan ekspedisi tersebut disambut oleh Zamorin, penguasa Hindu di Calicut, dengan sangat baik. Namun, setelah mengetahui upeti yang yang dipersembahkan rombongan Vasco da Gama, Zamorin merasa kecewa. Sebab, upeti tersebut dinilai terlalu murah harganya.

Selanjutnya, rombongan ekspedisi Vasco da Gama berunding dengan para penguasa setempat, sehingga menghasilkan Wyatt Enourato. Karena para pedagang muslim menguasai rute perdagangan di Samudera Hindia, transaksi perdagangan antara Vasco da Gama dan Zamorin menjadi terhambat. Akhirnya, pada bulan Agustus, Vasco da Gama memutuskan untuk meninggalkan Calicut. Raja setempatpun memberinya muatan berupa aneka rempah-rempah untuk disampaikan kepada pemerintah Portugis.

Perjalanan pulang rombongan Vasco da Gama melintasi Laut Arab dan memakan waktu sekitar tiga bulan. Dalam perjalanan tersebut, awak kapal Portugis banyak yang mati akibat terserang penyakit darah (kebanyakan mengkonsumsi daging, namun kurang asupan buah dan sayur). Akhirnya hanya dua kapal yang berhasil kembali ke Portugis. Kapal pertama berlabuh pada 10 Juli 1499, sedangkan kapal yang kedua yang ditumpangi Vasco da Gama baru berlabuh dua bulan kemudian, tepatnya pada 9 September 1499. Walaupun hanya 55 anak kapal yang dapat bertaha hidup, raja Portugis menganggap ekspedisi tersebut menuai sukses besar.

Enam bulan kemudian, Raja Portugis mengirim ekspedisi lanjutan dibawah pimpinan Pedro Alvares Cabral. Pedro Alvares Cabraltiba di India pada saat yang tepat, sehingga dapat membawa rempah-rempah dalam jumlah yang banyak. Namun, sebagian anak buahnya terbunuh di Calicut. Pada ekspedisi tersebut, ia juga berhasil menemukan rute perjalanan ke Brazil.

Pada tahun 1502, raja Portugis kembali mengirim Vasco da Gama kembali ke Calicut untuk melakukan serangan pembalasan. Vasco da Gama membawa dua puluh kapal. Diluar perairan Pantai India, ia berhasil merampas sebuah kapal Arab yang sedang melintas. Setelah semua muatan dipindahkan ke kapal Portugis, kapal itu kemudian dibakar ditengah laut. Akibatnya, semua penumpang yang berada di atas kapal ini, termasuk wanita dan anak-anak, musnah.

Sesampainya di Calicut, Vasco da Gama meminta kepada Zamorin untuk menghalau umat muslim dari pelabuhan. Karena Zamorin merasa bimbang, Vasco da Gama menangkap sekaligus membunuh raja tersebut. Setelah itu, ia mengebom pelabuhan dan hanya menyisakan 37 orang pelaut India.

Dalam perjalanan pulang ke negaranya, Vasco da Gama mendirikan beberapa koloni Portugis di Afrika Timur. Berkat prestasinya tersebut, ia memperoleh hadiah besar dari Raja Portugis. Selain diberi gelar kebangsawanan, ia juga diberi hadiah perkebunan, jaminan pensiaun dan sejumlah uang.

Karena berhasil mengatasi segala permasalahan yang muncul di India, pada tahun 1524, Vasco da Gama kembali diutus ke anak benua itu untuk menggantikan posisi Eduardo de Manezes sebagai raja muda (wakil) dari wilayah kekuasaan Portugal. Namun, setibanya di kota Kochi, Goa pada malam Natal tahun 1524, Vasco da Gama terserang malaria dan akhirnya meninggal dunia.

Vasco da Gama dimakamkan di Gereja St. Francis, Fort Kochi, Kochi. Kemudian pada tahun 1539, kerangkanya dipindahkan ke Portugal dan dimakamkan kembali disebuah kuburan yang indah di Vidigueira. Selanjutnya untuk menghormati pelayaran ke India, dibangun Biara Hieronimit di Belem.

Setelah melakukan perdagangan baru ke Timur, Portugis menjadi negara terkaya di Eropa. Portugis mendirikan koloni-koloni jajahan diseputar Samudera Indonesia dengan cepat. Selain itu, Portugis juga mendirikan benteng-benteng dan pos-pos serdadu di India, Indonesia, Madagaskar, Pantai Timur Afrika, dan lain sebagainya. Portugis berhasil mempertahankan daerah jajahannya hingga pertengahan abad ke-20.

Pembukaan jalur perdagangan baru yang dilakukan oleh Vasco da Gama mengakibatkan perdagangan kaum muslim mengalami kemunduran. Pedagang-pedagang muslim tersebut dapat dikalahkan dan digantikan oleh Portugis dalam waktu singkat. Selain itu, jalur perdagangan darat dari India ke Eropa menjadi tidak terpakai, karena Portugis berhasil merintis jalur laut menuju Afrika dengan biaya yang lebih murah.

Meluasnya daerah jajahan Portugis ke Timur merupakan “pukulan pahit” bagi negara Turki Ottoman dan Italia (misalnya Venesia), yang sebelumnya menguasai perdagangan ke Timur. Sedangkan, negara-negara Eropa lainnya dapat memperoleh barang-barang dari Timur Jauh dengan harga lebih murah dari pada sebelumnya. Dengan begitu, pengaruh terbesar perjalanan Vasco da Gama bukan saja ke Eropa atau Timur Tengah, melainkan ke India dan Asia Tenggara.

Sebelum tahun 1498, India merupakan negara terpencil yang terasing dari Eropa. Perjalanan Vasco dan Gama berhasil “mendobrak” keterasingan negara ini sekaligus “menyuguhkan” kebudayaan Eropa lewat jalur laut secara langsung. Hingga pertengahan abad ke-19, pengaruh Eropa di India semakin kuat. Bahkan, seluruh wilayah anak benua itu berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inggris.

2

Chistopher Columbus

            Christopher Coumbus lahir pada 30 Oktober 1951. Orang Italia yang hijrah ke Spanyol ini berkeyakinan bahwa bumi berbentuk bulat, sehingga kapal laut dapat mencapai Timur Jauh, walaupun berangkat dari arah yang berbeda. Maka, iapun berusaha menyakinkan pihak kerajaan agar bersedia mendanai penjelajahan atau penelitiannya.

Pada Agustus 1492, Chistoper Columbus berangkat berlayar. Setelah berlayar selama sepuluh minggu, ia melihat sebuah pulau di Bahamas (yang selanjutnya disebut San Salvador). Iapun berasumsi bahwa dirinya telah menemukan sebuah pulau di dekat wilayah Jepang. Lalu, ia berlayar ke Kuba (yang dikira Cina) dan Haiti. Ketika bertemu penduduk berkulit gelap, Chistopher Columbus berpikir bahwa mereka adalah orang-orang Indian, karena ia berasumsi sedang berlayar di Samudera Hindia.

Pada 12 Oktober 1492, Christoper Columbus melakukan perjalanan dari Samudera Atlantik hingga Benua Amerika. Perjalanan ini didanai oleh Ratu Isabella dari Castilian, Spanyol, (sebelum sang ratu telah berhasil menaklukan Andalusia). Christopher Columbus mengira bahwa pulau yang ditemukannya masih “perawan” dan belum berpenghuni sama sekali. Oleh karena itu, ia berorientasi untuk menjadikan pulau tersebut sebagai perluasan wilayah Spanyol.

Christopher Columbus kaget saat menemukan bangunan yang sama persis dengan bangunan yang pernah dilihatnya ketika mendarat di Afrika. Bangunan megah itu adalah masjid yang digunakan oleh orang-orang Islam untuk beribadah. Awalnya, ia disambut oleh suku Indian dengan ramah. Namun, setelah niat buruknya terbongkar, ia mendapat resistensi dari penduduk setempat. Bahkan, beberapa armada kapal milik rombongan Christopher Columbus ditenggelamkan oleh suku Indian. Meraka merasa terganggu dan terancam oleh oleh kedatangan Christopher Columbus.

Penemuan benua Amerika oleh Christopher Columbus ini merupakan tonggak penting dalam sejarah. Sebab, bangsa Eropa kemudian menjadikan benua tersebut sebagai tempat pemukiman baru dan tempat penyebaran penduduk. Selanjutnya, berbagai kekayaan mineral dan isi bumi yang terkandung didalamnya dieksplorasi untuk mengubah “wajah” Eropa. Namun, disisi lain, penemuannya mengakibatkan kebudayaan bangsa Indian hancur.

Sementara itu, Ratu Isabella pernah berjanji bahwa Christopher Columbus akan diangkat menjadi gubernur di pulau yang berhasil ditemukannya. Akan tetapi, sebagai seorang administrator, Chistopher Columbus dinilai tidak becus, sehingga dipecat dari jabatannya. Kemudian, ia dikirim pulang ke Spanyol dengan tangan terbelenggu. Sesampainya di Spanyol, ia dibebaskan, namun tidak pernah diberi jabatan lagi. Akhirnya, pada tahun 1506, ia meninggal dunia.

Sebenarnya, Christopher Columbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai di benua itu. sebab, secara luas telah diakui bahwa sebelumnya orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara dan mendirikan koloni L’Anseaux Meadows disana. Selain itu, telah diyakini pula bahwa ada pelaut yang tidak diketahui namanya pernah melawat ke Amerika sebelum Chistopher Columbus datang ke tempat tersebut. Dengan demikian, ada banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika.

 

3

Marco Polo

            Marco Polo lahir pada 15 September 1254. Ia adalah pedagang sekaligus penjelajah yang berasal dari Italia. Ia pergi ke Cina pada masa pemerintahan Dinasti Mongol. Ia terkenal karena kisah-kisahnya dianggap sangat menarik dan aneh bangsa Eropa. Sebab, pada masa itu, bangsa Barat tidak mengenal dunia Timur.

Sebagian cendikiawan berpendapat bahwa Marco Polo memang pernah pergi ke Cina, namun tidak mengunjungi semua tempat yang ada di sana (misalnya Xanadu) seperti yang digambarkan di dalam karyanya. Bagi bangsa Indonesia, salah satu kisah Marco Polo yang menarik adalah cerita tentang unicorn (kuda bertanduk satu). Menurut pengakuannya, ia telah menjumpai unicorn di Pulau Sumatera. Akan tetapi, ilmu pengetahuan membuktikan bahwa yang ditemukan oleh Marco Polo bukan unicorn, melainkan badak Sumatera.

Pada tahun 1271, Marco Polo bersama ayah dan pamannya berlayar ke Cina. Pelayaran ini disebut-sebut sebagai penjelajahan teragung sepanjang zaman karena memakan waktu selama 24 tahun. Sekembalinya dari pelayaran tersebut, Marco Polo bercerita tentang kekayaan, keindahan, dan hal-hal ganjil yang ditemuinya selama penjelajahan. Sayangnya, orang-orang tidak mempercayai ceritanya tersebut.

Di negeri Cina, Marco Polo menemukan banyak hal yang belum diketahui oleh orang-orang Eropa. Misalnya orang Cina telah menciptakan serbuk letupan yang digunakan untuk membuat bunga api dan buku cetak dari balok kayu berukir. Bahkan, ia juga menceritakan bahwa orang Cina telah membuat uang kertas. Tentu saja, menurut orang Eropa, hal ini tidak masuk akal.

Selain itu Marco Polo juga melaporkan tentang misteri batu hitam yang bisa dikorek dan dibakar seperti kayu api (batu arang). Ia juga mencatat hal-hal pelik yang pernah dilihatnya, seperti mata air yang mengeluarkan minyak panas dan biri-biri besar yang memiliki tanduk bergulung. Ia juga mencatat masalah pertanian, pertukangan, penduduk, agama, dan adat resam. Selin itu, ia juga mencatat tentang sutera, halia (jahe) yang digunakan sebagai bahan rempah-rempah yang pedas, kunyit yang banyak digunakan sebagai perasa makanan sekaligus pencelup asli, dan tanah yang digunakan untuk membuat tembikar. Beberapa abad kemudian, barang-barang ini sampai ke dunia Barat.

Kublai Khan tertarik pada Marco Polo, sehingga mengangkatnya sebagai wakil isitana. Selanjutnya, Marco Polo membantu Kublai Khan untuk menjalankan misi diplomasi ke Tanah Melayu, Sumatera, tibet, dan Ceylon. Selain itu, Marco Polo juga melawati ke India dan Burma, serta membuat catatan mengenai negara-negara tersebut.

Marco Polo juga membuat catatan mengenai keberadaannya di Sumatera. Di dalam catatan tersebut, dijelaskan bahwa ia sampai di Pasai pada tahun 1292. Pada masa itu, kerajaan Pasai berada di bawah pemerintahan Raja Pasai ke-12, Sultan Abdul Jalil al-Malikul Saleh (tahun 1276-1300)

Selain singgah di Pasai, Marco Polo juga melawat ke Perlak. Kemudian, ia mengunjungi Basman yang penduduknya mengaku berada di bawah pemerintahan Kublai Khan. Namun, mereka tidak mengenal undang-undang, kecuali undang-undang rimba. Sementara itu, di Bandar Sumatera, Marco Polo sempat tinggal selama enam bulan untuk menanti putaran angin. Disana, ia menikmati minuman sejenis tuak yang terbuat dari pohon enau. Konon selama di Sumatera ia beserta rombongan ditempatkan di dalam seabuah kemah dan dikawal dengan ketat supaya tidak diganggu oleh penduduk setempat yang gemar makan daging manusia.

Setelah itu Marco Polo melawat ke Bandar Dgroin (sekarang Pedir). Disana ia melihat upacara cannibalistic (acara makan daging sesama manusia). Selanjutnya ia pergi ke Lambri, sebuah bandar pelabuhan yang dihuni oleh orang-orang aneh karena memiliki ekor. Akhirnya, ia mengunjungi Bandar Fansur, sebuah bandar yang terkenal karena kapur barus yang bermutu tinggi.

Perlu diketahui bahwa keluarga Marco Polo bekerja kepada Kublai Khan selama tujuh belas tahun. Pada tahun 1292, mereka kembali ke Venice. Dari Hormus, mereka mengikuti jalan darat ke Venice melalui Konstantinopel. Perjalanan mereka memakan waktu selama tiga tahun. Jadi sesampai di Venice, mereka telah mengembara selama 24 tahun. Waktu itu, Marco Polo telah berumur 39 tahun.

Saat terjadi peperangan antara Venice dan Genoa, Marco Polo ditawan karena mempertahankan bandarnya. Semasa di penjara, ia menceritakan pengalamannya kepada Rustichello. Kemudian, Rustichello menerbitkan buku yang berjudul The Travels of Marco Polo. Buku ini banyak mempengaruhi penjelajahan berikutnya, seperti yang dilakukan oleh Chistopher Columbus. Bahkan, bangsa Eropa, terutama Portugis, menjadi gaiat mencari rempah-rempah ke Asia Tenggara, terutama Indonesia. Marco Polo meninggal pada 8 Januari 1324.

 

4

Ferdinand Magellan

            Fernando de Magelhaens atau yang selanjutnya disebut Ferdinand Magellan lahir pada tahun 1480. Ia disebut-sebut sebagai orang pertama yang melakukan pelayaran dari Eropa ke Asia melewati Samudera Pasifik. Ekspedisi yang dialakukannya diakui sebagai penjelajahan terhebat sepanjang sejarah umat manusia.

            Pada tahun 1519, Ferdinand Magellan berlayar meninggalkan Spanyol menggunakan lima kapal kecil yang terbuat dari kayu dan panjangnya sekitar 21 meter. Bersama 265 orang kelasi, ia berlayar menuju tempat yang tidak diketahui.

            Dalam perjalanan pulang ke Eropa, rombongan Ferdinand Magellan sempat singgah di Hindia Timur. Setelah berhasil melewati masa-masa sulit, ia tewas dibunuh oleh Datuk Lapu-Lapu di Filipina. Namun, delapan belas orang kelasi berhasil menyelamatkan diri menggunakan sebuah kapal. Akhirnya, pada tahun 1522, mereka tiba kembali di Spanyol. Dengan demikian, ekspedisi Ferdinand Magellan memakan waktu sekitar tiga tahun. Ekspedisiini berhasil membuktikan bahwa dunia benar-benar berbentuk bulat.

            Tidak seperti perjalanan Vasco da Gama, perjalanan Ferdinand Magellan tidak berpengaruh besar bagi bangsa Eropa dan dunia Timur. Rute yang telah ditempuhnya juga tidak dianggap sebagai rute perdagangan penting. Bahkan, beberapa kapten yang memberontak membuat laporan yang menyimpang mengenai Ferdinand Magellan. Orang-orang Spanyol menodai reputasinya dengan mengatakan bahwa ia adalah orang yang bengis dan tidak becus. Sedangkan, orang-orang Portugis menganggapnya sebagai seorang pengkhianat. Namun, berkat jusaha Pigafetta, salah seorang dari delapan belas navigator yang selamat dan keterangan dari lima orang anggota ekspedisi tersebut, nama Magelhaens mendapat tempat di dalam catatan sejarah dunia.

 

5

Alfonso de Alberque

            Alfonso de Alberquerque adalah pelaut terkenal dari Portugis. Ia berperan dalam pembentukan pemerintahan kolonia Portugis di Asia. Ia lahir pada tahun 1453 di Alhandra. Ibunya bernama Leonor de Manezes, sedangkan ayahnya bernama Lord of Vila Verde dos Francos. Sang ayah memegang posisi penting di pemerintahan. Selain itu, ia masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Kerajaan Portugis.

            Pada masa kekuasaan Afonso V dari Portugis, Alfonso de Alberque mendapat pendidikan matematika dan Latin klasik. Setelah Alfonso V wafat, Alfonso de Alberquerque bekerja di Arzila, Maroko. Tak lama kemudian, ia kembali ke negaranya dan ditunjuk sebagai penasihat.

            Setelah Alfonso de Alberquerque dewasa dan telah berkarier dibidang militer cukup lama (sekitar tahun 1503), ia dikirim untuk melakukan ekspedisi pertama ke India. Ia dan sepupunya yang bernama Francisco de Alberquerque berlayar, Duarte Pacheco Pereira dan Nicolau Coelho. Mereka berpartisipasi dalam beberapa pertempuran melawan pasukan Zamorin dari Calicut (Calecute, Kozhikode). Setelah berhasil mengantarkan Raja Cohin (Cohim, Kochi) menduduki tahta kerajaaan dengan aman, meraka diizinkan untuk membangun benteng Portugis di Cochin. Selain itu, mereka juga disebut-sebut ikut membantu meletakkan dasar kerajaaan negara mereka di Timur.

            Setelah Malaka aman, pada bulan November, Alvonso de Alberquerque mempelajari letak lokasi “kepulauan rempah-rempah”. Kemudian, ia mengirimkan tiga kapal untuk melakukan ekspedisi Timur guna mencari rempah-rempah. Ia menunjuk Antonio de Abreu sebagai komandan rombongan ekspedisi dan Francisco Serralo sebagai wakilnya.

            Selain itu, Alfonso de Alberquerque merekrut orang Melayu untuk membimbing rombongan ekspedisi menuju Kepaulauan Banda melawati Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, dan Pulau Ambon. Akhirnya, pada awal tahun 1512, rombongan tersebut tiba ditempat tujuan. Disana, mereka tinggal selama kurang lebih satu bulan. Mereka membeli pala dan cengkih untuk mengisi kapal mereka.

            Akhirnya, Alfonso de Alberquerque meninggal di Goa pada 16 Desember 1515. Perlu diketahui bahwa ia termasuk penulis yang produktif. Ia menulis banyak surat yang ditujuakan kepada raja untuk melaporkan segala hal, baik masalah kecil maupun strategi utama. Selanjutnya pada tahun 1557, koleksi surat-suratnya itu diterbitkan oleh anaknya.

 

6

Charles Darwin

Charles Robert Darwin lahir pada 12 Februari 1809 di Shrewsbury, Inggris. Kakeknya yang bernama Erasmus Darwin adalah dokter sekaligus filsuf terkenal. Sedangkan, ayahnya bernama Josiah Wedgwood. Sang ayah adalah pembuat barang-barang tembikar yang sangat ternama.

            Charles Darwin memperoleh pendidikan disekolah dasar yang terletak di dekat rumahnya. Sekolah ini menyediakan fasilitas asrama. Setelah berusia 26 tahun, ia pergi ke Edinburgh untuk mempelajari ilmu kedokteran, namun tidak berhasil menjadi seorang dokter. Maka ketika berumur 20 tahun, ia memutuskan pindah ke Christ College, Cambridge, dan belajar menjadi seorang pendeta. Karena lebih senang mengumpulakn serangga, berburu, menunggang kuda, dan bergaul dengan teman-temannya, ia sering mengabaikan tugasnya sebagai mahasiswa.

            Charles Darwin bertemu dengan banyak ilmuan, sehingga mendorong untuk belajar ilmu pengetahuan alam. Suatu hari, seorang profesor botani bernama John S. Henslow memberikan kepada Charles Darwin bahwa kapten kapal yang bernama Robert Fitz Roy sedang mencari penyelidik alam yang mau bekerja di Beagle tanpa digaji. Beagle adalah sebuah kapal angkatan  laut Inggris yang bertugas melakukan survei pemetaan di garis pantai Amerika Selatan selama lima tahun. Kapal ini juga akan melakukan perjalanan keliling dunia.

            Maka pada tahun 1831, dengan membawa perlengkapan sederhana, Charles Darwin memulai penjelajahan menggunakan kapal Beagle. Pertama kali, ia menjumpai pulau tropis, yaitu Pulau Sao Tiago di Kepulauan Tanjung Verde. Dipulau ini, ia mengamati dan mengumpulkan specimen dengan penuh semangat, meskipun tidak begitu cermat. Selanjutnya, hasil pengamatan geologis yang mencakup deskripsi pembentukan karang dan hipotesis asal usul pulau vulkanik ini diterbitkan.

            Dalam perjalanan menuju pedalaman Bahia, Braszil, Charles Darwin mengamati seekor kelelawar pengisap darah yang sedang menghisap darah seekor kambing. Selain itu, ia juga memeriksa berbagai fosil dan hewan unik. Ketika berada di Conception, Chili, ia mengalami gempa bumi. Hal ini memperkuat teorinya tentang peranan gempa bumi dalam mengubah ketinggian tanah.

            Pada 15 September 1835, kapal Beagle tiba di Kepulauan Gelapagos. Kemudia Charles Darwin mengadakan pengamatan dan pengumpulan data. Dikepulauan yang meliputi sepuluh pulau vulkanik besar ditemukan beberapa hewan yang berasal dari daratan Amerika Selatan dari masa geologi lampau. Isolasi tersebut memungkinkan populasi hewan dari berbagai pulau menghasilkan sifat-sifat campuran genetik tersendiri atau menyimpang dari hewan-hewan pulau lain. perbandingan jumlah populasi hewan tersebut membuktikan adanya perubahan evolusi.

            Maka Charles Darwinpun memikirkan mekanisme jenis-jenis makhluk hidup baru secara lebih mendalam. Hal ini memunculkan pemikirannya tentang asal usul jenis-jenis makhluk hidup yang diterbitkan 24 tahun kemudian.

            Pada tahun-tahun terakhir, perjalanan kapal Beagle difokuskan ke lautan selatan sekaligus berkeliling dunia. Charles Darwinpun mengumpulkan berbagai hewan dan tumbuhan dari berbagai Australia dan pulau-pulau lainnya. Selain itu juga ia menyelidiki terumbu karang di laut sekitar Australia. Dikemudian hari, hasil penelitian ini dijasikan sebagai bahan untuk menyusun karyanya tentang cara terbentuknya terumbu karang dan atol.

            Pada Oktober 1836, kapal Beagle tiba kembali di Inggris. Charles Darwin pun merasa heran saat dirinya sudah dikenal oleh masyarakat ilmiah. Ternyata, surat-surat yang berisi petualangannya dan cuplikan koleksinya, yang dikirimkan kepada teman-temannya di Inggris, telah diedarkan dan dibacakan dihadapan kelompok-kelompok universitas. Maka, Charles Darwin pun sibuk memberikan kuliah, membagikan koleksinya ke museum-museum dan mengawasi penerbitan laporan resminya.

            Konsep Charles Darwin mengenai evolusi akibat seleksi alam memberikan kerangka terhadap ilmu biologi. Konsep ini menyatakan bahwa individu-individu dari suatu jenis makhluk hisap tidak sama persis, tetapi memperlihatkan variasi yang berbeda beda, ada invidu yang menyesuaikan diri dan ada pula yang berkembang biak. Namun, variasi individu, akibat proses penyesuaian diri tersebut lebih baik daripada hasil perkembangbiakan.

            Teori yang dikemukakan Charles Darwin memang tidak mengandung mekanisme proses evolusi secara terperinci. Namun, teori ini mampu memberikan teori depresi yang mendasari penemuan-penemuan berikutnya. Oleh karena itu, ia dianggap sebagai salah pendiri utama ilmu pengetahuan modern tentang ekologi dan etologi.

            Kemudian, Charles Darwin menulis ide mengenai evolusi ke dalam sebuah buku yang berjudul The Origin of Species. Buku tersebut mengulas teori evolusi yang bersumber dari hasil pemikiran dan observasinya yang sangat radikal. Awalnya, ia merasa ragu-ragu untuk mnerbitkan buku itu. namun , berkat dorongan Alfred Russel Wallace, Charles Darwin pun akhirnya menerbitkan buku itu.

 

7

James Cook

            James Cook lahir pada 27 Oktober 1728. Ia adalah seorang penjelajah sekaligus navigator Inggris. Ia melakukan penjelajahan ke Samudera Pasifik selama tiga kali, sehingga berhasil menentukan dan memetakan garis-garis pantai utama diwilayah itu. ia adalah orang Eropa pertama yang mengunjungi Hawaii sekaligus orang Eropa kedua yang berhasil mencapai Selandia Baru – setelah Abel Tasman – sekaligus memetakan seluruh garis pantainya.

            James Cook memulai kehidupan sebagai pelaut sejak remaja dengan bekerja di kapal komersial. Lalu, ia bergabung dan menjadi kapten angkatan laut Inggris (Royal Navy). Kemudian ia mulai menjelajahi ke Amerika Utara dan membuat peta New Foundland serta daerah seputar Quebec. Selanjutnya, ia ditunjuk memimpin pelayaran Inggris ke Pasifik guna mencari sebuah benua yang hilang disebelah selatan khatulistiwa (Terra Australis). Maka iapun melakukan penjelajahan keliling dunia melalui Samudera Pasifik.

            James Cook melakukan pelayaran pertama pada tahun 1768-1771 dengan kapal Endeavor. Tujuan penjelajahan ini adalah meneliti sekaligus merekam jejak lintasan planet Venus terhadap matahari. Ia berangkat dari Inggris menuju Atlantik, lalu ke Cape Horn, kemudian berbelok ke Barat menuju Tahiti. Selanjutnya, ia menuju Pantai Tenggara Australia, lalu menyusuri Pantai Timur Australia. Ia berjumpa dengan penduduk asli Australia, sehingga memutuskan untuk mendarat di Benua Australia, yaitu di Botany Bay. Selanjutnya, ia berlayar ke Batavia menuju Tanjung Harapan dan kembali ke Inggris.

            Setahun kemudian, James Cook diminta oleh Royal Society untuk menemukan Terra Australis guna membuktikan mitos tentang adanya benua besar di wilayah selatan yang berfungsi sebagai penyeimbang benua yang berada dibagian utara. Maka iapun melakukan pelayaran  kedua dengan kapal Resolution. Pelayaran ini berlangsung selama tiga tahun, yaitu tahun 1772-1775. Ia melakukan penjelajahan dari arah barat ke timur, yaitu dari Tanjung Harapan yang berada diujung selatan Afrika menuju lingkaran Antartika. Lalu ia bergerak ke timur menuju Samudera Pasifik. Dalam penjelajahan kali ini, ia berhasil membuktikan bahwa K1 kronometer dapat digunakan untuk menghitung longitude (garis bujur) secara lebih tepat.

            Pada tahun 1776-1779, James Cook melakukan pelayaran ketiga dengan kapal Resolution ke Tahiti. Ia sempat mendarat di Kauai, Hawaii, dan berlayar ke arah utara menyusuri sepanjang pesisir barat Amerika Utara menuju Selat Bering. Karena selat ini tidak bisa dilalui, ia memutuskan kembali ke arah selatan dan mendarat di Big Island Hawaii. Disini, ia terliabat konflik dengan penduduk setempat, sehingga ia beserta empat anak buahnya tewas. Berdasarkan catatan sejarah, ia meninggal dunia pada 14 Februari 1779 dalam umur 50 tahun. Akhirnya, sisa rombongan kapal Resolution pun kembali ke Inggris.

 

8

Abel Tasman

            Abel Tasman lahir pada tahun 1603 di Ludjegast, Groningen. Ia adalah penjelajah sekaligus pedagang berkebangsaan Belanda. Ia menjadi terkenal setelah melakukan penjelajahan pada tahun 1642 dan 1644 untuk VOC. Ia merupakan orang Eropa pertama yang berhasil mencapai Kepulauan Tanah Van Diemen (sekarang Tasmania) dan Selandia Baru. Iapun berhasil melihat Kepulauan Fiji (tahun 1643).

            Abel Tasman beserta anak buahnya berhasil mencapai dan memetakan beberapa daerah bagian Australia, Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik. Selanjutnya, ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai tuan tanah di Batavia. Akhirnya, ia meninggal pada 10 Oktober 1959 di Batavia.

 

9

Amerigo Vespucci

            Amerigo Vespucci lahir pada 9 Maret 1454. Ia adalah seorang pedagang, penjelajah sekaligus pembuat peta yang berasal dari Italia. Ia memegang peranan penting dalam penjelajahan pantai timur Amerika Selatan pada tahun 1499-1502.

            Dalam perjalanannya yang kedua, Amerigo Vespucci menemukan bahwa wilayah Amerika Selatan memanjang ke arah selatan lebih jauh dari pada yang diperkirakan orang-orang Eropa sebelumnya. Oleh karena itu Amerigo Vespucci menyimpulkan bahwa wilayah tersebut tidak termasuk wilayah India, tetapi merupakan benua baru. Kemudian, ia memberi nama benua baru itu Amerika.

Pada tahun 1507, Martin Waldseemȕller menerbitkan peta dunia. peta tersebut mencantumkan Benua Amerika. Akhirnya pada 22 Februari 1515, Amerigo Vespucci meninggal dunia dalam usia 60 tahun.

 

10

Cheng Ho

            Cheng Ho berasal dari provinsi Yunnan yang terletak di Asia Barat Daya. Ia lahir pada tahun 1371 dari keluarga muslim taat dan telah menjalankan ibadah haji. Konon, saat berusia 10 tahun, ia ditangkap oleh tentara Ming di Yunnnan. Sebab, Pangeran dari Yen, Chung Ti, sangat tertarik saat melihat Cheng Ho kecil yang pintar, tampan dan taat beribadah. Kemudian, Cheng Ho diangkat oleh Chung Ti menjadi anak asuhnya. Cheng Ho pun tumbuh menjadi pemuda brilian dan pemberani.

            Pada tahun 1406, saat Kaisar Cheung Tsu berkuasa, Cheng Ho diangkat menjadi admiral utama armada laut. Lalu, ia ditugaskan untuk memimpin ekspedisi pertama ke Laut Selatan. Kemudian, ia melakukan ekspedisi ke Asia Barat Daya dan Asia Tenggara sebanyak tujuh kali.

            Selama 28 tahun (1405-1433 M) Cheng Ho telah melakukan pelayaran muhibah ke berbagai penjuru dunia. ia telah memimpin kurang lebih 27.800 awak kapal dan 208 kapal, baik berukuran kecil, menengah, maupun besar. Selama kurun waktu tersebut, telah tercipta kurang lebih 24 buah peta navigasi yang berisi geografi lautan.

            Perlu diketahui bahwa misi pelayaran muhibah yang dilaksanakan oleh Cheng Ho bukan untuk melakukan ekspansi, melainkan untuk urusan perdagangan, diplomasi, perdamaian dan persahabatan. Dengan kata lain, pelayaran Cheng Ho merupakan pelayaran yang menajubkan. Tentu saja penjelajahan tersebut berbeda dengan pengembaraan yang dilakukan oleh para pelaut Barat, seperti Chistopher Columbus, Vasco da Gamma, dan lain sebagainya.

            Beberapa sumber menyebutkan bahwa anak buah Cheng Ho yang bernama Ma Huan dan Guo Chong Li sangat mahir berbahasa Arab dan Persia. Sementara itu, muridnya yang bernama Ha San adalah seorang ulama. Meskipun ekspedisi Cheng Ho tidak bertujuan menyebarkan Islam, banyak penduduk diwilayah yang meraka singgahi memeluk Islam. dengan begitu, etnis Tionghoa berperan besar dalam penyebaran agama Islam di Nusantara. Bahkan, beberapa sumber menyatakan bahwa beberapa anggota Wali Songgo yang berperan penting menyebarkan Islam di Jawa berdarah Tionghoa.

            Cheng Ho tercatat sebagai penjelajah yang menggunakan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia. ia juga memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa.selain itu, ia termasuk pemimpin yang arif dan bijaksana. Hal ini dibuktikan dengan tidak pernahnya ia dan anak buahnya menjajah negara atau wilayah tempat armada merka merapat.

            Ekspedisi Cheng Ho menggunakan armada raksasa yang terdiri atas 62 kapal besar dan belasan kapal kecil. Kapal yang ditumpangi oleh Cheng Ho disebut sebagai kapal Pusaka. Kapal ini merupakan kapal terbesar pada abad ke-15. Panjang kapal tersebut mencapai 140 meter dan lebar 56 meter atau 5 kali lebih besar dari pada kapal Chistopher Columbus.

            Pada pelayaran muhibah ke-7 (tahun 1432-1433), Cheng Ho telah berhasil menjalankan misi Kaisar Ming Ta’i-Teu (yang berkuasa tahun 1368-1398), yaitu menjalankan ibadah haji bagi keluarga Istana Ming. Namun kala itu, misis ini sengaja dirahasiakan, sebab bagi keluarga istana Ming menjalankan ibadah haji secara terbuka sama halnya dengan membuka selubung latar belakang kesukuan dan agama. Selanjutnya, Hung Po ditunjuk sebagai pemimpin rombongan supaya pelayaran haji keluarga istana tersamarkan. Rombongan haji keluarga istana tersebut tidak diikuti oleh semua armada ekspedisi ke-7. Rombongan ini berangkat dari Calleut, salah satu kota kuno di India, menuju Makkah (Tien Fang).

            Akan tetapi, Cheng Ho merasa sedih karena tidak bisa bebas berlayar menuju tanah leluhurnya, Makkah, untuk kembali berhaji dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya, pada ekspedisi ke-5, armada Cheng Ho telah berhasil mencapai Pantai Timur Afrika dalam waktu tiga tahun. Dalam kesempatan tersebut, armada Cheng Ho berkunjung kekerajaan yang berada di semenanjung Arabia. Iapun menunaikan panggilan Allah ke Makkah.

            Hingga sekarang, sejarah tentang perjalanan muhibah Cheng Ho masih tetap diminati oleh berbagai kalangan, baik masyarakat Indonesia maupun keturunan Tionghoa. Ia telah berkunjung ke Indonesia sebanyak tujuh kali. Saat berkunjung ke Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa, cakra donya, kepada Sultan Aceh. Kini lonceng tersebut masih tersimpan di Museum Banda Aceh.

            Pada tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon). Ia menghadiahkan beberapa cendera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu bukti peninggalan tersebut adalah piring yang bertuliskan Ayat Kursi di Keraton Kasepuhan Cirebon.

            Sewaktu melakukan perjalanan melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Lalu ia turun di pantai Simongan, Semarang dan memutuskan untuk menetap disana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Klenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) dan patung Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong.

            Selanjutnya, armada Cheng Ho singgah di Semarang, Tuban, Gresik, Surabaya, dan Mojokerto yang saat itu menjadi pusat kerajaan Majapahit. Raja Majapahit, Wikramawardhana, berkenan mengadakan audiensi dengan rombongan dari Tiongkok ini. perjalanan Cheng Ho banyak meninggalkan kenangan dan pelajaran, terutama bagi perkembangan Islam di Nusantara.

            Sementara itu, majalah Life menempatkan Cheng Ho sebagai orang terpenting nomer empat belas selama milenium terakhir. Hasil perjalanannya menghasilkan karya yang berjudul Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia hingga abad ke-15. Buku ini memuat 24 peta navigasi meliputi arah pelayaran, jarak dilautan, dan berbagai pelabuhan.

                        Setelah Maharaja heng su wafat, kemasyhuran Cheng Ho mulai merosot. Pada tahun 1433, ia dikabarkan kembali melakukan pelayaran. Setelah itu, ina “menutup pintu” dan tidak mau berhubungan dengan dunia luar.

 

11

I Ching

                        I Ching adalah penjelajah Cina yang mashur pada abad ke-7 M. Pemeluk agama Buda ini pernah berlayar melewati Tanah Melayu dan India. Pada tahun 671, saat melawat ke tanah Melayu, ia singgah di Kedah. Saat itu kerajaan Kedah Tua sangat masyhur dan makmur.

                        Sementara itu, di dalam catatnnya, ia menyatakan bahwa kembalinya dari India, ia singgah di Kedah. Saat itu kerajaan tersebut dijajah oleh Sriwijaya. Selain itu, I Ching juga melawat ke Sriwijaya sebanyak dua kali untuk mempelajari bahasa Sanskrit dan mnerjemahkan kitab suci agama Buda.

 

12

Ibnu Battuta

            Abu Abduallah Muhammad bin Battuta atau yang sering disebut Ibnu Battuta lahir pada tahun 1304 M di Tangier, sebuah kota yang ;terletak di dekat Selat Gibraltar, Maroko. Ia dibesarkan dalam keluarga yang taat menjaga tradisi Islam. sebenarnya, sejak kecil, ia tertarik untuk berlayar dan berpetualang. Walaupun ia tidak pernah mendapatkan ilmu astronomi dan ilmu kelautan lainnya, hatinya tergerak untuk melakukan penjelajahan terbesar pada masa itu.

                        Ibnu Battuta memulai perjalanannya pada umur 21 tahun untuk menunaikan ibadah haji. Ia bersama jamaah Tangiers lainnya menempuh hawa Laut Mediterania yang kering. Mereka berjalan kaki menyusuri daratan Afrika Utara yang berpasir dibawah sinar matahari yang terik. Mereka menyusuri Pantai Utara Afrika melewati Aljazair, Tunisia, Tripoli, Alexandria, Kairo, Jerusalem, singgah di Damskus, Madinah, hingga Mekkah.

                        Dalam perjalanan pertama kalinya ini, Ibnu Battuta menyempatkan diri melihat keajaiban dunia di Alexandria, yaitu Pharos Lighthouse yang tingginya mencapai 104 m. Sayangnya, bangunan ini hancur akibat gempa yang terjadi pada abad tersebut. Selain itu, ia juga sempat singgah di Pyramids of Giza.

                        Setelah menunaikan ibadah haji, Ibnu Battuta memutuskan tinggal di Makkah untuk memperdalam studinya. Selain mengunjungi tempat-tempat suci di Makkah, pada tahun 1326, ia melanjutkan perjalanan ke wilayah Iran dan Irak. Setahun kemudian, ia kembali ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya. Setelah itu, ia tinggal di kota suci tersebut selama satu tahun.

                        Pada tahun 1328, Ibnu Battuta melanjutkan perjalanan ketiganya ke Pantai Timur Afrika dan Kilwa (sekarang Tanzania). Setelah itu, ia melakukan perjalanan ke Teluk Persia melalui jalur laut. Kemudian, ia kembali ke kota suci melalui jalan darat untuk menunaikan ibadah haji yang ketiga kalinya.

                        Penjelajahan Ibnu Battuta berlanjut ke Somalia dan pantai-pantai di Afrika Timur, termasuk Zeila dan Mambasa. Lantas, ia kembali ke Aden, lalunke Oman, Hormuz, di Persia dan Pulau Dahrain. Di negeri Persia, Ibnu Battuta berkesempatan bertamu di kota Baghdad. Di kota ini, ia menyaksikan sarana pemandian umum yang tak ada tandingannya di dunia. setelah itu, pada tahun 1332, Ibnu Battuta kembali ke kota Makkah.

                        Setelah itu, ia berlayar ke kota Alaya menggunakan kapal Genoa ke Pantai Selatan Asia Kecil. Setelah singgah di Konstantinopel, ia berlayar menyebrangi Laut Hitam ke wilayah Asia Tengah. Kemudian, ia melanjutkan perjalanan ke wilayah Afghanistan (sekarang).

                        Pada tahun 1334 M, dari wilayah Sungai Volga, Ibnu Battuta menerobos wilayah Afghanistan melalui Kabul hingga ke Delhi, India. Di Delhi Ibnu Battuta bekerja di pengadilan Delhi yang saat ini termasuk negeri muslim. Pada tahun 1342, sultan di Delhimengutus Battuta melakukan perjalanan ke Cina sebagai duta besar. Jalan yang ditempuh adalah pelayaran melalui Kepulauan Maldiva, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Kepulauan Andaman, Aceh, Selat Malaka, Singapura, menerobos Laut Cina Selatan, berlabuh dan meneruskan perjalanan darat ke Baijing.

                        Pada tahun 1346, Ibnu Battuta memulai perjalanan pulang dari Baijing. Setelah melakukan perjalanan darat sekaligus pelayaran laut selama empat tahun, ia tiba kembali ke kota kelahirannya, yaitu Tangier, Maroko. Perlu diketahui bahwa ia pergi berkelana sejak umur 21 tahun dan kembali ke kota kelahirannya pada umur 44 tahun. Jadi ia telah melakukan penjelajahan selama hampir 24 tahun. Sungguh suatu pengalaman yang mengesankan.

                        Tak lama tinggal di Maroko, Ibnu Battuta kembali melanjutkan perjalanan menyeberangi Laut Tengah ke Spanyol. Ia kembali menerobos Gurun Sahara ke Mali, Afrika Barat. Selama ia melakukan penjelajahan, terjadi epidemi penyakit yang mematikan, The Black Plague yang menyerang seluruh wilayah Timur Tengah. Bahkan, ia melaporkan bahwa di Kairo, korban tewas akibat penyakit ini mencapai 21.000 jiwa.

                        Ibnu Battuta menceritakan bahwa ia mampu melewati kota-kota “muram” akibat wabah penyakit The Black Plague dengan selamat. Pada tahun 1349, Ibnu Battuta tiba kembali di Tangier. Iapun baru mengetahui bahwa ibunya turut menjadi korban wabah penyakit yang mematikan itu. ia kemudian mengisi hari-harinya dengan mengisahkan kembali perjalanan jauhnya bersama teman-teman dekat.

                        Selanjutnya, Ibnu Battuta berangkat ke Spanyol. Tiga tahun kemudian, ia memulai perjalanan terakhirnya menuju kota Timbuktu. Kota ini dianggap sebagai legenda oleh bangsa Eropa karena tak ada satu pun orang Eropa yang pernah kesana.

                        Pada tahun 1354, Ibnu Battuta kembali ke tanah kelahirannya dan menetap di kota Fez. Ia berteman baik dengan sultan yang berkuasa pada masa itu. Karena merasa kagum terhadap perjalanan Ibnu Battuta, sang sultan pun meminta Ibnu Battuta menuliskannya ke dalam sebuah buku. Buku karangan Ibnu Battuta ini diberi judul Ribla.

                        Di dalam Ribla, Ibnu Battuta mengisahkan perjalanannya sepanjang 120.000 km yang sangat fantastis. Kisah perjalanan tersebut merupakan kisah penjelajahan yang luar biasa. Perjalanan yang ditempuhnya meliputi Spanyol, Rusia, Turki, Persia, India,, Cina, dan negara-negara muslim liannya. Selain itu, ia juga mendiskripsikan kondisi spiritual, politik, dan sosial setiap negeri yang disinggahinya. Bahkan, ia berhasil merekam peradaban Timur Tengah pada Abad Pertengahan. Manuskrip catatan ini diyakini tersimpan di Bibliotheque Nationale, Paris.

                        Kisah perjalanan Ibnu Battuta ditulis kembali oleh Ibnu Jauzi, juuru tulis Sultan Maroko (Abu Enan). Karya itu diberi judul Tuhfah al Nuzzar fi Ghara’ib al Amsar wa Ajaib al-Asfar. Ibnu Battuta telah menempuh jarak sejauh 72.000 mil melalui daratan dan lautan. Jarak ini lebih panjang dari pada jarak yang ditempuh Marco Polo dan para penjelajah lain sebelum ditemukannya mesin uap. Oleh sebab itu, seorang ahli sejarah bernama Brockellman menyejajarkan Ibnu Battuta dengan Marco Polo, Hsien Tsieng, Drake, dan Magellan.

ANTROPOLOGI EKONOMI : MASYARAKAT MADURA

ANTROPOLOGI EKONOMI : MASYARAKAT MADURA

Pendahuluan

            Antropologi ekonomi adalah sebuah bidang kajian dalam antropologi sosial budaya yang memusatkan studi pada gejala ekonomi dalam kehidupan masyarakat manusia (Sairin, dkk. 2002: 4)

            Prinsip keterkaitan dalam sistem sosial budaya membuat suatu bidang kajian sering harus mengalami penumpukan dengan bidang kajian yang lain. studi antropologi ekonomi pada masyarakat tradisional misalnya, tak jarang harus menyinggung masalah religi yang merupakan objek studi antropologi religi. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa di dalam antropologi ekonomi terdapat dua macam pendekatan yaitu pendekatan umum dan pendekatan spesifik. Pendekatan umum adalah aliran teori yang ada pada khasanah antropologi umum dan karena minat tertentu, dioperasikan untuk membahas gejala ekonomi. Sedangkan pendekatan spesifik adalah aliran teri yang dikembangkan untuk menyelesaikan problem studi antropologi ekonomi. Ada beberapa pendekatan spesifik untuk membuat percaturan ilmu di dalam antropologi ekonomi menjadi ramai. Diurutkannya dari kemunculannya pendekatan-pendekatan spesifik tersebut adalah formalisme, substansivisme, antropologi ekonomi “baru” dan ekonomi personalisme.

Sejarah Ringkas Antropologi Ekonomi

            Gejala-gejala ekonomi tidak sepenuhnya ditentukan oleh faktor-faktor ekonomi. Faktor-faktor non ekonomi, sosial budaya maksudnya sangat mempengaruhi perilaku ekonomi masyarakat (modern). Salah satu pondasi antropologi ekonomi tetap saja didasarkan pada penggunaan pokok-pokok pikiran yang diletakkan oleh Malinowski.

            Konsep-konsep ilmu ekonomi – modern – berlaku universal dan karenanya dapat dioperasikan untuk mempelajari tata ekonomi masyarakat primitif dan tradisional. Di mana pada dasarnya manusia pada masyarakat primitif dan tradisional adalah sama dengan manusia modern, mereka bertindak bersadarkan prinsip maksimalisasi, yaitu mencari mencari pilihan hasil terbaik yaitu keterlibatan sarana yang tersedia (Sairin, dkk. 2002: 10). Namun menurut LeClair dan Schneider (1968: 68) dalam buku Pengantar Antropologi Ekonomi mengatakan bahwa teori ekonomi yang berlaku universal hanyalah sedikit, karena dikembangkan berdasarkan fakta dan kerangka berfikir masyarakat dengan sistem ekonomi industrial kapitalistik.

            Hubungan antara ilmu ekonomi dan antropologi ekonomi sangat erat. Konsep dasar ekonomi adalah sumber daya yang banyak dan sesuai antara keinginan manusia yang dapat disadari dengan pengakuan bahwa alternatif-alternatif sangat memungkinkan pada setiap bidang. Namun didefinisikan, ekonomi berkaitan dengan implikasi-implikasi piihan manusia, dengan hasil keputusan-keputusan seperti halnya ekonomi yang mengkaji hubungan antara produksi dengan pertukaran dalam semua masyarakat.

            Dalam The Economy (dalam Sairin, dkk: 16) ada dua gagasan yang cukup penting. Pertama, pembedaan arti ekonomi menjadi dua yaitu arti formal dan arti subtansial. Arti formal adalah ekonomi seperti yang diterangkan para ahli ilmu ekonomi, ekonomi sebagai proses maksimisasi. Sedangkan arti subtansial adalah ekonomi sebagai upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup ditengah lingkungan alam dan lingkungan sosial. Yang kedua, sistem ekonomi pada masyarakat modern berbeda dengan masyarakat primitif atau masyarakat tradisional. Masyarakat modern hidup dengan sistem ekonomi pasar, gejala ekonomi tampil sebagai suatu institusi sosial yang berdiri sendiri, karena pasar memiliki potensi sistemik untuk mengatur dirinya sendiri. sebaliknya pada masyarakat primitif dan tradisional sistem ekonomi terjalin menyatu dengan institusi sosial lainnya, dengan sistem kekerabatan, dengan sistem religi dengan sistem politik lokal dan lainnya.

            Dalam arti subtantif setiap masyarakat modern tradisional maupun primittif pasti memiliki ekonomi. Namun tidak demikian bila ekonomi dalam arti formal yang diterapkan. Ekonomi formal hanya eksis pada masyarakat dengan sistem ekonomi pasar.

Spesialisasi Antropologi Ekonomi Pada Masyarakat Madura

            Sejarah nasional Indonesia menunjukkan bahwa dari semula perkembangan kebudayaan dan peradaban orang Madura menapaki lintasan yang sama seperti kebanyakan suku-suku bangsa Indonesia yang lain. Laju kemajuannyapun beranjak dengan kecepatan yang selaras dengan suku-suku bangsa disekitarnya, hanya saja faktor lingkungan yang kurang mendukung telah menyebabkan terjadinya perbedaan hasil yang dicapai. Masyarakat Madura sedang berjuang keras mencoba bertahan ditengah derasnya gejolak arus modernisasi oleh gencarnya invasi budaya dan peradaban barat, serta menggebunya upaya menyatukan pasar dunia melalui gerakan globalisasi.

            Terkait dengan antropologi ekomnomi masyarakat Madura bergantung pada bidang pertanian sebagai mata pencaharian yang dikerjakan bersama-sama oleh kaum pria dan wanita Madura seperti suku-suku bangsa Indonesia lainnya. Mereka bertanam padi di sawah tadah hujan atau sawah beririgasi yang umumnya diselingi dengan palawija dan jagung. Waktu terluang ketika proses bertani, mereka membuat barang-barang kerajinan seperti menganyam tikar, memintal tali, membuat gula siwalan atau menyabit rumput untuk ternak. Di musim kemarau, beberapa daerah tertentu menanam tembakau secara besar-besaran (sehingga lahannya mencapai 20% luas areal pertanaman tembakau seluruh Indonesia) untuk keperluan industri rokok kretek. Para petani yang sangat mengandalkan hujan, memaksa mereka untuk mencari mata pencaharian lain ketika musim kemarau seperti berternak sapi, menangkap ikan, dan pembuat garam, berdagang dan menjadi guru dipesantren.

            Sapi di Madura dimanfaatkan untuk membajak dan menarik pedati, diperjualbelikan sebagai sapi potong, dijadikan tabungan dan sarana rekreasi (karapan) serta status simbol (Smith 1989, Sudagung 1984/2001: 55). Akibat isolasi alam dan pengaruh lingkungan, sapi Madura (mamiliki darah banteng atau sapi Bali, sapi zebu, dan sapi Brahman serta sapi Jawa, dianggap sebagai trah atau ras asli Indonesia. Oleh karena itu sejak dulu, kemurnian trah itu dijaga dengan jalan melarang sapi lain masuk Madura. Di Pulau Sepudi, pengusaha sapi sangat umum terutama untuk menghasilkan anak sapi yang dipasarkan ke Sumenep. Orang Madura merupakan peternak yang fanatik sehingga sering dikatakan lebih sayang sapi dari pada anak istri.  Kesungguhan memelihara ternak sapi diperlihatkan pula oleh contoh kasus kesedian mereka untuk bersusah payah setiap hari naik feri menyebrang dari Kamal ke Surabaya hanya untuk menyabit rumput dimusim kemarau (Bakir dan Badil 2001). Selain sapi, peternak Madura mengusahakan kambing, domba berekor gemuk dan unggas.

            Menjadi nelayan merupakan mata pencaharian hidup terpenting orang Madura yang hidup di daerah pesisir. Kegiatan menagkap ikan di laut merupakan pekerjaan yang hanya dilakukan oleh kaum pria, yang menyerahkan hasil tangkapannya pada kaum wanita di pantai untuk ditangani dan diproses selanjutnya (Koesnoe 1976: 48, Jordaan 1985: 21). Hasil tangkapan nelayan Madura antara lain : ikan layang, kakap merah, teri, kembung, cakalang dan tengiri yang semua dijual segar, dipindang atau dikeringkan, dengan hasil samping berupa terasi dan petis. Industri perikanan merupakan kegiatan yang sangat padat karya sehingga tidak hanya melibatkan keluarga nelayan yang melaut. Hampir 25%, volume komoditas ikan yang diperjualbelikan dipusat pasar ikan kering nasional di Bogor konon dipasok oleh nelayan Madura.

            Angin pasat yang bertiup di pantai selatan Madura dari dulu menggalakkan pembuatan garam yang dikerjakan penduduk di musim kemarau. Keterkenalan Madura sebagai penghasil garam semakin dimapankan karena dulu diseluruh wilayah Hindia Belanda produksi di monopoli oleh pemerintah kolonial dan hanya boleh dibuat di Madura. Setelah monopoli pemerintah itu dicabut dijaman kemerdekaan bayak orang Madura yang menggantungkan hidupnya dari bertani garam.

Berdagang bagi orang Madura adalah penting, dikerjakan oleh pria dan wanita baik di Madura maupun dirantau. Mereka menjual hasil produksinya ke daerah lain dan mendatangkan komoditas yang tidak tersedia di Madura. Sebagai pedagang mereka terkenal ulet yang mau memperdagangkan apa saja seperti : sate Madura, soto Madura, bubur kacang hijau dan ketan hitam Madura yang tersebar luas di kota-kota Indonesia. Dalam dasawarsa terakhir, keuntungan yang diperoleh pedagang Madura dirantau dipakai untuk membuat rumah yang bagus dan mendirikan masjid yang indah.

Menjadi guru, terutama guru agama yang memiliki pesantren, merupakan pekerjaan yang sangat terpuji di mata orang Madura. Kedudukan seorang kyai haji sebagai guru agama jaun lebih terhormat dibandingkan dengan pejabat yang menguasai daerah serta pamong yang mengayomi rakyat. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika banyak juga kaum cerdik cendekiawan Madura yang merasa terpanggil untuk menjadi guru sekolah ataupun dosen di perguruan tinggi. Tidak sedikit dari mereka yang berhasil diangkat sebagai guru besar perguruan tinggi nasional bahkan dipercayai menjadi rektornya sekaligus.

Sebagaimana negara-negara berkembang lainnya, pemerintah Indonesia merupakan pemberi kerja terbesar sehingga banyak juga orang Madura yang memilih menjadi pegawai negeri, tentara ataupun polisi. Yang terbaik di antara mereka ada juga yang berhasil mencapai kedudukan, pangkat dan jabatan tertinggi yang dimungkinkan. Selain itu dalam beberapa dasawarsa terakhir banyak juga tenaga kerja Madura yang menjadi pekerja bangunan, industri rumah tangga dan di pabrik-pabrik dari yang paling sederhana sampai ke industri berbasis teknologi nuklir baik di dalam maupun di luar negeri.

Etos Kerja dan Hakekat Karya Masyarakat Madura

            Etos kerja orang Madura terhitung tinggi karena secara naluriah bagi mereka merupakan bagian daripada ibadahnya sesuai dengan ajaran islam yang dianut. Oleh orang Madura tidak ada pekerjaan yang bakal dianggapnya berat, kurang menguntungkan atau hina selama kegiatannya bukan tergolong maksiat. Kesempatan bisa bekerja bisa dianggapnya sebagai rahmat Tuhan sehingga pekerjaan merupakan panggilan hidup yang akan ditekuni sepenuh hati. Sebagai akibatnya orng Madura tidak takut kehilangan tanah atau hartanya akan tetapi mereka takut kehilangan pekerjaannya (Kuntowijoyo. 1980/2002: 592)

            Salah satu ciri orang Madura yang sangat mengesankan orang luar memang menyangkut kerajinan, kesungguhan serta kemauannya bekerja keras membanting tulang dalam mencari rezeki.

Daftar Pustaka

Ahmad Rifai, Mien. 2007. Manusia Madura. Yogyakarta: Pilar Media.

Bakir, M. & Badil, R. 2001. ‘Merumput’ Naik Feri, Enja’ Iya! Kompas, 23 Oktober 2001.

Bustami A. L. 1996. Sejarah, Etos, Masyarakat, dan Perilaku Sosial Orang Madura. Dalam Mahasin, A. et al. (penyunting). Ruh Islam dalam Budaya Bangsa. 2. Aneka Budaya di Jawa. Jakarta: Yayasan Festival Istiqlal: 323-356)

Damsar. 2002. Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sairin, Sjafri, dkk. 2002. Pengantar Antropologi Ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kemaharajaan Maritim Sriwijaya Di Perniagaan Dunia

IDENTITAS BUKU

Judul Buku      : Kemaharajaan Maritim Sriwijaya Di Perniagaan Dunia

Pengarang       : O.W Wolters

Tahun Terbit    : 2011

Penerbit           : Komunitas Bambu

Tebal Buku      : 361 halaman

RESUME BUKU

BAB 1

Beberapa Persoalan Tentang Sejarah Sriwijaya

Kajian ini menggambarkan latar belakang ekonomi masa kebangkitan Sriwijaya di Sumatra Tenggara pada pertengahan abad ke-7 . Sriwijaya berperan penting dalam perdagangan Asia pada zaman pertengahan, selama lebih dari 500 tahun. Hal yang menarik tentang kerajaan sriwijaya adalah kemunculan dan perkembangannya yang tiba-tiba. Pedagang cina I-tsing, merupakan orang pertama yang mencatat tentang kerajaan ini. Ia menceritakan pelayarannya pada 671 M dari kanton ke Palembang, tempat pemerintahan kerajaan Sriwijaya pada waktu itu. Dalam waktu 24 tahun ketika I Tsing berada di sebrang laut, kerajaan itu sudah menjadi sangat kuat. Pada tahun 775 M kerajaan ini sudah sangat kuat sehingga rajanya disebut “ Raja yang dipertuankan dari Sriwijaya, raja tertinggi diantara semua raja dimuka bumi.”

Kerajaan ini belum memiliki latarbelakang yang memuaskan untuk mengukur perubahan-perubahan yang terjadi selama dalam kegiatan dan kejayaan yang telah ditelan waktu itu. Ketiadaan kajian sejarah masalalu sriwijaya merupakan hambatan dalam menjelaskan sejarah indonesia secara terperinci, hanya tafsiran yang bersifat umum saja yang diungkapakan. Kajian tentang evolusi suatu kerajaan tidak mungkin bisa sempurna jika tidak diketahuibagaimana kerajaan itu pada mulanya berkembang. Disini barang kali letaknya alasan utama perlunya menghidupkan kembali sejarah kemunculan kerajaan sriwijaya.

Dengan sumber dan beberapa catatan i tsing menunjukan bahwa raja sriwujaya dipengaruhi agama budha mahayana. Sriwijaya juga jelas memiliki banyak kapal, pada tahun 672 M , I tsing berlayar dari sriwijaya ke India menggunakan kapal raja selain itu selama bertahun-tahun terjadi perkembangan politik yang luarbiasa.  Dalam prasasti kota kapur bertahun 686 M, disinggung juga soal peperangan yang akan dilakukan terhadap bhumi java yang belum tunduk terhadap sriwijaya.

Akhirnya terdapat dua bukti yang jelas, sekalipun terdapat masalah-masalah politik seperti yang tercatat dalam prasasti, pada pertengahan abad ke 8 kerajaan sriwijaya telah berhasil menjadi sebuah kerajaan yang besar. Dalam buku Hsin T’ang Shu dinyataakan bahwa “ srivijaya adalah sebuah kerajaan yang teerbagi menjadi dua, dan kedua kerajaan itu memiliki pemerintahan yang terpisah”. Kerajaan barat bernama Lang-p’ o-lu-ssu biasanya dipahami sebagai transkripsi dari Barus disebelah utara sumatra. Tahun terbentuknya kerajaan ini tidak diketahui pasti namun tidak lebih dari 742 M minimnya bukti menyebabkan minimnya informasi tentang kerajaan ini terutama informasi mengenai faktor-faktor yang menyebabkan sriwijaya maju, pengkaji biasanya menggunakan uraian krom tentang faktor pendukung di palembang, yaitu pelabuhan di sumatra tenggara, menguasai pelabuhan- pelabuhan lain dipantai itu juga diselat malaka.

Krom menyatakan letak geografis pelabuhan ini cocok sebagai tempat persinggahan dan pemugaran barang-barang.kelebihan ini digunakan oleh kapal-kapal yang terlibat dalam perdagangan yang terus berkembang antra cina dan india. Penjelasan krom ini hanya penjelasan umum saja secara khususnya, uraian itu menghindari beberapa persoalan uraian itu tidak menyikap tentang konten perdagangan yang dijalankan diperairan Nusantara bagian barat dan kegunaaan pelabuhan-pelabuhan itu. Yaitu apakah benar misalnya, pertukaran barng-barang asing lebihpenting pada abad ke-7 dibanding ekspor barang-barang lokal, dan bagaimanakah keadaanya pada abad-abad sebelumnya?  Lalu dimanakah pasar luarnegri yang menjadi pendorong perkembangan sriwijya awal? Apakah berada di nusantara, asia barat atau cina? Mungkinkah dapat diketahui dengan pasti kapal-kapal yang mengangkut muatan itu secara lebih tepat, khususnya sejauh mana peran kapal nusantara dalam pertumbuhan pelabuhan-pelabuhan tersebut? Dan yang terakhir mengapa palembang  mampu menjadi pangkalan untuk perluasan sriwijaya?

 

 

 

BAB II

Jalur Perdagangan Awal Di Asia Dan Asia Tenggara

Uraian pertama tentang sriwijaya dilakukan oleh profesor Coedes pada tahun 1918. Para sarjana sepakat dengannya bahwa kekuasaan dan kemakmuran sriwijaya disebabkan penguasaanya atas selat malaka. Yang merupakan jalur laut terkenal dalam sejarah perdagangan. Beberapa abad kemudian Raffles menemukan bahwa singapura yang terletak diselatan selat malaka adalah pelabuhan yang bagus posisinya karena dilalui jalur pelayaran antar bangsa dan juga mampu menarik “perdagangan pedalaman” asia tenggara.

Diduga kuat bahwa selat malaka yang memberikan pintu jalan ke nusantara dari india itu telah digunakan untuk tujuan tersebut pada abad pertama masehi, tetapi sayang sekali tidak ada sarana untuk mengetahui kapan kapan jalur tersebut mulai digunakan, orang India semestinya yang pertama dapat memberikan informasi tentang hal tersebut. Tetapi pemaparan mereka untuk hal ini kurang memuaskan. Bukti yang berupa puisi, epik, dan qanun budha tidak banyak membantu.

Daerah yang disebut dalam kitab mahanidesa yaitu sebuah komentar dalam Atthavagga yang menyebutkan daerah di timur jauh adalah Yavadipa atau jawa namun tidak diketahui kapan nama-nama tempat terdapat dalam mahanidesa itu untuk pertama kalinya digunakan dalam pelabuhan di india namun bila kesimpulan itu benar, brati teks tersebut merupakan terminus ante quem (kutipan sebelumnya) untuk penggunaan nama-nama tempat, selain itu sebuah teks yunani kuno periplous of the erytheran sea yang merupakan teks tertua yang menjelaskan perdagangan di teluk benggala teks ini didapat pada akhir abbad ke-1.

Dalam teks tersebut disebutkan pula Chryse yang biasanya diartikan sebaggai Asia tenggara atau bisa jiga semenanjung melayu, penulis periplus juga menggambarkan jalur sutera darat dari cina ke brygaza di india barat melalui bactria dan sungai gangga. Selain orang yunani dan roma orang cina juga memiliki kecakapan dalam menulis laporan perjalanan. Seperti bagian yang terkenal dalam Ch’ien Han Shu yang menjadi bukti kuat adanya hubungan laut masa lalu antra india dengan cina. Dalam buku ini disebutkan bahwa seorang utusan dikirim oleh han wu ti (141-87) ke Huang Chih namun bukti ini menjadi lemah karena lokasi huang chih tidak dapat dipastikan.

Oleh karena itu referensi cina awal juga tidak dapat lebih banyak membantu dibanding referensi dari india atau medeterania dalam menetapkan kapan selat malaka digunakan untuk kapal-kapal asing untuk pertama kalinya. Persoalan ini masi berupa argumen. Walau begitu ada kemungkinan bahwa pada abad ke-1 dan ke-2 kapal india kadang berlayar melalui selat malaka ke nusantara dari india selatan, juga dari sungai gangga dengan menyyusuri pantai burma.

Dari kesemuanya itu jika diteliti lagi pelayaran cina ke nusantra berlangsung lebih awal dibandingkan pelayaran india ke nusantara seperti dalaam periplus dan mahanidesa. Pelayaran nusantara- cina terjadi sebelum abad ke -5, dan sesudah abad ke -2. Situasi ini digambarkan oleh catatan Fa Hsien dan Gunavarman. Selain itu dalam perkembangan awal perdagangan di asia dan asia tenggra ada banyak nama tempat yang masi menjadi perdebatan letaknya seperti Tun-Sun dan Chu-Li.

BAB III

Sepintas Lalu Tentang Nusantara Bagian Barat Abad  Ke-3

Dalam karya Wan Chen disebutkan sebuah daerah bernama Ko ying yang dikatakan sebagai kerajaan di nusantara bagian barat, atau setidaknya berdekatan dengan selat malaka. Jadi informasi itu merupakan bukti nyata tentang perdagangan yang menggunakan selat malaka dalam pertenghan abad ke-3. Dalam bab ini juga disebutkan nama daerah yang masih menjadi perdebatan letaknya sampai sekarang seperti Ssu-t-‘iao yang secara fonologis merupakan srilanka namun juga pernah diartikan sebagai jawa kemudian ada Chu-Li yang kemungkinann letaknya di semenanjung melayu.

BAB IV

Perdagangan awal Nusantara Dengan India

            Ko-ying mengimpor kuda putih dari baratlaut india. Inilah satu-satunya bukti cina yang menceritakan perdagangan antara nusantara bagian barat dan india pada awal abad ke-3. Tidak diragukan lagi pada masa itu perdagangan tersebut sudah berlangsung satu abad dan tidak hanya menyangkut jual beli kuda.

            Daerah di india yang menjadi tempat asal datangnya para pedagang itu tidak diketahui begitu pula motifnya. Bebapa sarjana menjelaskan motif perdagangan orang india adalah mencari emas karena di penghujung abad sebelum masehi kedatngan orang barbar melintasi asia tengah menyebabkan orang india kehiilangan tambang emasnya di siberia.

            Menyangkut kerajaan dagang masa awal nusantara, pada kedatangan para pedagang india yang pertama di nuusantara tidak terdapat pengaruh budaya brahma. Sementra itu semakin berkembangnya pengetahuan tentang dunia luar dan peningkatan kesejahteraan, para pemerintah kerajaan mulai mengakui gunanya memperkuat lembaga pemerintah mereka dengan bantuan doktrin dari india.

Pada masa perdagangan awal, transaksi antara orang india dengan nusantara kemungkinan sudah dilakukan atas dasar kesamaan derajat. Masyarakat nusantra sudah mampu membuat logam dan menggunakanya sebagai alat tukar. Sementara barang dagangan yang di impor orang india dari nusantara adalah seperti kayu gahru dan cendana yang disebutkan dalam beberapa teks namun tidak terlalu terkenal, kemudian ada cengkih, lada dan pohhon kapur barus namun sangat sedikit sekali pembahasannya.

BAB V

Perkembangan Perdagangan Laut dari Abad ke- 4 Hingga Abad Ke-5

Munculnya hasil hutan nusantara tertentu di pasaran cina mungkin dimulai secara kecil- kecilan. Ini merupakan hasil penyesuaian diri dalam hubungan perdagangan yang dilakukan pedagang – pedagang timur dan asia abarat. Tujuannya adalah bertukar hal – hal yang berkaitan dengan politik yang telah lama terhubung melalui turki. Dalam abad ke 5 laut menjadi sarana perdagangan terpenting kecenderungan ini sudah terllihat dari abad ke-3 terutama bagi pasar cina selatan.

Perdagangan di sebutkan seperti ta – chin, roma timur dan timur tengah, yang pada dasarnya tersohor sebagai sumber barang – barang berharga. Kemudian bukti lain muncul yang melebihkan persia sassanid pada masa kejayaannya bukti tersebut terdapat dalam Hou Chou shu. Namun aneh sekali karena bukti tentang perdagangan persia sassanid sangat sedikit. Sekitar 400 M pelayaran Fa Hsien dan gunavarmanmenjadi bukti bahwa jalur perdagangan antara samudra hindia dengan China dilakukan melalui nusantara bagian barat. Seberapa luaskah perkembangan perdagangan persia yang digambarkan dalam Hou Chou Su melalui laut ke China ? seberapa jauhkah persia mempengaruhi kepesatan perdagangan lautdengan timur jauh ?

Terdapat beberapa teks china selatan  yang telah digunakan dalam kajian ini. Teks –teks tersebut mengajukan pendapat bahwa  pada abad ke – 5 atau awal abad ke – 6 jalur perdgangan laut sebenarnya di penuhi barang – barang dari persia. Hal ini tidak diragukan lagi bahwa orang – orang Sassanid sejak berdirinya dinasti itu pada awal abad ke -3 berkedudukan kuat dalam menjalankan organisasai perdagngan antar benua antara China dengan Asia barat. Ini terjadi akibat pendudukan mereka atas bekas wilayah kushan yang mengelilingi pegunungan palmir.

Pada abad ke – 5 dan ke – 6, perdagangan laut telah berkembang pesat. Hal ini tidak dapat dianggap sebagai akibat beralihnya lalu lintas perdagangan dari jalur laut ke darat melainkan kepandaian orang – orang persia dalam mencari jalur laut ke China.

BAB VI

Teks – Teks Kuno

Teks – teks ini masih tersimpan dalam bentuk fragman – fragman Kuang chih karya Kuo I – kuang, Kuang Chou Chi karya Ku Wei, dan Nan Chou Chi karya Hsu Piao. Untuk kelancaran uraian, semua teks ini akan disebut sebagi teks – teks kuno dalam membahas persoalan po – ssu. Teks – teks tersebut sudah lama hilang, penulis – penulis pada masa setelahnya mengutip teks –teks tersebut, tetapi tidak ada yang yakin bahwa para penulis tersebut memiliki naskah – naskah tersebut.

Dalam hal ini tiga pertanyaan muncul, kapankah teks –teks tersebut ditulis ? kapankah itu hilang ? lalu apa jaminannya bahwa fragmen – fragmen dalam bentuk yang sekarang ini tidak mengalami penambahan ? lalu yang terpenting apakah po – ssu yang muncul dalam teks – teks itu memang ditulis penulisnya yang asli?

Teks yang paling tepat dapat ditetapkan tahun penulisannya adalah kuang chih. Kuo I – kung selamanya dianggap sebagi penulis buku ini. Kuang chih sendiri memberikan penjelasan yang bermanfaat pada persoalan po – ssu, teks ini dapat memberikan salah satu alasan kuat bahwa perdagangan barang – barang lokal po – ssu telah dilakukan sekurangnya pada awal abad ke – 6, namun demekian teks yang mengaitkan persoalan po – ssu secara pasti dengan abad ke – 6 adalah kuang chin.

Ada batas sepekulasi tentang waktu penulisan teks – teks tersebut, keadaan yang digambarkan pada teks – teks kuno teersebut setidaknya sekitar 50 tahun lebih awal dari 500 M. Tetapi teks – teks tersebut dapat dijadikan bukti yang potensial tentang keadaan pada sekitar 500 M. Namun barang kali edisi- edisi kuang chih masi bisa ditemui pada akhir abad ke – 10

Dalam bab sebelumnya di jelaskan bahwa po – ssu muncul Chiao Chou Chi ( catatan – tentang Tongking ) yang barang kali ditulis pada pertengahan pertama abad ke – 5. Utusan –utusan po – ssu dari persia Sassanid mengunjungi dinasti Liang selatan  pada tahun 530 – 535 M, dan pada 520 M orang Hephthalite mengirimkan kain borkat bersulam emas po – ssu kepada raja dinasti Liang wu Ti.

Dalam berbagai dasar ini lah penggunaan fragman – fragman ini dapat diteruskan. Penulisnya dapat dihubungkan dengan zaman yang tidak lebih awal dari permulaan abad ke – 6, dan tidak diragukan pula bahwa teks – teks kuno tersebut telah hilang pada abad ke – 10.

BAB VII

Getah Gaharu Dari Laut Selatan

Dua diantara teks-teks kuno itu mengatakan bahwa terdapat beberapa jenis hasil bumi yang disamakan oleh penulisnya dengan getah gaharu. Sementara itu teks ke tiga menyebutkan pula satu jenis getah yang juga disamakan dengannya pada abad ke – 7. Satu fragmen kuang chih menyebutkan hal itu. Lebih dari itu, kapur barus yang sudah dikenal orang cina setidaknya pada permulaan abad ke – 6 dalam tang pen ts’ao disamakan juga dengan getah gaharu.

Para penulis china memeiliki gambaran yang jelas tentanng getah gaharu ini, ketika meraka mengklasifikasikan getah gaharu Po- ssu itu. Bagi mereka, getah gahru adalah obat penghenti pendarahan, obat pengasapan, dan obat pembunuh kuman. Jadi jelas bahwa mereka menganggap getah – getah asing yang disebutkan pada permulaan bab ini memiliki keistimewan yang sama.

Selain getah gahru ada pula ju adalah nama dagang untuk mastic dan juga dammar kemenyan. Pelajar asing yang mempelajari obat – obatan china dan bekerja di china selama abad yang lalu terpaksa memusatkan perhatian pada analisis bahan – bhan percobaan yang di beli di kedai – kedai local untuk mengidentifikasi barang – barang yang mereka pelajari itu dalam istilah botani. Lantaran hal itu, mereka sering menjadi korban penjual yang mencari keuntungan.

 BAB VIII

GUGGULU DARI LAUT SELATAN

Bukti yang ada sekarang memperlihatkan bahwa pada sekitar 500 M kemenyan Nusantara bagian barat ( Styrax spp ) yang umumnya dinamakan damar atau getah kemenyan tersebut, tidak hanya dianggap sebagai pengganti mur ( Chommiphora mokul Engl ) di Cina selatan. Dalam bahasa Sanskrit mur ini dikenal sebagai bdellium. Pada masa tersebut mur mulai menggantikan kedudukan guggulu sebagai obat pengasapan yang bermutu tinggi. Kedua damar ini memiliki bau harum yang kuat, terutama bila dibakar, dan kedua-duanya dianggap sebagai bahan yang sesuai untuk pengasapan.Kalau transaksi perdagangan memang telah terjadi, perdgangan laut antara Asia Barat dan Can selatanlah yang memperkenalkan damar Indonesia kepada dunia perdagangan.Tidak seperti damar pinus, damar ini menjadi barang dagangan yang tetap dan berharga tidak hanya di Cina, tetapi juga di Asia barat dan Eropa, dan hal ini bertahan di masa selanjutnya.

Kemenyan pada mulanya pengganti mur bdellium adalah fragmen kuang chou chi dari Ku Wei, yang masih tersimpan dalam kutipan Li Hsun dan dimasukkan dalam Cheng lei pen ts’ao karya T”sao karya T”ang Shen-Wei edisi tahun 1249. Fragmen ini tidak terdapat dalam teks yang lain, dan bagian yang pararel dengannya, yang dikutip dalam Pen ts”ao kang mu,membatah anggapan bahwa fragmen tersebut dikutip dari Kuang chou chi. Bagian Cheng lei pen ts”ao itu membicarakan tentang wewangian An-his. Beberapa kajian dapat dilakukan pada bagian ini. Pertama, identifikasi kuno terhadap wewangian An-his terdapat dalam bentuk guggulu, kata Sanskrit untuk mur bdellium dari India barat laut dan pantai Makran di Persia Selatan. Sutera emas terjemahan I Tsing menyatakan bahwa wewangian An-his adalah chu-chu-la, sebuah transkripsi untuk guggula atau guggulu. Namun, wewangian An-his akhirnya berarti getah kemenyan bukan lainnya. Walaupun belum ditetapkan kapan orang Cina mulai menggunakan nama guggulu untuk getah pohon Styrax.

Kemudian, tercatatnya kata-kata laut selatan dengan Po-ssu dalam Fragmen Kuang chou chi tersebut tidak dapat diabaikan. Ini bukanlah satu-satunya catatan tentang kata-kata itu,karena ini muncul juga dalam fragmen Kuang chih tentang ju yang disebarluaskan kembali oleh Li Hsun. Laut selatan dalam kaitannya dengan ju mungkin merujuk pada Sumatera utara, dan memang Sumatera utaralah yang telah menghasilkan jenis kemenyan Indonesia yang paling terkenal. Tidak ada penjelasan dalam fragmen kuang chou chi yang dianggap dapat memuaskan,karena fragmen-fragmen tersebut tidak menyinggung persoalan yang berhubungan dengan laut selatan. Jadi secara umum fragmen Kuang chou chi merujuk pada guggulu atau mur bdellium yang tumbuh di laut selatan, yaitu mungkin di suatu tempat di Asia Tenggara,dan kemungkinan dinamakan getah pohon Persia. Namun, penjelasan fragmen ini tidak dapat diterima jika getah tersebut diperkirakan adalah guggulu, karena Commiphora tidak tumbuh di Asia Tenggara. Secara alternatif penjelasan yang mungkin adalah kemenyan sudah dikenal sebagai wewangian An-his pada sekitar 500 M,sekalipun tidak dijelaskan kenapa wewangian tersebut dianggap sebagai getah Persia.

Wewangian An-his yang berarti guggulu-bdellium tidak tumbuh di Indonesia. Ini merupakan salah satu getah pohon Commiphora yang menghasilkan mur yang terkadang dikenal sebagai keluarga  Balsamodendron. Tanaman ini tumbuh di Asia Barat dan Afrika timur, sedangkan jenis Boswellia menghasilkan luban.Tanaman diJumpai di Arab selatan dan Somalia, dan juga di daerah-daerah kering dan berbatu di Baluchistan, dan di India utara dan di India Tengah.Mur Commiphora mukul agak terkenal khususnya pada zaman dahulu. Tanaman ini tumbuh di Arab dan Afrika timur.Tetapi yang paling menarik adalah jenis dari India baratlaut,yang disebut oleh Pliny sebagai bdellium yang paling berharga dari Bactria. S. benzoin tumbuh di Sumatera utara dan di bukit-bukit di belakang Palembang dan terkadang terdapat juga di ujung barat Jawa. Kedua jenis pohon tersebut tumbuh liar.Sekalipun bdellium dan kemenyan tersebut hasil dari pohon yang berbeda,tetapi keduanya memiliki kesamaan. Getah kedua pohon ini baunya kuat, dank arena itulah keduanya terkenal.Wewangian An-his dalam sebuah buku lama tentang bagaimana mencampur wewangian untuk menghasilkan bau yang maksimal.

 

 

 

 

 

 

BAB IX

PERDAGANGAN “PERSIA”

Sejauh yang diketahuai oleh penulis Kuang chou  dan Nan Chou chi,hasil-hasil bumi Po-ssu biasanya tidak berhubungan dengan Nusantara atau dengan wilayahlain di Asia Tenggara. Sebaliknya, Po-ssu digunakan untuk menjelaskan hasil-hasil Asia Barat. Walaupun Kuang Chih tidak menyebutkan tentang hasil bumi Po-ssu kecuali ju laut selatan,kita dapat berkesimpulan bahwa penulisan memahami istilah itu sebaimana pemahaman penulis kedua teks kuno lainnya. Kedua jenis getah Po-ssu dari laut selatan itu mungkin statusnya tidak ada dalam katalog hasil bumi Po-ssu,seperti yang disebut dalam teks-teks kuno. Bagi Ku Wei, penulis Kuang chou chi,Po-ssu adalah nama negeri yang menghasilkan jintan , sejenis tumbuhan yang hanya terdapat di Persia. Pohon ini tumbuh di Cina dan Korea.

Teks yang sama juga menyinggung tentang pohon elm busuk. Teks yang sama juga menyebutkan tentang hasil bumi Po-ssu yang lain, yaitu suatu barang galian yang dianggap Laufer sebagai barang pengganti dari Asia tenggara untuk hasil Asia Barat. Ku Wei jelas mendengar pohon itu tumbuh di Timur Tengah ( Ta-ch’in ) dan juga dikenal sebagai elm busuk Po-ssu. Maksud pernyataannya tersebut adalah itu adalah pohon yang berhubungan dengan orang Persia. Teks yang sama juga menyebutkan tentang hasil bumi Po-ssu yang lain,yaitu suatu barang galian yang dianggap laufer sebagai barang pengganti dari Asia Tenggara untuk hasil Asia Barat. Oleh karena itulah barang itu menjadi bukti adanya negeri di Asia Tenggara yang dikenal sebagai Po-Tawas. Tawas putih Po-ssu Kuang chou chi menyatakan bahwa itu datang dari negeri Ta-ch’in, warnanya putih dan terang, Tawas benang emas. Kuang chou chi menyatakan bahwa itu berasal dari negeri Po-ssu,jika ada garis-garis dengan benang emas,itu artinya bermutu tinggi.

Laufer menganggap tawas “benang emas” Po-ssu tersebut adalah tawas tidak asli yang dating dari Asia tenggara, sekalipun dalam referensi-referensi pen ts”ao tidak terdapat bukti yang menunjukkan bahwa tawas adalah bahan bermutu rendah. Tawas tidak ditemukan di Persia, tetapi Laufer mengemukakan bahwa tawas terdapat didataran tinggi Burma, dan disinilah menurut pendapatnya tempat asal tawas ‘benang emas”. Namun, Pliny menyebutkan beberapa sumber tawas di Eropa, Mesir, Armenia, dan Afrika. Sirih ( Piper betle Linn ) amat cocok dengan iklim lembab dan tumbuh subur di Asia Tdan tumbuh subur di Asia Tenggara. Tanaman ini bukan tumbuhan Persia.Meskipun bukti tentang ‘sirih” Po-ssu itu samar-samar, itu tidak bertentangan dengan kesimpulan bahwa Ku Wei memang memahami Po-ssu sebagai “Persia” di Asia Barat. Hsu Piao menyebutkan obat mo dari Po-ssu,atau mur, dan juga t” Po-ssu itu samar-samar, itu tidak bertentangan dengan kesimpulan bahwa Ku Wei memang memahami Po-ssu sebagai “Persia” di Asia Barat. Hsu Piao menyebutkan obat mo dari Po-ssu,atau mur, dan juga tumbuhan Po-ssu lain, yang di kenal di negeri Persia. Tumbuhan itu adalah kekeras pistachio ( seperti kacang kenari hijau ).

Pada satu bagian Cheng lei pen ts”sao yang membicarakan obat-obatan yang disebut dalam Hai yao chi karya Hsu Piao ( pohon tak bernama ) itu tumbuh di pegunungan dan kawasan lembah Kuang-nan 9negeri Cina selatan ), buahnya dinamakan buah tidak bernama.Orang Po-ssu a-yeuh-hun,bentuknya seperti kacang Hazel.Kacang a-yueh-hun adalah kacang kenari hijau, yang menurut Ch’en Ts’ang-ch’I pada awal abad ke-8 berasal dari negeri Barat.Tiga jenis Pistacia berasal dari Persia dan tumbuh di Sogdia dan khorasan.Theophrastus mengenal kacang kenari hijau Bactria dan sebuah teks dari abad ke-1 SM merujuk pada orang-orang Persia yang memakan kacang butun ini.Itu adalah buah Persia yang terkenal, dan ‘Persia” yang dimaksudkan Hsu Piao adalah Po-ssu.Satu lagi penjelasan tentang nama Po-ssu itu oleh Hsu Piao adalah merujuk pada pohon kacang mete( marking nut ). Hai yao  menyatakan : Hsu menyatakan bahwa pohon itu tumbuh di negeri Po-ssu di laut barat. Pohon itu seperti pohon Liu Cina.Dalam kutipan ini “laut Barat’ berarti Persia.

Kacang mete ( Semecarpus anacardium ) adalah pohon kecil yang tumbuh di India utara dan sudah agak tersebar ke bagian timur. Wilayah India utara dan sudah agak tersebar ke bagian timur. Wilayah India utara sedang berada dalam kekuasaan orang Sassanid ketika Nan Chou chi ditulis,karena itu tidak mungkin Hsu Piao merujuk hal selain Persia ketika ia menyebut tentang kacang mete itu. Pada tahun 1919,Laefur mengatakan bahwa ia tidak menemukan bukti yang menjelaskan bahwa Po-ssu digunakan untuk menggambarkan barang-barang India dan Sinhala .

Contoh yang paling jelas ada pada perdagangan lada. Sekalipun Hou Chou shu menyebut lada hitam dan lada putih, yaitu tanaman India yang terkenal di samping hasil bumi Persia,teks-teks kuno tidak pernah menggambarkan lada sebagai hasil bumi Po-ssu, Nan chou chi hanya menyatakan bahwa lada hitam tumbuh di beberapa negeri di laut selatan dan lada panjang  dihasilkan di laut selatan.

 Pucuk,atau akar costus ( Saussurea DC ) adalah sejenis tanaman lain yang dikaitkan dengan India zaman dulu,tetapi tidak pernah dianggap sebagai hasil bumi Po-ssu . Pucuk yang asli tumbuh di Kashmir,yang merupakan tumbuhan pada zaman Sassanid. Ada dua tumbuhan Sassanid lain yang juga akan dinamakan orang sebagai Po-ssu dalam teks-teks kuno. Tumbuhan lain yang tumbuh di Persia Zaman Sassanid tetapi tidak disebut sebagai Po-ssu adalah asafetida atau a-wei ( Ferula Linn ) yang oleh I Tsing dikatakan banyak sekali terdapat di perbatasan India.

 

BAB X

PENGIRIMAN BARANG PERSIA

Para sarjana menyakini bahwa Po-ssu tak lain adalah Persia,referensi-referensi tentang Po-ssu di Asia Tenggara menunjukkan adanya kegiatan pelayaran Persia di sana dan mungkin menunjukkan terdapat posisi dagang orang Persia. Bretschneider pada 1817 menjadi sumber pendapat ini dalam ulasannya tentang sebuah pernyataan dalam Sung shih yang menyatakan bahwa hasil perdagangan Ta-shih, yaitu negeri arab, dibawa ke San-fo-ch’I atau Sumatera. Ia merasa perlu menambhkan bahwa sudah pasti orang Arab dan juga orang Persia berdagang dengan Sumatera Selama abad abad pertengahan, dan barangkali memiliki tanah-tanah jajahan disana. Oleh karena itu, ia dapat menjelaskan mengapa Tung his yang k’ao dari abad pertengahan, dan barangkali memiliki tanah-tanah jajahan disana.

Bretschneider yang begitu mengenal literatur pen ts’ao tidak ragu bahwa Po-ssu berarti Persia dan pada tahun 1895 ia menyebut ju dan wewangian An-his sebagai hasil bumi Persia. Dengan mengutip Tung hsi yang k’ao,Philips mengemukakan bahwa Po-ssu mungkin adalah pasai yang letaknya jauh dari pantai utara Sumatera. Teori ini mendapat dukungan pada tahun 1899 ketika Tsuboi Kumazo menemukan sebuah teks Jepang dari permulaan abad ke-12.Ia memberikan pelafalan angka dalam bahasa Po-ssu yang ternyata sangat mirip sekali dengan pelafalan angka dalam bahasa melayu. Dalam pernyataan ini Kumazo menduga bahwa Po-ssu berarti “pasai”. Pada tahun 1909 Gerini yang sangat berminat mengindentifikasi dengan pasti nama-nama tempat di Asia Tenggara dari transkripsi Cina mengubah teori Pasai itu agar dapat menyamakan Po-ssu dengan Lambesi,yaitu sebuah kampong dekat Aceh.

Laufer mengecam pendapat Bretschneider dan Hirth tentang penyamaan Po-ssu sebagai sebagai Persia, dan ia menekankan bahwa  kenyataanya yang dinamakan hasil Po-ssu itu seringkali berasal dari Asia Tenggara. Ia meningkatkan jumlah nama hasil bumi itu dengan mengutip Yu yang tsa tsu, sebuah teks pada masa T’ang dan dengan sambil lalu ia telah menuliskan beberapa referensi dalam teks-teks kuno sebagai bukti bahwa Po-ssu sudah dikenal pada zaman dulu,ketika ia tidk dikenal sebagai Persia. Kritikan utama terhadap Laufer adalah promosinya atas Li Hsun sebagai orang yang berwibawa tentang persoalan Po-ssu,dan ini merugikan para penulis  teks-teks kuno.

 

BAB XI

KERAJAAN-KERAJAAN TAKLUKAN DI NUSANTARA BAGIAN BARAT MASA AWAL

Pada abad ke-5 dan abad ke-6 ada dua kerajaan yang ingin mempertahankan atau mengembangkan perdagangannya dengan Cina. Salahsatu di antaranya adalah Ho-lo-tan yang sudah di singgung sebelumnya. Lalu yang lainnya bernama Kan-t’o-li. Kerajaan ini pertama kali disebut pada 430 M, dan yang kedua pada 441 M. pada abad yang sama,empat kerajaan yang lain disebut juga. Kerajaan-kerajaan  itu adalah P’o-ta, P’o-huang, P’o-li, dan Tan-tan. Keenam kerajaan jajahan ini,kecuali kerajaan Tan-tan,umunya dianggap berada di Nusantara. Abad ke- 5 juga menjadi saksi Dinasti Liu Sung dan abad ke-6. Dinasti Liang sebagai dua kerajaan dengan perdagangan maritim yang baik. Kedua abad itu juga dianggap dianggap masa perkembangan penting di nusantara.

Bukti yang paling jelas tentang P’o-li dan Tan-tan diberikan oleh pengembara pada abad ke-7 yaitu I Tsing, yang tinggal beberapa tahun di Sriwijaya dan Sumatera. Ia mengetahui daerah itu melalui pengalamannya sendiri. Bukti tentang Po-ta, P’o-huang dan Kan-t’o-li sangat sedikit; tidak ada penjelasan geografis yang diberikan pada ketiga tempat ini untuk membantu menentukan letaknya. Dari catatan yang masih ada ada, P’o-ta dan P’o-hutang adalah kerajaan-kerajaan yang pendek umurnya;semua informasi tentangnya tidak banyak membantu dalam merekontruksi sejarah abad-abad itu. P’o-ta hanya mengirimkan utusan pada 449 M dan 451 M. Mungkin ini kerajaan yang disebut dalam Liu Sung shu sebagai She-p”o-p’o-ta yang mengirimkan utusan pada 435 M.

Dalam Nan shih,She –p’o-p’o-ta,yang mengirimkan utusan pada 435 M.Dalam Nan shih, She-p’o-p’o-ta itu di tulis sebagai She-p’o-ta. P’o-ta adalah singkatan lain untuk nama tempat itu;nama sebenarnya yang dikenal orang Cina mungkin She-p’o-ta. Pemerintah P’o-ta di akui sebagai raja oleh raja Cina pada 449 M.P’o-huang mungkin  berarti ‘bawang’. Dalam T’ai p’ing huang yu chi disinggung sebuah kerajaan bernama Chin-li-p’i-shih yang dikenal pada abad ke-7 menyebutkan nama tempat To-lang-p’o-huang, yang menurut pendapat Ferrand berarti “Tulang Bawang” di pantai tenggara Sumatera dan di selatan sungai Palembang. Disisi lain, Bawang adalah nama tempat Indonesia yang umum dipakai.

 

Muslim Tionghoa Cheng Ho Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara

Judul Buku                :          Muslim Tionghoa Cheng Ho

                                                Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara        

Pengarang                   :          Prof. Kong Yuanzhi

Jumlah Halaman       :           xliv + 299 Halaman

Jumlah Bab                :          V Bab

Penerbit                      :         Pustaka Populer Obor, Jakarta

Tahun                         :            2007

 

 

Bagian I:

Mengembalikan Sejarah yang Tenggelam

 

1

CHENG HO (SAM PO KONG) BAHARIWAN BESAR DI DUNIA

Cheng Ho (1371 -1433) adalah bahariawan besar bukan hanya di dalam sejarah pelayaran Tiongkok, tetapi juga di sepanjang sejarah pelayaran dunia. Selama 28 tahun (1405-1433) ia memimpin armada raksasa untuk mengunjungi lebih dari 30 negara dan kawasan yang terletak di Asia Tenggara, Samudra Hindia, Laut Merah, Afrika Timur, dan lain-lain.

  1. Perbandingan dengan Bahariawan- Bahariawan Eropa

Bila dilihat dari waktu, pelayaran Cheng Ho ke ‘Samudra Barat jauh lebih awal daripada pelayaran bahariawan-bahariawan Eropa seperti Christoforus Colombus (± 1451-1506), Vasco da Gama (± 1460-1524) dan Ferdinand Magellan (± 1480-1521). Ini berarti 87 tahun lebih awal dari pelayaran Colombus yang sampai di benua Amerika pada tahun 1492, atau 92 tahun lebih dahulu dari pelayaran Gama yang sampai di Calicut, India pada tahun 1497 atau 114 tahun lebih dahulu dari pelayaran Magellan yang memulai mengelilingi bumi sejak tahun 1519. Dalam pelayaran pertama Cheng Ho terdapat kapal besar 62 buah dan awak kapalnya lebih dari 27.800 orang. Dalam pelayaran yang ketiga terdapat 48 buah kapal dengan awak kapal 27.000 orang lebih. Dalam pelayarannya yang ke-7 kapal besarnya 61 buah kapal dan awak kapalnya 27.550 orang. Armada Cheng Ho terdiri atas berbagai jenis kapal misalnya kapal pusaka sebagai kapal induk, ‘kapal kuda’ yang mengangkut barang-barang, kuda dan lain-lain, kapal penempur, kapal pembawa bahan makanan dan ‘kapal duduk’ sebagai kapal komando selain itu terdapat kapal-kapal pembantu.

Sedangkan armada Portugis yang dipimpin Vasco da Gama ke India hanya terdiri ats 4 buah kapal cepat, armada-armada orang Eropa sangat kecil jika dibandingkan dengan armada Cheng Ho. Selain itu, susunan armada Cheng Ho pun luar biasa teraturnya, terdiri dari  4 bagian, yaitu bagian komando, bagian teknik navigasi, bagian kemiliteran dan bagian logistic.

  1. Perbandingan antara Cheng Ho dengan Beberapa Bahariawan Eropa dalam Pelayaran Pertama

Banyak pendapat-pendapat yang berbeda mengenai kapasitas kapal Cheng Ho. Mulai dari para sarjana Eropa, Ensiklopedi Amerika, Diplomat Inggris, sampai sarjana Belanda banyak menerjemahkan karya-karya mengenai pelayaran yang dilakukan Cheng Ho. Seiring dengan penemuan-penemuan baru benda peninggalan sejarah mengenai Cheng Ho sekitar tahun 1930-an studi tersebut menjadi lebih mendalam baik di Tiongkok maupun di luar negeri.

Dalam buku Sejarah Teknik Ilmu Pengetahuan Cina, oleh J Needham ditunjukan bahwa Dinasti Ming merupakan suatu masa eksplorasi maritime yang paling jaya dalam sejarah Tiongkok.  Tujuan pelayarannya ingin memperlihatkan kepada semua negara lain, termasuk negara-negara jauh dari dunia yang diketahuinya bahwa Tiongkok adalah suatu negara kuat baik di bidang politik maupun di bidang kebudayaan. Mengenai hubungan antara pelayaran Cheng Ho dengan Asia Tenggara Wang Gungwu, sarjana Australia keturunan Tionghoa pernah menulis beberapa karya yang bernilai. Dalam membicarakan jasa-jasa bahariawan Eropa dalam sejarah pelayaran dunia, perlu dicatat bahwa selama tahun 1492-1504 Columbus telah berlayar sebanyak 4 kali, masing-masing dimulainya pada tahun 1492, 1493 dan 1502, adapula Vasco da Gama dan Magellan.

  1. Maksud Pelayaran ke Samudra Barat (Hindia)

Perlu menganalisa terlebih dahulu politik diplomatic kerajaan Ming untuk mengetahui masksud Kaisar Zhu Di mengutus Cheng Ho berlayar ke Samudra Hindia. Pertama dijalankan politik kerukunan dan persahabatan dengan negara-negara asing. Kedua, penduduk sepanjang pantai Tiongkok dilarang merantau ke luar negeri tanpa mendapat izin, maksudnya  agar perompak-perompak Jepang yang sering mengganggu keamanan pantai Tiongkok menjadi terpencil. Ketiga, mendorong perniagaan antara Tiongkok dengan negara-negara asing. Berdasarkan politik luar negeri tersebut Kaisar Zhu Di mengutus Cheng Ho untuk memimpin pelayaran ke Samudra Barat, maksudnya tak lain untuk mempropagandakan kejayaan Dinasti Ming, meyebarluaskan pengaruh politiknya di Asia-Afrika dan sekaligus mendorong maju perniagaan antara Tiongkok dengan negara-negara. Sudah jelas bahwa pelayaran Cheng Ho bukan bermaksud untuk ekspansi atau agresi. Berbeda dengan bahariawan Eropa yang terkenal, yang sebenarnya sebagai perintis jalan untuk usaha kolonialisasi negerinya.

Mengingat sering munculnya bajak laut dalam perjalannya maka armada Cheng ho dilengkapi degan kapal penempur dan awak kapal yang bersenjata. Dihancurkannya Tan Tjo Gi , bajak laut Palembang oleh armada Cheng Ho merupakan salah satu cara armada Cheng Ho untuk membela diri. Tujuh kali pelayaran Cheng Ho pernah disebut sebagai ‘ekspedisi Cheng Ho ke Barat atau ekspedisi Cheng Ho ke Laut Selatan dan lain-lainnya. Dalam menyelesaikan tugasnya, Cheng Ho bukan tidak pernah menggunakan kekuatan kekerasan. Namun  tindakan militer  yang diambil Cheng Ho hanya bermaksud untuk menyingkirkan kekuatan yang menghalangi kegiatanperniagaan. Tujuan utamanya tak lain dari suksesnya usaha perdagangan.

  1. Latar Belakang Pelayaran Cheng Ho

Syarat pertama ialah kesatuan dan kekuatan Dinasti Ming, Dinasti Ming didirikan pada tahun 1368. Sampai awal abad ke -15, Tiongkok bukan hanya sudah disatukan tetapi juga telah menjadi suatu negara yang amat kuat. Di pihak lain Kerajaan Ming membutuhkan wangi-wangian, rempah-rempah, zat pewarna, manik-manik, ratn mutu manikam. Perdagangan dengan luar negeri baru mungkin dilakukan berdasarkan perekonomian Kerajaan Ming yang cukup kuat dan pelayaran Cheng Ho pun mendapat dasar material yang baik.

Syarat kedua ialah terjalinnya hubungan erat antara Tiongkok dengan negara-negara Asia Afrika dalam jangka waktu lama. Perniagaan antara Tiongkok dengan negara-negara itu semakin banyak, baik di tingkat pemerintah maupun di kalangan para pedagang. Semuanya itu telah menyediakan banyak pengalaman dan awak kapal kawakan yang amat berguna untuk pelayaran Cheng Ho ke Samudra Barat.

Syarat ketiga ialah kepandaian membuat kapal pada masa itu sudah amat maju. Sejak Dinasti Yuan (1206-1368M) yang kemudian diganti oleh Dinasti Ming, kepandaian membuat kapal dan pelayaran di Tiongkok sudah cukup tinggi, antara lain sudah dapat dibuat kapal yang terdiri atas 50-60 kabin dan mampu membawa lebih dari 1000 penumpang dalam pelayaran jauh. Jangkarnya begitu besar dan berat sehingga diperlukan 200-300 orang bila  hendak mengangkatnya. Di kapalnya tersedia pula peta laut dan kompas, disamping buku yang berisi pengalaman pelayaran awak kapal Tiongkok ke luar negeri pada masa silam, misalnya Dao Yi Zhi Lue.(Catatan tentang pulau-pulau di luar negeri) yang ditulis oleh Wang Dayuan pada tahun 1349.

Bagian II:

Cheng Ho di Indonesia-Apa dan Siapa

2

RIWAYAT CHENG HO

Sebagai seorang bahariawan dan laksamana besar, Cheng Ho kurang diperhatikan oleh para sejarawan pada dinasti feodal di Tiongkok. Berkurangnya catatan mengenai moyang Cheng Ho daam literature-literatur sejarah sedikit banyak dapat diatasi dengan catatan silsilah Cheng Ho atau marga Cheng Ho. Pada tahun 1913, oleh Yuan Jiagu ditemukan dan dibahas Nisan Ma Hazhi, ayah Cheng Ho di Kunyang, Propinsi Yunnan. Pada tahun 1980 oleh Li Shihou ditemukan pua Zheng Shi Jia Pu Shou Xu di Nanjing dan Sai Dian Chi Jia Pu di Waisan Propinsi Yunnan. Cheng Ho adalah keturunan ke 37 Nabi Muhammad saw, demikian menurut beberapa sarjana, antara lain Li Shihou dari Tiongkok dan Usman Effendy dari Indonesia. Ahli sejarah bernama Prof. Haji Lie Shihou dalam literaturnya menemukan bukti bahwa moyang yang ke-11 dari Cheng Ho adalah utusan (duta besar) negeri Bokhari (Arab Saudi) yang bernama Sayidina Syafii dan Syafii ini adalah keturunan Rasulullah. Kebanyakan nama moyang Cheng Ho yang terdapat di Mukadimah tersebut asalnya dari bahasa Arab/ Persia. Dalam Mukadimah itu tercatat pula bahwa Sayidin semula adalah Kaisar Kerajaan Bokhari yang terletak di sebelah barat Tiongkok, karena kerajaanya diserang oleh negara tetangganya, Syadina Syafii mengungsi ke Tiongkok bersama dengan pengiringnya lebih dari 5000 orang. Berkat jasa-jasanya keturunan Syafii pun diangkat sebagai pejabat teras di berbagai dinasti Tiongkok. Di samping Mukadimah Silsilah Marga  Cheng dan silsilah Sayid Ajall/ Sayidina Syamsuddin, diajukan pula oleh Li Shihou beberapa literature sejarah lainnya membuktikan bahwa Cheng Ho  adaah keturunan Nabi Muhammad Saw. Namun berdasarkan hasil studi beberap sejarawan tersebut ternyata bahwa Cheng Ho adaah keturunan Syafii. Syafii dan beberapa keturunannya ternyata memeluk Islam dan berkedudukan tinggi. Khususnya Sayidina Syamsuddin yang amat dihormati Kaisar Tiongkok dan dicintai oelh rakyat setempat. Semua itu tidak mungkin tidak memberipengaruh baik kepada Cheng Ho. Sebab itu penemuan dan pembahasan atas silsilah Cheng Ho dapat membantu kita untuk mengenal Cheng Ho dari pengaruh keluarga dan moyangnya.

  1. Cheng Ho Keturunan Nabi Muhammad Saw?

Dalam sejarah negara-negara Islam Arab, khususnya sejarah perkembangan Islam, penulis berpendapat bahwa:

Pertama, masalah Cheng Ho ketururnan Nabi Muhammad Saw harus diselidiki dengan cermat dan sungguh-sungguh mengingat Nabi Muhammad Saw sebagai Rasulullah amat dijunjung tinggi oleh segenap umat Islam.

Kedua, adanya argument-argumen yang bertentangan dengan pendapat Li Shihou tersebut antara lain: Yu Ke dalam bukunya Tiga Agama Besar di Dunia dan Aliran-alirannya. Menurut silsilah Sayid Ajall/Sayidina Syamsudin, Cheng Ho adalah keturunan Hou-Sai-Ni dan Hou Sai Ni tak lain adalah keturunan Nabi Muhammad saw. Disini Hou-Sai-Ni dalam bahasa Mandarin mengacu pada Husain dan bukan mengacu pada Hasan, putra sulung Ali. Mana mungkin Cheng Ho yang hidup antara abad ke-14 sampai abad ke-15 menjadi salah satu dari keturunan Husain. Masalah pelayaran Chneg Ho ke Samudra Barat dibicarakan pula oleh Haji Bai Shouyi daam karyanya Ikhitas Sejarah Islam Tiongkok yang membenarkan bahwa Cheng Ho adalah muslim, namun dengan tidak mengabaikan nilai ilmiah dari tulisan Li Shihou tersebut, penuis berpendapat bahwa sampai saat ini belum dapat diterima pandangan Li Shihou yang mengatakan bahwa Cheng Ho keturunan Nabi Muhammad saw.

  1. Pengalaman Hidup Cheng Ho

Cheng Ho berasala dari bangsa Hui, saah satu bangsa minoritas Tionghoa. Ketika itu keluarganya berpindah ke Tiongkok Barat Daya dan menetap di Propinsi Yunnan. Kakek dan ayah Cheng Ho telah melaksanakan rukun Islam yang kelima yaitu menunaikan ibadah Haji. Pada tahun Yong Le ke-3 (1405 M ) sebelum mengadakan pelayaran-pelayaran pertama ke Samudra Barat Cheng Ho meminta sarjana Li Zhigang membuat suatu tulisan untuk nisan ayahnya. Di dalam nisan itu betuliskan bahwa ayah Cheng Ho tegap, gagah, sifatnya jujur dan pemurah. Ia sering menolong orang miskin dan disegani oelh penduduk kampung. Sedangkan ibunya juga ramah tamah dan berbudi baik.

Pada saat Cheng Ho berumur 12 tahun, Provinsi Yunnan sudah direbut oleh tentara Dinasti Ming yang mengganti Yuan (1206-1368). Cheng Ho dibawa ke Nanjing sebagai kasim atau sida-sida intern di istana. Cheng Ho memanfaatkan  segala fasilitas yang ada untuk banyak membaca dan ikut bertempur, kemudian Cheng Ho dianugrahkan nama marga oleh kaisar karena jasanya yang besar. Kemudian Cheng Ho sebagai kepala kasim intern tugasnya membangun istana, menyediakan aat-alat istana, mengurus gudang es dan lain-lainnya. Akhirnya Cheng Ho dipilih sebagai laksamana untuk memimpin pelayaran ke Samudra Barat.

  1. Asal Usul Nama Sam Po

Cheng Ho mempunyai nama alias Sam Po ( Sam Poo atau San Po) dalam dialek Fujian atau San Bo dalam bahasa nasional Tiongkok(mandarin). San bermakna ‘tiga’ sedangkan ‘Bao’ mempunyai dua bentuk huruf Mandarin yang masing-masing bermakna pelindung dan pusaka. Cheng Ho diberi nama aliasnya sebagai San Bao berhubung dia anak nomor 3, dengan sendirinya kedua kakaknya masing-masing akan diberi nama alias sebagai Da Bao (pertama) dan Er Bao (Bao kedua). Mengenai pandangan yang mengatakan bahwa San Bao ditujukan kepada Chneg Ho, Wang Jinghong dan Hou Xian ini rasanya tak sesuai dengan catatan dalam banyak litaratur dimana Sab Bao hanya ditujukan kepada Cheng Ho. Adapun Sam Po Toa Lang, kata-kata itu berasal dari dialek Fujian dan adalah San Bao Da Re dalam bahasa nasional Tiongkok yang bermakna ‘ Tuan Besar San Bao’. Ini merupakan kehormatan besar bagi Cheng Ho.

3

CHENG HO MUSLIM YANG TAAT

Sebagai seorang muslim yang taat, Cheng Ho juga menghormati kegiatan-kegiatan agama Budha dan agama Tao.

  1. Cheng Ho dan Agama Islam

Menurut catatan sejarah, Cheng Ho adalah muslim yang taat, ia giat menyebarkan agama Islam baik di Tiongkok Maupun di  negara-negara Asing. Cheng Ho juga sering melakukan kegiatan ziarah di pekuburan-pekuburan, dan tidak sedikit kaum muslim yang diajak oleh Cheng Ho berlayar ke Samudra Barat, Cheng Ho juga melakukan pemugaran masjid-masjid karena ia mendapatkan pendidikan Islam sejak masih kanak-kanak.

Cheng Ho meninggal dunia di Calicut pada tahun 1433 dalam rangka pelayaran yang ke-7. Satu tahun sebelumnya, tepatnya pada tahun 1432, ia sudah sakit-sakitan, meskipun begitu Laksamana Muda Hong Bao diutus untuk berkunjung ke Mekah oleh Ma Huan dan kawan-kawannya untuk melukis Kabah dan lukisan itu tak ternilai harganya ketika di Tiongkok.

  1. Cheng Ho menghormati Agama Budha.

antara lain :

Cheng Ho memberikan derma kepada kuil Buddha di negara asing, derma tersebut berupa kain bersulam benang emas dan perak, pedupaan, pot bunga, pelita lilin dan sebagainya. Selain itu Chneg Ho juga mengajak pendeta agama Budha Fei Huan, untuk ikut  dalam pelayaran ke Samudra Hindia.

  1. Cheng Ho menghormati Agama Tao.

Cheng Ho tidak pernah melarang awak kapalnya yang menganut agama Tao menyembah Dewi Sakti terbukti dengan dibangunnya Tugu Peringatan yang mencatat kesaktian Dewi Sakti oleh Cheng Ho. Kata-kata yang terdapat dalam Tugu itu adalah berkat perlindungan Dewi Sakti, kapal-kapal Cheng Ho berhasil mengunjungi lebih dari 30 negara asing dalam pelayaran-pelayaran sebelumnya dan berhasil pula mengatasi angin rebut dan ombak dahsyat.

Namun kegiatan Cheng Ho yang berhubungan dengan agama Budha dan Agama Tao itu tidak pernah menggoyahkan ketaatan  Cheng Ho kepada agama Islam, Cheng Ho tetap taat dan menghormati kegiatan-kegiatan ritual yang dilakukan oleh kaum buddhis dan kaum Taois.

Bagian III:

Apa dan Siapa Cheng Ho dalam Sejarah Indonesia

4

CHENG HO DAN MUSLIM DI TIONGKOK

SEKITAR ABAD KE-15

Cheng Ho adalah seorang muslim yang taat, namun demikian hal ini amat kurang terungkap sejarahnya. Sebagian besar sarjana berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Tiongkok pada pertengahan abad ke-7. Peristiwa penting yang terjadi masa itu ialah, Khalifah III Usman bin Affan (577-656) mengirim utusannya yang pertama ke Tiongkok. Islam masuk ke Tiongkok melalui daratan dan lautan. Perjalanan darat dimulai dari Arab sampai bagian barat Laut Tiongkok melalui Persia dan Afganistan. Jalan ini terkenal dengan nama ‘jalur sutra’’sedangkan perjalanan laut dimulai dari Teluk Persia dan Laut Arab sampai ke pelabuhan-pelabuhan Tiongkok seperti Guangzhou, Quanzhou, Hangzhou dan Yangzhou melalui Teluk Benggala, Selat Malaka dan Laut Tiongkok Selatan.

      Pada masa Dinasti Yuan terdapat tidak sedikit pejabat tinggi yang memeluk agama Islam, antara lain Sayidina Syamsuddin (1211-1279) yang telah berjasa besar dalam memimpin pembangunan dan penyebaran agama Islam di Provinsi Yunnan dan daerah-daerah lainnya. Cheng Ho sebenarnya adalah keturunan ke-6 dari Sayidina Syamsuddin tersebut. Pada  abad ke-14 Dinasti Yuan diganti oleh Dinasti Ming (1368-1644).

  1. Muslim dan Penyebaran Agama Islam Mendapat Perhatian Tertentu dari Penguasa Dinasti Ming.

Pada pertengahan abad ke-14 pemberontakan yang dipimpin oleh Zhu Yuanzhang berhasil menggulingkan Kerajaan Yuan. Setelah Zhu Yuanzhang naik tahta menjadi kaisar pertama Dinasti Ming, para jenderal muslim tersebut dianugerahi jabatan tinggi untuk memimpin pemerintah di beberapa daerah. Tahun 1368 merupakan tahun pertama bagi Zhu Yuangzhang dinobatkan menjadi kaisar Dinasti Ming. Pada tahun itu juga dititahkannya agar dibangun Masjid Jingjue atau disebut Masjid Jalan San San di Nanjing, ibu kota Kerajaan Ming. Pada tahun 1382 kaisar pertama Dinasti Ming menitahkan agar membangun masjid di Jalan Da Xue Xi, kota Xian (Provinsi Shan Xi). Tahun 1405 Zhu Di naik tahta dan dua tahun kemudian menitahkan kepada Haji Amir yang datang ke Tiongkok untuk menyiarkan agama Islam. Pada abad ke-15 Tiongkok telah melakukan ekspor porselin , terutama dibawa ke Asia Tenggara dan Arab dimana terdapat banyak orang Islam. Dalam porselin-porselin tersebut  banyak menggambarkan tentang Dinasti Ming.

  1. Kegiatan Orang Hui Hui yang sebagian Terbesar Muslim mengalami Pembatasan

Orang Hui Hui adalah sebutan Dinasti Yuan untuk orang Se Mu yang bermigrasi ke Tiongkok, yang sebagian besar ikut serta dalam ekspedisi tentara Mongol. Sejak berdirinya Dinasti Yuan, orang Hui Hui mulai tersebar ke seluruh Tiongkok, maka dari itu diambil tindakan untuk membatasi kegiatan orang Hui Hui antara lain larangan untuk memakai pakaian, bahasa, dan nama asli mereka.Orang Hui Hui tidak diperbolehkan pula menikah dengan sesamanya. Akibat dari tindakan pembatasan ini termasuk terhadap jenderal dan para sarjana Hui Hui, banyak yang menyembunyikan identitasnya sebagai muslim dan memakai nama daam bahasa Han.

            Pada era Dinasti Ming terbentuknya suku bangsa Hui mempunyai tiga cirri sebagai berikut:

Pertama,munculnya lokasi pemukiman orang Hui Hui khususnya di provinsi-provinsi seperti Gansu, Shan Xi, Ningxia dan Yunnan.

Kedua, dipakainya tulisan dan bahasa yang sama. Waktu itu orang Hui Hui sudah memakai bahasa Han sebagai bahasa komunikasi bersama.

Ketiga, adanya rasa kebangsaan yang sama, antara lain orang Hui Hui pada umunya menganut agama Islam.

Selain itu terdapat 10 bangsa minoritas yang mengikuti ajaran Islam yaitu bangsa Hui, Uigur, Kazak, Tatar, Tajik, Uzbek, Kirgiz, Dongxiang, Sala dan Padan.

  1. Daerah Pemukiman Muslim Bertambah Banyak

Sejak berdirinya Dinasti Yuan pada tahun 1206, prajurit-prajurit muslim yang turut dalam ekspedisi Mongol mulai ditempatkan di berbagai pos militer yang tersebar di seluruh Tiongkok, banyak bangsawan, pedagang, pejabat yang muslim dan ulama dianugrahi tanah luas oleh Kaisar Dinasti Yuan sehingga mereka menjadi tuan tanah muslim.  Bertambah banyaknya daerah pemukiman muslim merupakan suatu aspek penting bagi munculnya system pesantren di Tiongkok.

  1. Terdapat Catatan Penting Mengenai Mekah dan Keadaan Muslim di Asia dan Afrika.

Ma Hua, Fei Xin dan Gong Zheng masing-masing telah menulis buku tentang pelayaran mereka. Ketiga buku itu ialah Ying Ya Sheng Lan (Pemandangan Indah di Seberang Samudra, 1451), Xing Cha Sheng Lan ( Menikmati Pemandangan Indah dengan Rakit Sakti, 1436) dan Xi Yang Fan Guo Zhi ( Catatan Tentang Negara-negara Samudra Barat,1434). Pada tahun 1423 dalam rangka pelayaran Cheng Ho yang ke-7, Ma Huan dan 6 orang muslim lainnya diutus ke Mekah. Mekah dianggap sebagai tempat suci umat Islam. Lukisan Ma Huan dan kawan-kawannya tentang Mesjid Mekah merupakan suatu karya yang bersejarah di Tiongkok.

5

CHENG HO DAN SEMARANG

Menurut prasasti Tain Fei Ling Ying Zhi Ji (catatan tentang Kemujaraban Dewi Sakti) yang dibangun Cheng Ho di Changle, Provinsi Fujian ( Hokkian), dalam tujuh kali pelayaran tersebut, armada Cheng Ho setiap kali berkunjung ke Sumatra dan 6 kali ke Jawa dengan catatan hanya pelayarannya yang ke-6 saja tidak ke Jawa.

  1. Kelenteng Sam Po Kong di Semarang

Pada pertengahan pertama abad ke-15, Kaizar Zhu di Dinasti Ming Tiongkok mengutus suatu armada raksasa untuk mengadakan kunjungan muhibah ke Laut Selatan. Armada itu dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho  Sam Poo Kong dibantu oleh Wang Jinghong – Ong King Hong sebagai orang kedua. Namun Wang Jinghong mendadak sakit keras, kemudian armada Cheng Ho singgah di pelabuhan Simongan (Mangkang). Setelah Cheng Ho memberikan pengobatan tradisional untuk Wang, ia melanjutkan pelayarannya ke barat dengan ditinggalkannya 10 awak kapal untuk menjaga kesehatan Wang disamping sebuah kapal dan perbekalan-perbekalannya.

 Sebagaimana Laksamana Cheng Ho, Wang Jinghong pun seorang muslim yang saleh. Dia giat menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat Tionghoa dan penduduk setempat di samping diajarkan pula bercocok tanam dan sebagainya. Demi memperingati Laksamana Cheng Ho, Wang mendirikan patung Cheng Ho untuk disembah orang. Kemudian Wang meninggal dalam usia 87 tahun dan jenazahnya dikuburkan secara Islam. Atas jasanya  ia diberi julukan sebagai Kiai Juru Mudi Dampo Awang dan makamnya menjadi bagian dari  Kelenteng Sam Poo Kong. Mula-mula kelenteng itu sangat sederhana, dalam gua tempat kelenteng itu hanya terdapat patung Cheng Ho semata. Pada tahun 1704 gua tersebut runtuh akibat angin rebut dan hujan lebat. Namun Kelenteng Sam Poo Kong dipugar kembali oleh masyarakat Tionghoa setempat pada tahun 1724. Pada hari-hari raya, khususnya tanggal 29 (tanggal Lak Gwee) Juni Imlek, hari mendaratnya Cheng Ho di Semarang  diadakan arak-arakan secara besar-besaran.

Pada pertengahan kedua abad ke-19, kawasan Simongan ( disebut Gedong Batu) dikuasai oleh Johannes, seorang tuan tanah keturunan Yahudi, yang menjadikan kawasan itu sebagai sumber keuntungan. Masyarakat Tionghoa yang hendak sembahyang di Kelenteng Sam Poo Kong dikenakan cukai, karena cukai yang diminta sangat tinggi masyarakat tersebut tidak mampu membayar secara perorangan. Gara-gara ulah Johannes tersebut, kegiatan penyembahan Sam Poo Kong dipindahkan ke Tay Kak Sie dan pada tahun 1879 Kelenteng Sam Poo Kong berhasil di pugar kembali di Gedong Batu. Bersamaan dengan itu didirikan sebuah tugu peringatan yang sampai kini masih terdapat di kompleks kelenteng tersebut. Tugu peringatan itu ditulis dengan huruf Mandarin dan pernah disalin ke dalam bahasa Indonesia dalam majalah Sampo fonds blad yang ditujukan untuk mengenang sebuah perjalanan yang telah dilakukan seorang penjelajah ulung.

  1. Tahun Kedatangan Cheng Ho di Semarang

Ada beberapa pendapat mengenai kedatangan Cheng Ho di Semarang

a). Pendapat pertama mengatakan bahwa Cheng Ho tiba di Semarang pada tahun 1406 atau dalam rangka pelayarannya yang pertama ( 1405-1407).

b). Pendapat kedua mengatakan bahwa Cheng Ho mendarat di Semarang dalam rangka pelayaraan yang kedua (1407-1409).

c). Pendapat ketiga mengatakan bahwa Cheng Ho pernah mengunjungi Semarang pada tahun 1412.

d). Pendapat keempat menunjukan bahwa Cheng Ho pernah singgah di Semarang pada tahun 1413 atau dalam rangka pelayarannya yang keempat.

e). Pendapat kelima mengatakan bahwa Cheng Ho mendarat di Semarang pada tahun 1416.

  1. Makam Wang Jinghong (Ong King Hong) di Semarang.

Sebagai laksamana muda atau salah satu pembantu utama Cheng Ho, Wang Jinghong terkenal pula di Indonesia dengan nama dialek Fujiannya Ong King Hong atau Ong Hing Tek. Majalah Tempo pun menulis ‘ setelah ia ( Wang Jinghong meninggal, entah kapan, makamnya kemudian dikeramatkan oleh warga Tionghoa di Semarang yaitu Sam Poo Kong di Gedong Batu,  dan juga para pribumi Jawa yang masih menjiwai semangat spirituaisme lama.

Menurut Amen Budiman dalam tulisanny, Wang Jinghong telah ditugaskan oleh Kaisar Chu Chanci untuk memimpin ekspedisi ke Sumatra, dimana ia kemudian telah mengalami nasib naas, meninggal di lautan, jauh dari pantai Pulau Jawa. Dalam memimpin misi muhibahnya itu kadang-kadang ia juga telah turun tangan langsung sebagai sorang juru mudi, hingga dengan demikian tidak menherankan jika setelah meninggal di lautan lepas dan dimakamkan di Semarang, ia disebut orang dengan julukan Kiai Juru Mudi Dampoawang.

6

Makam Cheng Ho

Makam Cheng Ho dipugar oleh Kota Praja Nanjing sejak  tahun 1984 dalam rangka memperingati ulang tahun ke 580 dimulainya pelayaran Cheng Ho yang pertama. Pemugaran itu baru selesai dan dibuka untuk umum pada tahun 1985. Kini makam Cheng Ho dikelilingi pohon-pohon yang rimbun dan rindang. Di muka sebuah makam terdapat sebuah jalan yang cukup lebar dan panjangny kira-kira 100 meter. Pangkalnya dis ebelah selatan dan terus menanjak ke ujung di sebelah utara. Ditengah-tengah jalan itu tegak berdiri nisan dimana terukir kata-kata yang menuturkan jasa-jasa Cheng Ho dalam 7 kali pelayarannya. Di pangkal sebuah selatan itu terdapat sebuah halaman dimana ada sebuah tanda batu. Diatasnya terukir kata-kata ‘Makam Cheng Ho- Benda Pemeliharaan Provinsi Jiangsu. Yang menarik ialah di depan makam terdapat 28 anak tangga yang dibagi dalam 4 tingkatan. Setiap tingkatan terdiri dari 7 anak tangga. Angka-angka berupa 28,40 dan 7 masing-masing dijadikan lambang sebagai berikut: 28 tahun Cheng Ho dan anak buahnya telah menjelajahi kira-kira 40 negara dalam 7 kali pelayaran.

Bagian IV:

Menggali Sejarah Cheng Ho di Indonesia

7

BEBERAPA PERISTIWA PENTING DI INDONESIA

 

  1. Perang antara  Raja Timur dengan Raja Barat di Jawa.

Menurut Liu Ruzhong, ketika Cheng Ho dan awak kapalnya mendarat di bekas daerah kekuasaan raja timur di Pulau Jawa dan mengadakan pertemuan dan perdagangan dengan perantau Tionghoa, lebih dari 170 awak kapal Cheng Ho dibunuh oleh raja barat yang telah berhasil menggulingkan raja timur. Karena raja barat menyadari kesalahannya, diutuslah orangnya menghadap Kaisar Ming memohon ampun. Utusnnya berjanji akan memenuhi tuntutan Kaisar Ming agar mengganti rugi dengan emas 60.000 tail. Dan dijanjikannya pula supaya putra raja timur akan dijadikan sebagai raja timur dan daerah kekuasaan raja timur itu takkan diganggu lagi oleh raja barat. Menurut Ming Shi, raja Jawa menyerahkan upeti kepada Kaisar Tiongkok setiap tahun atau dua tahun sekali setelah dalam rangka penyelesaian masalah tersebut.

  1. Bajak Laut Chen Zhuyi ( Tan Tji Gi) Digiring dari Palembang ke Tiongkok.

Pada awal Dinasti Ming (1368-1644) sudah ada orang-orang Tionghoa merantau ke Palembang antara lain Liang Daoming yang berasal dari Nan Hai, Provinsi Guandong. Pada tahun  Yong Le ke-5 (tahun 1407), armada Cheng Ho tiba di Palembang dalam perjalanan pulang ke Tiongkok. Oleh Chen Zhuyi kedatangan Cheng Ho itu dianggap sebagai kesempatan baik untuk merampas segala harta diatas armadanya.

  1. Perang antara Kerajaan Samudra Pasai dengan Kerajaan Nakur

Pada musim dingin tahun Yong Le ke-11 (tahun1413) armada Cheng Ho berlayar ke Samudra Barat untuk ke-4 kalinya. Armadanya mula-mula ke Campa, kemudian berturut-turut berkunjung ke Jawa, Palembang, Malaka, Aceh dan sebagainya. Pada waktu itu Raja Samudra Pasai di aceh telah mangkat akibat terkena panah beracun dalam suatu pertempuran dengan Raja Nakur di Batak.

8

KERAJAAN MAJAPAHIT DALAM CATATAN MA HUAN DAN FEI XIN

Dalam karya Ma Huan, Ying Ya Sheng Lan (Pemandangan India di Seberang Samudra), dan karya Fei Xin, Xiang Cha Sheng  Lan (Menikmati Pemandangan Indah dengan Rakit Sakit), masing-masing terdapat bab tersendiri yang berjudul ‘’Kerajaan Jawa’’. Antara lain diceritakan sebagai berikut : Bila ada kapal luar negeri ke Jawa, umumnya mereka berturut-turut berlabuh di empat tempat, yaitu Tuban, Gresik, Surabaya, kemudian Majapahit (yakni Mojokerto).

 

 

 

  1. Beladu-keris

Beladu  dipakai  oleh kaum pria baik muda maupun tua,baik kaya  maupun miskin. Beladu itu terbuat dari besi terbaik dan pegangannya terbuat dari emas,cula badak atau gading yang terukir halus. Ada pantangannya bagi orang  Jawa ialah kepalanya tak boleh diraba orang,jika dilanggar akan menimbulkan perkelahian.

  1. Tuban

Di Tuban, uang kepengan dari Tiongkok yang terbuat dari kuningan berlaku pula. Tuban dahulu terletak di pantai berpasir, dengan datangnya perantau Tionghoa maka terbentuklah kampung baru di Tuban yang disebut Xin Cun artinya ‘’Kampung Baru’’.

  1. Gresik

Di Gresik terdapat lebih dari seribu kepala keluarga penduduk. Lurah Gresik kala itu adalah seorang perantau Tionghoa yang berasal dari Provinsi Guandong.

  1. Surabaya

Di Surabaya seorang kepala daerah memimpin  kira-kira seribu kepala keluarga, diantaranya  terdapat pula perantau Tionghoa. Adat istiadat penduduk setempat sederhana, baik pria maupun wanita berkonde semua. Mereka memakai baju panjang dan pinggangnya dililit dengan kain berlipat. Di Surabaya orang yang tua dan berbudi diangkat sebagai kepala daerah.

  1. Mojokerto

Di Mojokerto terdapat 200-300 kepala keluarga dan sang raja dibantu oleh 7-8 kepala kelompok penduduk. Istana Raja Jawa bertembok batu bata yang tingginya lebih dari 3 zhang (9,3 m) dan lingkarannya lebih dari 200 kaki panjangnya. Rakyat kecil tinggal di pondok yang terbuat dari kajang atau lalang. Sang Rajanya memakai mahkota yang berhias kembang emas dan memakai kain yang dijelujur dengan benang sutra. Baginda tidak pernah mengenakan sepatu dan biasanya naik gajah atau cikar bila ke tempat yang agak jauh.

 

  1. Hasil Bumi dan Hewan

Udara di Jawa, menurut Ma Huan, panas sepanjang tahun seperti musim panas di Tiongkok, sehingga padi dipanen 2 kali dalam setahun. Di Jawa terdapat  pula wijen putih, kacang hijau,dan lain-lain kecuali gandum. Terdapat pula bermacam-macam burung langka seperti beo putih, ayam mutiara (kalkun), kelelawar, burung nilam, tekukur berpancawarna, merak, pipit pinang dan lain-lain. Buah-buahan juga banyak jenisnya, misalnya pisang, buah kelapa,delima, tebu, durian, manggis, langsat, semangka dan lain-lain.

  1. Agama dan Adat Istiadat

 Adat perkawinan Jawa, pengantin laki-laki datang dulu ke rumah keluarga pengantin perempuan. Pengantin perempuan berkain tetapi tidak mengenakan sepatu, ia dihiasi selendang yang bersulam sutra serta kalung, gelang emas dan perak. Mengenai adat penguburan jenazah, diceritakan pula oleh Ma Huan : bila orang tua ternyata tak tertolong dan tak lama lagi akan meninggal, dia akan dimohon member pesan oleh anak-anaknya mengenai cara penguburan jenasah orang tua itu nanti. Bila orang kaya atau tokoh yang disegani akan meninggal, istri dan beberapa pembantu perempuan terdekat bersumpah rela mati bersama-sama dengan tuannya nanti. Pada hari penguburan, peti mati tuannya tergantung pada suatu kerangka kayu dan di bawahnya tersedia unggun. Di Jawa terdapat pula suatu adat pertarungan bamboo runcing, menurut titah sang raja, permaisuri duduk di suatu kereta menara beroda, yang tingginya lebih dari satu zhang (lebih dari 3 m).

  1. Bahasa, Mata Uang dan Ukuran Penimbang

Di Jawa banyak juga yang hidupnya kaya, dalam berbiaga orang memakai uang kepengan dari berbagai dinasti di Tiongkok. Bahasa orang Jawa sangat halus dan indah dengan kaidah-kaidah tertentu.

  1. Nyanyian dan Pertunjukan

Di Jawa terdapat pula suatu pertunjukan yang menarik, seperti penggambaran tokoh-tokoh manusia, burung, binatang, ulat dan lain-lain pada sebidang kertas (daun kajang pengganti kertas). Penonton duduk melingkar menyimaknya dengan asyik.

 

9

KERAJAAN-KERAJAAN DI PULAU SUMATRA DALAM CATATAN MA HUAN DAN FEI XIN

Yang disebut Kerajaan Samudra adalah Kerajaan Samudra Pasai. Dapat dipastikan bahwa Kerajaan Samudra Pasai yang dulu letaknya antara Sungai Jambu Air (Krueng Jambo Aye) dengan Sungai Pasai ( Krueng Pase di Aceh Utara).

Latar belakang  ekspedisi tersebut : Kubilai Khan, cucu dari Jengiz Khan (Mongol) berhasil menggulingkan Dinasti Song  pada tahun 1279. Berturut-turut ia mengirimkan utusan dari Tiongkok ke Jawa dengan maksud agar Raja Jawa Kertaegra rela mengaku Tiongkok sebagai negara yang dipertuan. Pada tahun 1289 Kubilah Khan mengutus Meng Qi ke sendiri  atau mengirimkan kerabatnya ke Tiongkok dengan membawa upeti. Hal itu ditolak oleh Raja Jawa sehingga terjadilah peretngkaran antara Kertanegara dengan Feng Qi. Karena merasa  sakit hati, Kertanegara menuyurh bawahannya merajah muka Meng Qi dan membubuhinya dengan tinta hitam, kemudian utusan dari Tiongkok tersebut diusir dari Jawa. Kubilai Khan meluap-luap kemarahannya, sebab perbuatan Raja Jawa itu dianggapnya sebagai suatu penghinaan besar terhadap dirinya. Pada tahun 1292 Kubilai Khan mengirim satu pasukan ke Jawa untuk menghajar Raja Singasari Di Jawa. Ekspedisi tersebut mengalami kegagalan dan pasukan Kubilai Khan ditarik kembali ke Tiongkok pada tahun 1293. Serangan Khubilai Khan terhadap Jawa itu dimaksudkan untuk menghajar, bukan hendak menduduki tanah Jawa sejengkal pun, namun penyerangan terhadap negara lain itu tidak dapa dibenarkan.

11

HUBUNGAN TIONGKOK-MALAKA SEKITAR ABAD KE-15

Pada awal abad ke-15 Malaka terpaksa mempersembahkan 40 tahil emas kepada Siam. Dengan kunjungan Malaka berharap dapat memanfaatkan pengaruh Tiongkok sebagai suatu negara terkuat di Asia pada waktu itu untuk melepaskan diri dari ancaman Siam. Pada zaman itu negara yang mempertuan biasanya menyampaikan upeti itu merupakan salah satu saluran perdagangan antara Tiongkok dengan negara asing yang bersangkutan. Pada saat itu Siam dan Malaka bersengketa  dan Kaisar Tiongkok berhasil menyelesaikan persengketaan antara Siam – Malaka tersebut.  Hingga selanjutnya hubungan antara Tiongkok- Malaka menguntungkan kedua belah pihak di segala bidang antara lain di bidang politik dan ekonomi. Perniagaan Tiongkok – Malaka dibutuhkan untuk memajukan ekonomi Malaka. Hubungan ekonomi Tiongkok- Malaka hanya dapat ditempuh dengan dua saluran yaitu melalui perniagaan anatara Malaka dengan rombongan Chneg Ho dan melalui penyampaian upeti ke Tiongkok. Malaka telah memperoleh cendera mata dari Kaisar Tiongkok berupa hasil kerajinan dari Tiongkok sebagai balasn terhadap upeti dari Raja Malaka yang umumnya berupa hasil bumi  Malaka yang terkenal.

12

MALAKA DALAM CATATAN MA HUAN DAN FEI XIN

Menurut catatan Ma Huan bagian tenggara Malaka mengahadap ke laut, sedangkan sebelah barat laut terdiri atas penggunungan . Udara pagi hari panas dan malam hari sejuk, tanahnya berpasir dan beragam. Sawah ladangnya gersang, tidak hanya menghasilkan tanaman. Sedikit orang yang bercocok tanam.

  1. Agama dan Kebiasaan Sehari-hari

 Baik raja maupun rakyat menganut agama Islam,mereka berpuasa dan mengaji juga memakai serban yang terbuat dari kain biru dengan hiasan bunga yang indah. Sang Raja beralas kaki yang terbuat dari kulit. Kaum prianya menutup kepala menggunakan sapu tangan bersegi empat, kaum wanita bersanggul. Orang Malaka kulitnya kehitam-hitaman, memakai baju pendek berwarna-warni bagian bawahnya digulung dengan kain putih. Namun dalam catatan Fei Xin bahwa di antara orang Malaka yang berkulit kehitam-hitaman terdapat orang kulit kuning langsat dan mereka adalah keturunan Tionghoa.

  1. Hasil Bumi dan Hewan

Di Malaka sebagian penduduknya bekerja sebagai nelayan, mereka menangkap ikan di laut dengan kano. Di negara ini terdapat kayu hitam, dammar, dan berbagai wangi-wangian. Di gunung terdapat pohon sagu,kulit sagu dihancurkan kemudian di saring airnya dan ampasnya dikeringkan untuk dijadikan beras sagu. Terdapat juga pohon kajang yang bijinya dipakai untuk membuat arak kajang suatu minuman keras yng memabukan orang. Di kerajaan ini terdapat pula tebu, pisang, nangka, lengkeng, semangka, jahe, bawang hijau, bawang putih, mostar, labu dan sayur-mayur.

  1. Pelabuhan tempat singgah Cheng Ho

Ketika armada Cheng Ho mendarat di suatu tempat dibuat pagar kayu runcing yang mengelilingi seperti tembok kota. Di sana terdapat gudang untuk menyimpan uang dan bahan makanan. Bila sudah kembali armada Cheng Ho yang berlayar ke berbagai kerajaan dan kawasan di Samudra Hindia, ditempat inilah awak kapal mengepak barang-barang yang dibeli dari berbagai negara asing.

13

PAHANG, LANGKAWI, DAN GUNUNG SEMBILAN DALAM CATATAN FEI XIN

  1. Pahang

Pahang terletak dis ebelah barat Siam, daerah tersebut pegunungnnya yang dikelilingi jalan turun-naik, terdapat sawah dan lading yang luas dan iklimnya hangat sepanjang tahun, tidak panas dan tidak dingin.

  1. Langkawi

Langkawi disebut sebagai Long Ya Shan Ti menurut catatan Fei Xin dalam bahasa Mandarin da terletak di luar pelabuhan Jedah, bagian barat Semenanjung Tanah Melayu. Adat istiadat setempat sederhana dan baik, pria maupun wanitanya berkonde. Pakainannya terbuat dari kapuk. Hasil buminya antara lain, pinang, kelapa, dan wangi-wangian, terdapat juga tripod besi, kain berwarna dan sebagainya.

  1. Gunung Sembilan.

Gunung Sembilan berbatasan dengan Malaka. Di gunung itu terdapat kayu gaharu dan pohon-pohon lainnya. Gunung Sembilan berwarna hijau tua jika tampak dari kejauhan denga dikelilingi oleh laut dan pemandangan  yang indah permai. Terdapat pula Pulau Aur disebelah timur Pantai Johor, disini terdapat gunung yang tinggi-tinggi. Tanahnya gersang tidak baik untuk bercocok tanam. Penduduknya membuat garam dari air laut dan membuat arak dari santan. Hasil buminya antara lain pinang, kapuk, dan tikar serabut dianyam dari serabut kelapa dan  banyak dijual kepada orang Tionghoa.

Bagian V:

Cheng Ho dan Sejarah Indonesia

19

CERITA RAKYAT DAN PENINGGALAN SEJARAH TENTANG KUNJUNGAN MUHIBAH CHENG HO KE ASIA TENGGARA

  1. Sam Po Kong dan Dewi Kilisuci

Di Pulau Jawa, tersiar cerita tentang Sam Po Kong yang jatuh cinta kepada Dewi Kilisuci. Konon kabarnya Dewi Kilisuci adalah seorang putrid Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit di Trowulan. Sam Po Kong berusaha mengambil hati Dewi Kilisuci dengan segala cara. Menurut cerita Sam Po Kong berhasil memperistri Dewi Kilisuci namun mereka tidak bisa hidup layaknya suami istri.

  1. Kelenteng Ancol di Jakarta

Kelenteng Ancol, Jakarta terletak kira-kira 25 m dari Sirkuit Ancol. Kompleks pemujaan leluhur ini memilki taah seluas 3000 meter persegi dan kini dikenal dengan nama Kelenteng Bahtera Bhakti. Ada pula yang menyebut sebagai Kelenteng Sam Po Kong Soei Soe, yaitu juru masak armada Sam Po Tay Tjien yang meninggal dunia di daerah tersebut.

Selain Kelenteng Ancol,ada banyak tempat bersejarah yang berhubungan engan Cheng Ho antara lain:

a). Puri Sunyaragi dekat Cirebon

b). Kelenteng Mbah Ratu di Surabaya

c). Lonceng Cakradonya di Aceh

d). Batu Besar di Bangka

e). Cerita Sam Po Kong di Bali

 

Kemudian ada pula cerita Hang Li Po dan bukit China di Malaysia :

a). Cerita Sam Po Kong di Filipina

b). Cerita Sam Po Kong di Brunei

c). Cerita Sam Po Kong di Thailand

d). Cerita Sam Po Kong di Singapura

e). Cerita Sam Po Kong di Campa

 

20

SUMBANGAN CHENG HO PADA DUNIA UMUMNYA DAN USAHA PERSAHABATAN ANTARA BANGSA TIONGHOA DENGAN BANGSA-BANGSA DI ASIA TENGGARA KHUSUSNYA

 

 

  1. Bidang  Pelayaran Internasional

Kawasan-kawasan Asia- Afrika yang dikunjungi armada Cheng Ho antara lain:

a). Semenanjung Indocina

b). Semenanjung Tanah Melayu

c). Kepulauan Nusantara, kepulauan Filipina dan lain-lain.

d). India, Sri Langka dan kepulauan disekitarnya.

e). Teluk Persia: Ormuz dll.

f). Arab : Jofar, Aden, Mekah dll

g). Afrika : Brawa, Jobo (Djobo), Mogedoxu (Somali), Malinde ( Kenya), Rasa ( Afrika Timur) dll.

Pelayaran Cheng Ho telah banyak memperkaya pengetahuan manusia mengenai kawasan-kawasan di sekitar Lautan Pasifik dan Lautan Hindia. Dari Peta Pelayaran Cheng Ho dapat dilihat bahwa setiap tempat yang didatangi armada Cheng Ho diberi nama. Diantara lebih dari 500 nama tempat itu terdapat nama tempat di luar Tiongkok. berjumlah tidak kurang dari 300, dan nama-nama tempat itu kebanyakan mengacu kepada tempat-tempat di sepanjang pantai Semenanjung Malaya, Semenanjung Hindia dan Semenanjung Arab. Pelayaran Cheng Ho telah mencapai suatu hasil yang unik dalam sejarah usaha pelayaran. Dan pelayaran-pelayaran itu telah memperlihatkan ‘’teknik pelayaran Tiongkok yang melebihi operasi pelayaran sebelumnya di tempat mana pun.

  1. Bidang Perniagaan

            Menurut catatan literature sejarah Tiongkok, yang dibawa ke Samudra Hindia oleh armada Cheng Ho antara lain berbagai kain sutra, sulaman, porselen, jebat, emas, perak, perunggu, alat besi untuk sembahyang atau memasak, the, beras, kedelai, jeruk, kapur barus, buku dan lain-lain, sampai-sampai sebagian genteng untuk istana dan kelenteng di Malaka dan menara di Siam pun merupakan hasil bawaan Cheng Ho. Yang dibawa kembali oleh armada Cheng Ho ke Tiongkok antara lain mutiara, Kristal, ratna mutu manikin, gading, singa, jerapah, macan tutul, bahan obat seperi cengkeh, kemenyan (frankincense), cula badak, tanduk antelope (sejenis kijang di Afrika), wangi-wangian, rempah-rempah seperti merica, berbagai jenis kain, kayu, dan lain-lain. Barang-barang tersebut sebagian merupakan tanda mata yang ditukarkan antara  dua kerajaan dan sebagian lainnya hasil perniagaan atau barter.

  1. Bidang Kebudayaan

            Pelayaran-pelayaran Cheng Ho telah berhasil menggalakan pertukaran kebudayaan antara Tiongkok dengan negara-negara lain di Asia Afrika, dalam hal ini patut dicatat  bahwa Cheng Ho telah mendorong maju penyebaran agama Islam di luar Tiongkok, khususnya di Jawa.

–          Penyampaian Almanak dari Tiongkok

            Almanak dari Tiongkok pada Dinasti Ming sudah cukup maju, almanak itu terdiri atas almanak pemerintah dan almanak rakyat. Isinya bukan hanya menunjukan tanggal, bulan, dan tahun imlek Tionghoa tetapi juga mencatat 62 bidang dari upacara kenagaraan sampai cara kehidupan rakyat Tionghoa, antara lain pemujaan kepada Tuhan atau moyang, promosi, penyampaian laporan kepada kaisar, jamuan kenegaraan, pengiriman utusan ke luar negeri, cara bercocok tanam, pembangunan rumah, irigasi, peternakan, perburuan, pengobatan ( termasuk tusuk jarum atau akupuntur), penjahitan dan lain-lain. Singkatnya almanak itu seperti ensiklopedia Tiongkok yang mencakup keadaan politik, sosial, kebudayaan, dan ekonomi Tiongkok masa itu.

–          Seni dan Sastra

            Pelayaran Cheng Ho pun telah mendorong pertukaran seni dan sastra antara Tiongkok dengan negara-negara Asia Tenggara. Ada pula persamaan dongeng China dengan Indonesia yaitu cerita Joko Tarub dengan dongeng Peacock Maiden yang popular di Propinsi Yunnan. Kemudian yang tak kalah menariknya ialah wayang beber Jawa yang diperkenalkan oleh Ma Huan dalam bukunya Ying Ya Sheng Lan ( Pemandangan Indah di Seberang Samudra). Di bidang seni rupa, rombongan dari Tiongkok yang beranggotakan 7 orang yang dikirim ke Mekah dalam pelayaran Cheng Ho ke-7 telah berhasil membuat imitasi atas gambar pemandangan tanah suci masjid besar di Mekah. Seni ukir suatu hasil kerajinan kepandaian orang Jawa dalam mengukir dicatat pula oleh Ma Huan ketika menulis tentang kerajaan Majapahit yang dikunjunginya. Kemudian  ada beladu (keris) yang terbuat dari besi terbaik dan pegangannya terbuat dari emas, cula, badak atau gading yang terukir halus. Di kelenteng dan masjid-masjid itu terdapat persamaan antara gaya oriental pada pagoda, tiang yang tinggi, atap yang datar dan parallel, pinggir atap yang menggelombang, bagian atap yang melengkung lagi menjulang, balairung yang besar dan serambi yang berliku-liku. Namun perbedaannya pada masjid-masjid di Jawa adalah atapnya berbentuk setengah bola atau melengkung di Sumatra dan Malaysia. Baik Kelenteng maupun rumah-rumah biasa  dibangun oleh Cheng Ho dan para pengiringnya bukan saja member pengaruh kepada masyarakat Tionghoa di Indonesia tetapi juga penghargaan dari masyarakat dari rakyat Indonesia.

–          Penyebaran Agama Islam di Luar Tiongkok

            Sebagai seorang muslim yang saleh, Cheng Ho telah banyak mengadakan kegiatan agama Islam di Tiongkok, negerinya sendiri dan sebagai laksamana yang menganut agama Islam, Cheng Ho sudah pasti mengambil inisiatif untuk menyebarkan agama Islam di negara-negara yang dikunjunginya. Cheng Ho  tokoh  Islam penting pertama yang berkunjung ke Jawa, Cheng Ho dan rombongannya telah mengambil inisiatif dalam menyebarkan agama Islam. Ada pula Haji Gan Eng Tju menjadi salah satu pendorong untuk kegiatan-kegiatan masyarakat Islam keturunan Tionghoa. Oleh Haji  Gan diangkatlah beberapa tokoh sebagai pemimpin totok, seperti Swan Liong, Bong Swee Hoo.

            Sementara itu kaum pedagang, baik dari Gujarat, Parsi maupun Malaka, juga ingin melakukan hubungan dagang langsung dengan tanah Jawa. Oleh karena itu mereka berdatangan  dan menetap di daerah-daerah sepanjang antai utara Jawa. Peranan kota pantai dan Bandar niaga itu memang besar, letaknya yang berdekatan dengan pusat Kerajaan Hindu, Majapahit, sangat menguntungkan.

            Di Indonesia  sendiri banyak orang-orang keturunan Tionghoa yang telah beralih ke agama Islam sebagai usaha megikuti jejak langkah Cheng Ho dalam menyebarkan agama Islam.

  1. Dalam Usaha Mempererat Persahabatan Antarbangsa

            Kunjungan armada Cheng Ho ke negara-negara Asia- Afrika dalam 7 kali pelayaran itu merupakan kunjungan muhibah, yang berbeda sama sekali dengan kedatangan  kaum penjajah Barat ke timur pada beberapa abad kemudian. Cerita kedatangan Cheng Ho tersiar luas di Indonesia khususnya dan di negara-negara Asia umunya. Kelenteng Sam Po Kong di Semarang merupakan suatu contoh yang baik, bukan saja dikunjungi oleh keturunan Tionghoa tetapi juga banyak didatangi oleh orang Indonesia, khususnya orang Jawa. Dalam membicarakan jasa Cheng Ho untuk mempererat persahabatan antara Tiongkok dengan negara-negara lain di Asia- Afrika, tidak dapat tidak disinggung soal upeti yang disampaikan kepada Kaisar Ming di Tiongkok oleh utusan-utusan asing. Namun berkat kunjungan armada Cheng Ho dan tindakan-tindakan lainnya yang dilakukan oleh Kaisar Ming untuk bersahabat dengan negara-negara asing dan berkat maksud baik dari negara-negara itu, maka muhibah dari kerajaan-kerajaan Asia- Afrika berturut-turut mengunjungi Tiongkok. Tiongkok juga banyak mengirimkan utusannya ke negara-negara Asia Afrika dan dalam kunjungan timbale balik itu banyak terdapat peristiwa yang amat penting dan menarik. Begitu banyak utusan asing datang bersama-sama ke Tiongkok, itu merupakan peristiwa yang amat jarang terjadi baik dalam sejarah Tiongkok maupun dalam sejarah negara lain.

            Dalam  hubungan antara Tiongkok dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara misalnya, tidak ada kaitannya dengan penaklukan pada masa itu, demikian pula hubungan Tiongkok dengan negara-negara lain pada abad ke-15. Tiongkok tidak akan mencampuri urusan dalam negeri  negara lain, dengan alasan karena tidak mampu dan yang kedua karena Tiongkok berpendapat tidak perlu memaksakan hukum-hukum dan peraturan-peraturan dan kebiasaan kepada negeri-negeri itu. Tugas pelayaran Cheng Ho merupakan usaha perwujudan kebijaksanaan, sehingga dalam melakukan tugasnya sebagai bahariwan besar, penjunjung tinggi persahabatan dan perdamaian, muslim yang saleh, nama Cheng Ho harum akan harum sepanjang masa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sosiologi Masyarakat Kota & Desa

Sosiologi Masyarakat Kota & Desa

 

Tulisan ini membantu penyampaian materi kuliah “Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa”, mendeskripsikan cara pandang dan bagaimana sosiologi memberikan pemahaman dan analisis tentang masyarakat kota dan desa, kehidupan sosialnya, hubungan kota dan desa dan kaitannya dengan pembangunan, gejala dan masalah-masalah kota dan desa termasuk urbanisasi dan urban bias. Pokok-pokok perkembangan kota dan pembangunan desa dimasukkan dalam lingkup bahasan yang sesuai dengan kebutuhan penelaahan studi-studi politik dan administrasi. Untuk mempermudah penyampaian, artikel ini terbagi menjadi 3 bagian. Bagian I berisi materi Mengenal Sosiologi Untuk Analisis Masyarakat (I), Konsepsi Tentang Masyarakat (II) dan Mengenal Paradigma Ilmu Sosial (III). Bagian II berisi materi Masyarakat Kota (I), Masyarakat Desa (II), Masalah-Masalah Masyarakat Kota dan Desa (III).

I

Mengenal Sosiologi Untuk Analisis Masyarakat

Sebagai awalan perjumpaan ini lebih baik jika saya me-refresh pemahaman dasar sosiologi, terkait pengertian, definisi dan kajian disiplin ilmu sosiologi. Termasuk juga, pengertian tentang masyarakat, interaksi social, proses sosial dan lembaga social, yang nantinya pemahaman dasar ini digunakan sebagai pijakan elaborasi dan analisis masyarakat kota dan desa. Sebagai langkah awal, mari kita pelajari dulu sosiologi dan masyarakat karena keduanya terkait erat (sosiologi kan mempelajari masyarakat, ok…)…

  1. Sosiologi memiliki banyak sekali definisi dan pengertian, yang dirumuskan oleh para ilmuwan social. Dan tidak ada paradigma tunggal dalam ilmu social, artinya, cara pandang ilmu social khususnya sosiologi dapat mengikuti perspektif dan definisi ilmu yang mana saja yang diberikan oleh para pakar sosiologi. Namun dari ragam definisi tersebut, dapat ditarik suatu rumusan pengertian umum, bahwa sosiologi, atau ilmu tentang masyarakat, merupakan bagian dari ilmu social, yang mempelajari kehidupan social atau kehidupan manusia secara bersama-sama dengan manusia lainnya. Kehidupan manusia secara bersama-sama ini kemudian disebut dengan istilah ‘masyarakat’ (bahasan tentang ‘masyarakat’ akan saya berikan dalam sub bahasan tersendiri, nanti di bawah ya…). Ini bicara ‘sosiologi’ dulu ya…
  2. Beberapa definisi SOSIOLOGI yang perlu diketahui:

Pitirim Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala- gejala social.

Alvin Bertrand, sosiologi adalah ilmu yang Ilmu yang mempelajari dan menjelaskan tentang hubungan antar manusia.

J.A.A Van Doorn dan C.J Lammers, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur sosial, proses sosial yang bersifat stabil.

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses-proses social termasuk perubahan social.

Hassan Shadily, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan. Sosiologi mencoba memahami sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh serta berubahnya perserikatan hidup, kepercayaan, keyakinan yang memberi sifat tersendiri pada cara hidup bersama tersebut.

Max Weber mendefinisikan sosiologi sebagai studi tentang aksi social (Haralambos, Sociology, Themes and Perspectives). Sebagai studi aksi social, ia banyak berbicara mengenai hubungan social dan motivasi, yang menurut Weber banyak dipengaruhi oleh rasionalitas formal. Rasionalitas formal, meliputi proses berpikir actor dalam membuat pilihan mengenai alat dan tujuan (Ritzer,2005). Dalam konteks ini, hubungan sosial, berkaitan dengan motivasi dan rasionalitas formal mengenal 3 sifat hubungan, yakni:

–      Hubungan sosial yang bersifat atau didasarkan pada tradisi. Yakni hubungan sosial yang terbangun atas dasar kebiasaan / tradisi di masyarakat.

–      Hubungan sosial yang bersifat atau didasarkan pada koersif/ tekanan. Yakni hubungan sosial yang terbangun dari rekayasa social dari pihak yang memiliki otiritas (kekuasaan) terhadap yang powerless.

–      Hubungan sosial yang bersifat atau didasarkan pada rasionalitas. Sedangkan ciri dari hubungan rasional adalah hubungan sosial yang bersifat asosiatif dan orientasi tindakan sosial berdasarkan pada sebuah penyesuaian kepentingan-kepentingan yang di motivasi secara rasional atau persetujuan yang di motivasi secara sama.

Dalam hubungan sosial selalu ada pengorganisasian dan pengorganisasian tersebut dipertahankan melalui wewenang. Weber menjelaskan hubungan sosial ini berdasarkan atas rasional formal, karenanya terdapat suatu pengorganisasian. Dan pengorganisasian tersebut dipertahankan melalui wewenang (otoritas, legitimasi). Weber membagi 3 tipe otoritas / legitimasi, yaitu:

 

  • Otoritas Tradisional

Berasal dari kepercayaan dan faktor keturunan atau garis keluarga atau kesukuan. Otoritas tradisional ini berdasarkan pada penerimaan kesucian aturan-aturan karena aturan-aturan itu telah lama ada dan dalam legitimasi mereka yang telah mewariskan hak untuk memerintah dengan aturan-aturan ini. Di dalam tatanan tradisional individu merupakan loyalitas dari masa lalu dan mereka mewakili masa lalu itu, sebuah loyalitas yang seringkali berakar dalam sebuah kepercayaan akan kesakralan peristiwa-peristiwa sejarah tertentu. Misalnya seorang kyai, maka anak dan keturunan kyai akan cenderung menjadi kyai pula karena tradisi yang diterima  oleh masyarakatnya. Walaupun seringkali sang kyai muda (kadang dadakan) ini tidak memiliki ilmu agama yang mumpuni. Tetapi tidak ada orang yang memprotes karena mereka (terlanjur) percaya.

  • Otoritas Karismatik

Berasal dari anggapan atau keyakinan bahwa seorang pemimpin (pemegang otoritas) itu memiliki kelebihan yang luar biasa (linuwih, Jawa). Contohnya, empu yang punya kesaktian (dia sekaligus memiliki otoritas karismatik), Soekarno yang dianggap (minimal oleh pemujanya) kekuatan “supra”, dsb.

  • Otoritas Legal-Rasional

Berasal dari peraturan (legal-rasional) yang diberlakukan secara hukum dan rasional. Dan pemimpin yang lahir dari otoritas ini berdasarkan atas kemunculan yang legal dan rasional pula.

Misalnya pemimpin organisasi modern, Ketua RT, RW, dsb yang dipilih secara langsung oleh musyawarah warga RT, RW, dsb. Mereka memperoleh otoritas tertinggi dari hukum masyarakat.

  1. Ruang lingkup sosiologi lebih luas daripada ilmu-ilmu pengetahuan social lainnya, karena ia mencakup semua interaksi antara individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Ia mengemuka-kan sifat atau kebiasaan manusia dalam kelompok dengan segala kegiatan dan kebiasaan serta lembaga-lembaga penting sehingga masyarakat dapat berkembang terus dan berguna bagi kehidupan manusia (Kata kunci: interaksi, kelompok, masyarakat, proses social, struktur social, gejala social, ikatan social).
  2. Individu-individu yang berkumpul membentuk suatu masyarakat, memiliki aturan, tata nilai (value) yang diyakini dan dianut sebagai perekat hubungan antar individu tersebut. Mereka menyepakati suatu konsensus (consensus, code of ethics, ‘code of conduct’).
  3. Dalam kehidupan bersama-sama di masyarakat, terdapat berbagai aspek aktivitas, misalnya: aspek social itu sendiri seperti interaksi antar individu, antar kelompok (group), konflik social; aspek ekonomi misalnya yang menyangkut produksi, distribusi, konsumsi atau penggunaan jasa/ layanan; aspek hukum misalnya yang menyangkut norma dan peraturan yang dipakai untuk mengatur kehidupan bermasyarakat; aspek politik misalnya menyangkut wewenang dan kekuasaan untuk mengatur kehidupan bersama tersebut, dsb.
  4. Beberapa aspek aktivitas manusia (individu) dalam masyarakat tersebut saling berkaitan satu sama lain dan semuanya ada dalam suatu masyarakat. Hal ini yang menurut Emile Durkheim dijelaskan dalam “Division of Labor in Society” (‘pembagian kerja’ dalam masyarakat), bahwa interaksi antar individu dalam masyarakat yang kompleks didasarkan pada pembagian kerja, dan saling tergantung yakni tergantung pada perbedaan individual –perbedaan yang berkembang seiring spesialisasi bidang kerja. Spesialisasi, menurut Durkheim, merupakan syarat bagi berkembangnya perbedaan personal dan menciptakan wilayah aksi yang tidak tunduk pada control kolektif, tetapi pada saat yang sama meningkat pula ketergantungan pada masyarakat karena dengan adanya spesialisasi bidang kerja maka pertukaran pelayanan menjadi syarat bagi kelangsungan hidup.
  5. Interaksi antar individu dalam masyarakat, menurut Durkheim, didasarkan pada keyakinan dan nilai-nilai bersama serta kontrol komunal yang ketat (disebut solidaritas mekanik) dan ketergantungan mutual antar individu yang relatif otonom yang diciptakan oleh pembagian kerja (disebut solidaritas organik).
  6. Objek sosiologi adalah: masyarakat, yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

 

II

Konsep Tentang Masyarakat

  1. Beberapa definisi MASYARAKAT menurut para pakar ilmu sosial:

Mac Iver & H. Page, masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, wewenang dan kerjasama antara berbagai
 kelompok dan penggolongan serta pengawasan tingkah laku serta kebebasan manusia. Dan masyarakat selalu berubah.

Ralph Linton, masyarakat merupakan setiap kelompok manusia
 yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga
 mereka menganggap diri mereka sebagai kesatuan sosial dengan batas batas yang dirumuskan dengan jelas.

Selo Sumarjan, masyarakat adalah orang orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.

MJ. Herskovits, masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti cara hidup tertentu.

JL. Gillin dan JP. Gillin, masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan memiliki kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.

S.R. Steinmetz, masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, mempunyai hubungan yang erat dan teratur.

  1. Yang dimaksud MASYARAKAT dalam istilah sosiologi adalah merujuk pada pengertian sejumlah manusia yang telah hidup bersama di suatu wilayah tertentu dengan menciptakan sejumlah aturan, system dan kaidah-kaidah pergaulan serta melahirkan kebudayaan masyarakat  tersebut.
  2. Kajian tentang MASYARAKAT mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Terdapat banyak sekali penjelasan dan kajian tentang masyarakat sejak zaman Plato, Aristoteles, Ibnu Khaldun hingga melampaui zaman renaissance, Thomas Hobbes (abad 17), John Locke, J.J. Rousseau (abad 18), Saint Simon, August Comte (abad 19), dan berkembang setelah Herbert Spencer (abad 20) menerbitkan buku berjudul “Principles of Sociology”. Sederet nama besar tokoh sosiologi yang pemikirannya lazim digunakan diantaranya adalah Pitirim Sorokin, Karl Marx, Max Weber, Talcott Parsons, dll.

Plato memandang masyarakat merupakan refleksi dari manusia perorangan. Suatu masyarakat akan mengalami kegoncangan sebagaimana halnya manusia yang terganggu keseimbangan jiwanya (nafsu, semangat dan intelegensi). Plato menganalisis lembaga-lembaga di dalam masyarakat dan berhasil menunjukkan hubungan fungsional antara lembaga-lembaga tersebut yang pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan menyeluruh. Ia merumuskan teori organik tentang masyarakat.

Aristoteles, sepakat dengan Teori Organik Plato. Bukunya berjudul “Politics”, menganalisis secara mendalam terhadap lembaga-lembaga politik dalam masyarakat.

Ibnu Khaldun, factor-faktor yang menyebabkan bersatunya manusia di dalam suku-suku, klan, Negara, dsb, adalah rasa solidaritas.

Thomas Moore (Utopia) membahas gagasan Negara ideal.

Niccolo Machiavelli (Il Principe/ The Prince), menganalisis bagaimana mempertahankan kekuasaan.

Thomas Hobbes (The Leviathan), dalam keadaan alamiah, kehidupan manusia selalu pada keinginan yang mekanis, sehingga manusia selalu ingin berkelahi, tetapi mereka beranggapan bahwa hidup damai adalah lebih baik sehingga mereka mengadakan suatu kontrak dengan pihak yang mempunyai wewenang.

John Locke dan J.J. Rousseau berpegang pada konsep kontrak social Hobbes, berpendapat bahwa manusia pada dasarnya mempunyai hak-hak asasi yang berupa hak untuk hidup, kebebasan dan hak atas harta benda. Kontrak antara warga masyarakat dengan pihak yang mempunyai wewenang sifatnya atas factor pamrih. Rousseau berpendapat bahwa kontrak antara pemerintah dengan yang diperintah menyebabkan tumbuhnya kolektivitas yang memiliki keinginan umum (keinginan umum berbeda dengan keinginan individu).

Saint Simon, manusia hendaknya dipelajari dalam kehidupan berkelompok. Masyarakat bukanlah semata-mata merupakan kumpulan orang-orang yang tindakannya tidak mempunyai sebab. Kumpulan tersebut hidup karena didorong oleh organ-organ tertentu yang menggerakkan manusia untuk melakukan fungsi-fungsi tertentu.

August Comte, memberi nama “sociology”, merupakan studi positif tentang hukum-hukum dasar dari gejala social.

Setelah Comte, muncul beberapa mazhab pemikiran sosiologi, seperti mazhab organik  dengan tokohnya Herbert Spencer, yang dipengaruhi oleh teori biologi daalm arti luas. Ia menganalogkan masyarakat manusia dengan organisme biologi yakni suatu organisme akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dengan adanya diferensiasi antara bagian-bagiannya (evolusi).

Durkheim (Division of Labor of Society), unsur baku dalam masyarakat adalah factor solidaritas (lihat penjelasan di atas).

Karl Marx, terkenal dengan teori kapitalisme, dengan mengatakan bahwa selama masyarakat masih terbagi dalam kelas-kelas, maka pada kelas berkuasalah (the ruling class) akan terhimpun segala kekuatan dan kekayaan, terdapat eksploitasi terhadap kelas yang lebih lemah, karena itu selalu timbul pertentangan antar kelas. Pertikaian akan berakhir bila salah satu kelas (kelas proletar) menang sehingga terciptalah masyarakat tanpa kelas.

Max Weber, semua bentuk organisasi social harus diteliti menurut perilaku warganya. Weber terkenal dengan teori tentang proses rasionalisasi (lihat penjelasan di atas).

  1. Dalam kehidupan sosial, manusia melakukan interaksi sosial dan proses sosial. Proses sosial diartikan sebagai:  pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Pembahasan tentang proses-proses social merupakan studi sosiologi  yang sifatnya luas. Fokus bahasan dari proses-proses social ini hanya dibatasi pada bentuk-bentuk interaksi sosial.

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi social adalah kunci dari semua kehidupan social, oleh karena tanpa interaksi social tidak mungkin ada kehidupan bersama. Bertemunya orang perorangan secara fisikal belaka tidak akan menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia bekerja sama, saling berbicara, dsb. Maka dapat dikatakan bahwa interaksi social adalah dasar dari proses-proses sosial (interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial). Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan social yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang-perorangan dengan kelompok manusia.

 

H. Boner: Interaksi Sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lainnya, atau sebaliknya.

 

Syarat-syarat terjadinya Interaksi Sosial

Suatu interaksi social tidak mungkin terjadi apabila tidak memenuhi  dua syarat, yaitu:

–      Adanya kontak social (social contact)

–      Adanya komunikasi.

 

Kontak social dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu: (i) Antar orang perorangan; (ii) Antara orang-perorangan dengan kelompok; dan (iii) Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.

 

Suatu kontak social:

–      Bisa bersifat positif, yang mengarah pada bentuk kerjasama.

–      Bisa bersifat negatif, yang mengarah pada bentuk persaingan

–      Bisa bersifat primer, yang terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka.

–      Bisa bersifat sekunder, yang terjadi apabila proses hubungan dilakukan melalui perantara (orang lain, media, alat, dsb).

 

Alat terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak gerik fisikal atau sikap, perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Komunikasi memungkinkan kerjasama antara orang-perorangan atau antara kelompok-kelompok manusia, dan komunikasi merupakan syarat terjadinya kerjasama (cooperation). Namun komunikasi juga bisa mengakibatkan pertikaian (conflict).

 

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

–      Kerjasama (cooperation)

–      Persaingan (competition), dan

–      Pertentangan/pertikaian (conflict).

 

Menurut Gillin dan Gillin (Soekanto, 1986), ada dua macam proses social yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu:

–      Proses yang asosiatif (processes of association): akomodasi, asimilasi dan akulturasi.

–      Proses yang disosiatif (processes of dissociation): persaingan, kontravensi (contravention), pertikaian/ pertentangan (conflict).

 

Kimball Young, membagi bentuk-bentuk proses sosial sbb:

–      Oposisi (opposition), yang mencakup persaingan (competition) dan pertentangan/ pertikaian (conflict).

–      Kerjasama (cooperation), yang menghasilkan akomodasi (accommodation).

–      Diferensiasi (differentiation), yang merupakan suatu proses di mana orang perorangan di dalam masyarakat memperoleh hak-hak dan kewajiban yang berbeda dengan orang lain atas dasar perbedaan usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Diferensiasi menghasilkan sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.

  1. Kerjasama – Akomodasi – Asimilasi – Persaingan – Kontravensi – Pertikaian

Kerjasama, menurut beberapa sosiolog, merupakan bentuk utama dari interaksi sosial.

Charles H. Cooley: kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan yang sama; dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna.

Ada 3 bentuk kerjasama (Soekanto, 1986):

–      Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang/ jasa antara dua organisasi/ lebih.

–      Co-optation, suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi ybs.

–      Coalition, adalah kombinasi antara dua organisasi/ lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Coalition dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu oleh karena dua organisasi/ lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktur yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya; tetapi karena memiliki tujuan yang sama, maka dapat bersifat kooperatif.

Akomodasi (accommodation), merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan/ menghilangkan kepribadian pihak lawan.

Akomodasi digunakan dalam  arti:

–      Merujuk pada suatu keadaan à adanya suatu kesetimbangan (equilibrium) dalam interaksi antara individu dan kelompok-kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat.

–      Merujuk pada suatu proses à merujuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan à usaha untuk mencapai kestabilan.

Gillin & Gillin: akomodasi adalah suatu pengertian yang dipergunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian adaptasi (adaptation) yang dipergunakan oleh ahli biologi untuk menunjuk suatu proses di mana makhluk hidup menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya.

Akomodasi bertujuan untuk:

–      Mengurangi pertentangan à menghasilkan sintesa antara pendapat-pendapat yang berbeda untuk menghasilkan pola baru.

–      Mencegah meledaknya pertentangan à temporer.

–      Mendorong terjadinya kerjasama antara kelompok-kelompok sosial yang karena factor-faktor sosial psikologis/ kebudayaan hidupnya terpisah.

–      Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah, misalnya melalui asimilasi/ pembauran.

Bentuk-bentuk accommodation:

–      Coercion à dilaksanakan dengan cara paksaan (fisik, psikologis), salah satu pihak berada pada posisi yang lemah (missal: perbudakan).

–      Compromise, pihak-pihak yang terlibat mengurangi tuntutannya agar tercapai penyelesaian terhadap perselisihan yang ada; salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan mengerti keadaan pihak lain, dan sebaliknya.

–      Arbitration, cara untuk mencapai compromise bila pihak-pihak yang berhadaoan tidak sanggup untuk mencapainya sendiri à diselesaikan oleh pihak ketiga atas kesepakatan keduabelah pihak yang berselisih.

–      Mediation, hampir menyerupai arbitration, tapi pihak ketiga hanya sebatas penasehat saja.

–      Conciliation, usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih untuk tercapainya tujuan bersama. Conciliation lebih lunak daripada coercion.

–      Toleration (tolerant-participation), suatu bentuk accommodation tanpa persetujuan formal.

–      Stalemate [eit awas.. bukan ‘soulmate’ lho ya…], suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang.

–      Adjudication, penyelesaian perkara/ sengketa melalui proses pengadilan.

Asimilasi (assimilation), merupakan proses sosial dalam taraf kelanjutan yang ditandai  dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat di antara individu/ kelompok-kelompok manusia yang juga meliputi usaha mempertinggi kesatuan-kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental, dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.

Proses asimilasi timbul bila terdapat:

–      Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaan.

–      Individu sebagai anggota kelompok saling bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama.

–      Kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia dari kelompok-kelompok tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri.

Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi:

–      Toleransi.

–      Kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang.

–      Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.

–      Sikap terbuka dari golongan berkuasa dalam masyarakat.

–      Persamaan unsur kebudayaan.

–      Perkawinan campuran (amalgamation).

–      Adanya musuh bersama (common enemy) dari luar.

 

Persaingan (competition), suatu proses sosial di mana individu/ kelompok yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian publik, dengan cara menarik perhatian publik atau mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa menggunakan ancaman/ kekerasan.

Kontravensi (contravention), suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan/ pertikaian, dinatdai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang/ suatu rencana dan perasaan tidak suka yag disembunyikan, kebencian/ keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang. Contravention merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap kebudayaan/ golongan tertentu. Sikap tersembunyi tadi bisa berubah menjadi kebencian tetapi tidak sampai menjadi pertentangan/ konflik.

Pertentangan/ pertikaian (conflict), suatu proses sosial di mana individu/ kelompok manusia berusaha memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan dengan ancaman dan kekerasan.

Bentuk-bentuk pertentangan (conflict):

–      Pertentangan pribadi.

–      Pertentangan rasial.

–      Pertentangan antar kelas sosial à disebabkan oleh perbedaan kepentingan.

–      Pertentangan politik.

–      Pertentangan yang bersifat internasional.

  1. Pembicaraan tentang hubungan sosial, interaksi sosial dan proses sosial, tak lepas dari pembicaraan tentang lembaga sosial/ kemasyarakatan. Lembaga sosial, terjemahan dari social institution”, juga diartikan sebagai pranata sosial atau bangunan sosial.

Pengertian lembaga sosial/ kemasyarakatan:

Soerjono Soekanto: himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. Wujud konkretnya adalah association.

Robert Mac Iver & Charles H. Page: tatacara/ prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu association.

Fungsi lembaga sosial:

Menurut Soerjono Soekanto (1988):

–      Memberi pedoman kepada anggota-anggota masyarakat bagaimana harus berperilaku dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat terutama menyangkut kebutuhan pokoknya.

–      Menjaga keutuhan dari masyarakat ybs.

–      Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (social control) à sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku para anggotanya.

Ciri lembaga sosial:

JL. Gillin dan JP. Gillin (dalam Sugiyanto, 2002) memberikan ciri/ karakteristik umum lembaga sosial:

–      Punya tradisi tertulis/ tidak tertulis yang merumuskan tujuan, tata tertib, dll.

–      Merupakan suatu organisasi pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.

–      Merupakan tingkat kekekalan, umumnya lama dan melalui proses yang panjang.

–      Mempunyai satu/ beberapa tujuan.

–      Mempunyai alat/ perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan.

–      Mempunyai lambang/ symbol yang menggambarkan tujuan/ fungsi.

 

Menurut J.B.A.F Mayor Polak (dalam Sugiyanto, 2002):

–      Lembaga sosial merupakan symbol kebudayaan.

–      Lembaga sosial sebagai tatakrama atau perilaku.

–      Lembaga sosial sebagai ideologi.

  1. Untuk mewujudkan hubungan antar individu/ manusia dalam masyarakat, maka dirumuskanlah norma-norma dalam masyarakat, yang mempunyai kekuatan mengikat. Kekuatan daya ikat dari norma-norma itu (ada yang daya ikatnya lemah dan ada yang kuat), secara sosiologis dikenal adanya 4 terms:

–      Cara (Usage), merujuk pada perbuatan yang mempunyai kekuatan mengikat paling lemah. Individu yang melakukan penyimpangan tidak mendapat sanksi yang tegas. Misal, pada masyarakat yang menganggap cara makan dengan tangan kanan itu yang diterima/ benar, maka orang yang makan dengan tangan kiri dianggap menyimpang tetapi tidak di-sanksi, tetapi hanya ditegur saja atau bahkan hanya dibatin atau “dirasani”.

–      Kebiasaan (Folk Ways), merujuk pada perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. Menurut Mac Iver & Charles H. Page, kebiasaan merupakan perilaku yang diakui dan diterima oleh masyarakat. Kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku saja tetapi diterima sebagai norma pengatur.

–      Tata Kelakuan (Mores), merupakan perilaku yang diakui dan diterima oleh masyarakat sebagai norma pengatur yang bersumber dari kebiasaan. Cirinya adalah, tata kelakuan mencerminkan sikap hidup kelompok, sebagai alat pengawas, memaksa suatu perbuatan, melarang perbuatan dan menuntut anggota masyarakat untuk beradaptasi.

–      Adat Istiadat (Custom), tata kelakuan yang kekal dan kuat integrasinya (menyatu) dengan pola-pola perilaku masyarakat. Anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi yang tegas dan keras.

  1. Supaya anggota masyarakat/ individu dapat menaati norma-norma yang berlaku dalam suatu kelompok, masyarakat atau sebuah lembaga, maka perlu diciptakan pengendalian sosial (social control). Pengendalian sosial, adalah proses yang dijalankan oleh masyarakat yang selalu disesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat yang bersangkutan. Kontrol sosial bertujuan untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat, atau untuk mencapai kedamaian dalam masyarakat melalui keserasian antara kepastian dengan keadilan.

Pengendalian sosial dapat dilakukan oleh: individu terhadap individu, individu terhadap kelompok, dan kelompok terhadap kelompok.

Pengendalian sosial mempunyai 2 sifat: preventif (mencegah), dan represif (mengembalikan keserasian).

Pengendalian sosial dapat dilaksanakan dengan 2 cara:

–      Persuasif, dengan cara membujuk/ merayu agar masyarakat sadar dan mau melaksanakan norma-norma masyarakat sehingga akan tercipta suasana yang tenteram.

–      Koersif, dengan cara paksaan terhadap anggota masyarakat yang menyimpang agar patuh terhadap norma-norma yang berlaku.

Pengendalian sosial dapat berwujud:

–      Kompensasi, bersifat damai. Misal: ganti rugi akibat penggusuran.

–      Pemidanaan, dengan cara memidanakan anggota masyarakat yang melanggar norma-norma masyarakat.

–      Terapi, dengan cara menyembuhkan pelaku dari anggota masyarakat.

–      Konsiliasi, dengan cara mengembalikan pelakunya pada situasi semula.

Pengendalian sosial dapat dilaksanakan dengan menggunakan alat:

–      Pendidikan.

–      Hukuman (sanksi, punishment).

–      Buah bibir (gunjingan, di-rumpiin, pakai media “pacapa”) sebagai sanksi sosial.

–      Publikasi, penayangan kasus-kasus penyimpangan.

 

 

III

Mengenal Model/ Paradigma Ilmu Sosial

Setelah mengenal dasar-dasar ilmu sosiologi –sebagaimana telah saya paparkan di atas- beserta pemahaman dasar tentang masyarakat, interaksi sosial, proses sosial, sekarang mari kita tingkatkan pemahaman sosiologi kita dengan mengenali paradigma utama ilmu sosial (terutama disiplin ilmu sosiologi) yang sering digunakan untuk mempelajari dan menganalisis masyarakat. Perlu diingat: tidak ada paradigma tunggal dalam ilmu sosial (sosiologi). Para pakar mencatat bahwa sosiologi menggunakan paradigma ganda. Artinya kita bisa menggunakan beberapa paradigma ilmu social (sosiologi) untuk mempelajari, menjelaskan dan memahami suatu fakta social di antara sekian banyak paradigma yang diajarkan para pakar sosiologi. Dalam artikel ini kita coba pelajari 3 paradigma sosiologi yang lazim digunakan untuk menganalisa persoalan sosial/ masyarakat, untuk membantu penjelasan pembahasan mata kuliah Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa (nanti akan kita lanjutkan pembahasannya di Bagian II dan III sekuel artikel saya ini).

  1. Paradigma Organik – Struktural Fungsional

Paradigma organic, melihat masyarakat sebagai bagian sistem dari hubungan fungsional, mengibaratkan sebagai sebuah organisme hidup (organic) dengan meminjam teori hukum alam. Seperti dijelaskan oleh Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies, yang berpendapat bahwa masyarakat adalah organisme yang tidak berdiri sendiri, tetapi bergabung dengan kelompoknya dalam sistem pembagian tugas (ingat konsepsi Durkheim tentang pembagian tugas, di atas ya…), yang dalam kenyataannya berkaitan dengan jenis-jenis norma/ peraturan sosial yang mengikat individu pada keadaan sosialnya.

Durkheim mengonseptualisasikan masyarakat dalam hal norma-norma atau jenis-jenis integrasi sosial yakni cara individu secara sosiologis berhubungan dengan struktur sosial melalui fakta-fakta sosial (social facts). Salah satu kajian utamanya adalah sifat-sifat solidaritas sosial dari suatu masyarakat. Durkheim menekankan kajiannya terutama dalam hal memahami gejala sosial (norma-norma sosial) dan pengaruhnya dala masalah-masalah sosial yang berlawanan dengan penjelasan-penjelasan yang bersifat psikologis. Dia memandang sosiologi sebagai kajian yang memfokuskan gejala psikis kolektif dan kewajiban-kewajiban moral  terutama dalam hal memasukkan perilaku individu dalam konteks kelompok.

Dalam mengonseptualisasikan kajiannya tersebut, Durkheim menggunakan asumsi-asumsi:

–      Masyarakat sebagai kesadaran kolektif, mempunyai keberadaan yang independen à suatu kesatuan yang utuh, terkondisikan melaksanakan dan mempengaruhi struktur normatifnya.

–      Fakta-fakta sosial (norma-norma kolektif) adalah kenyataan, sebagai bukti keberadaan kekuatan norma-norma dan struktur-struktur lembaga yang saling berhubungan.

–      Kekuatan sosial didasarkan pada pandangan kolektif, yaitu berbagai bentuk kekuasaan yang bersandar pada struktur normatif dari kelompok tertentu selama kontrol itu diterapkan pada anggota kelompok melalui norma-norma tersebut.

–      Evolusi fakta atau norma sosial didasarkan pada kebutuhan yang ada dalam masyarakat. Dalam hal ini, gejala sosial menggambarkan kebutuhan sosial sebuah korelasi dari teori Durkheim yang mendorong para sosiolog untuk mengkaji secara lebih mendalam à struktural fungsional.

–      Integrasi sosial ditemukan dalam pembagian kerja dalam masyarakat à semakin sama pembagian kerja dalam masyarakat, maka semakin tinggi tingkat integrasi sosialnya. Memperluas asumsi ini, Durkheim menghubungkan ukuran populasi dengan kepadatan penduduknya, pembagian kerja dan integritas sosial à semakin tinggi ukuran populasi, semakin besar tingkat kepadatan penduduknya, maka berakibat peningkatan dalam hal pembagian kerja dan penurunan dalam hal solidaritas sosial.

–      Solidaritas sosial, Durkheim membaginya menjadi 2: solidaritas mekanis dan solidaritas organis (tengok lagi di bagian depan ya…). Pada masyarakat dengan pembagian kerja yang rendah, budaya tradisional yang homogen, dan bekerjanya norma-norma secara represif (mengikat) para anggotanya, memiliki kesatuan sosial dalam tingkat yang tinggi, bekerjalah solidaritas mekanis. Sedangkan solidaritas organis (bersifat lebih maju) bekerja pada masyarakat dengan pembagian kerja yang kompleks (tidak sama), meningkatnya hubungan kontrak (diikat dengan perjanjian) dan memiliki tingkat integrasi sosial yang lebih rendah. Dalam hal ini, upaya kontrol individu menjadi lemah menuju suatu keadaan berkurangnya norma-norma (normless) yang lebih tinggi dalam masyarakat. Pada tahapan inilah penyimpangan-penyimpangan sosial tingkat tinggi kerap terjadi, seperti bunuh diri, terjadi karena renggangnya atau melemahnya ikatan-ikatan / perekat antar individu dan struktur sosial.

–      Kejahatan dan bentuk penyimpangan lain mempunyai fungsi mendorong perubahan dan perkembangan norma-norma dalam masyarakat.

Pendekatan organik yang kemudian berkembang menjadi struktural-fungsional, berfokus pada cara yang diberikan oleh sistem sosial dengan menekankan pada masalah-masalah fungsi/ sistem. Pendekatan organic-struktural fungsional ini menjelaskan konsep masyarakat sebagai satu kesatuan. Selanjutnya, paradigma structural-fungsionalisme sebagai landasan teori kontemporer, menggambarkan penerapan lanjutan paradigma organik, memandang masyarakat sebagai bentuk yang sistemik saling berhubungan, saling bergantung, berubah, menggambarkan kebutuhan-kebutuhan sistem atau fungsi yang mendasarinya à pijakan pengembangan teori umum yang didasarkan pada asumsi bahwa masyarakat itu eksis dan memiliki realitas independen atau memiliki eksistensi sebagai sistem sosial dengan sifat serupa dengan sistem-sistem lain di alam ini (sistem alam/ sistem biologi/ fisika).

Struktural fungsionalisme bergerak merespons kebutuhan-kebutuhan, politik, ekonomi dan sosial.

Structural fungsionalisme dipopulerkan oleh Talcott Parsons, dengan menggunakan analogi organik (organ biologis) dalam memandang masyarakat. Menurutnya, teori fungsional organisasi masyarakat berdasarkan pada manusia sebagai actor pembuat keputusan (fungsionalisme) yang dibatasi oleh factor normatif dan situasional (strukturalisme), dan factor-faktor situasiona inilah yang memperkenalkan kebutuhan-kebutuhan atau fungsi sistem ke dalam pemahaman perilaku sosial. Karenanya, menurut paham ini, masyarakat memiliki karakteristik universal, yang memungkinkan dikembangkannya teori yang bisa diterapkan pada semua masyarakat.

Parsons menggunakan asumsi-asumsi:

–      Sistem sosial diasumsikan untuk memunculkan sui generis, yaitu masyarakat memiliki suatu realitas independen untuk melintasi eksistensi individu sebagai suatu sistem interaksi.

–      Struktur sosial atau sub sistem masyarakat menggambarkan sejumlah fungsi utama yang mendasarinya (struktur mewakili fungsi). Fungsi-fungsi ini terdiri atas integrasi (sistem sosial didasarkan pada norma-norma yang mengikat individu dengan masyarakatnya melalui integrasi normatif), pola pertahanan (sistem budaya, nilai-nilai), pencapaian tujuan (sistem kepribadian, basis pembedaan), dan adaptasi (organisasi perilaku, basis peran dan sistem ekonomi).

–      Sistem sosial, baiknya terdiri atas 4 sub-sistem, yaitu komunitas masyarakat (norma-norma integratif),  pola pertahanan (nilai-nilai integratif), bentuk atau proses pemerintahan (diterapkan untuk perolehan tujuan), dan ekonomi (diterapkan untuk adaptif).

–      Lebih jauh, terkait dengan analogi biologi, Parsons berasumsi bahwa focus atau landasan sentral masyarakat adalah kecenderungan terhadap equilibrium dan homeostatic (keadaan stabil, setimbang). Proses-proses sentral dalam kecenderungan ini adalah antar hubungan dari ke-4 sub-sistem aksi: interpenetrasi, internalisasi masyarakat, fenomena budaya ke dalam kepribadian, dan institusionalisasi komponen-komponen normatif sebagai struktur konstitutif. Sistem sosial ini kemudian dipandang sebagai sistem yang berorientasi integrasi dan equilibrium yang kuat.

–      Sistem ini tidak dipandang statis à kapasitas yang dimilikinya untuk evolusi yang adaptif. Proses sentral perubahan evolusi mengandung pembedaan (differentiation) dan pembagian lebih jauh/ spesialisasi struktur fungsional.

  1. Paradigma Konflik – Radikal

Paradigma konflik radikal, lebih memandang konflik (bukan integrasi) sebagai poros sistem sosial. Mengapa demikian? Argumentasinya adalah, bahwa masyarakat terdiri atas individu-individu (ingat?) yang secara alamiah berjuang untuk mendapatkan kebutuhan mereka. Artinya, terdapat gerak dinamis dari sistem masyarakat ini seperti gerak/ proses evolusi dan pertentangan secara terus-menerus. Proses pertentangan secara terus-menerus (bergerak, dinamis) inilah yang “membesarkan” suatu masyarakat, mengikuti hukum dialektika materialisme sebagaimana diperkenalkan oleh Karl Marx. Kemudian, untuk menjelaskan masyarakat industry modern, pendekatan Marxisme ini melahirkan Teori Konflik Modern. Di sini kita mengenal teori pertentangan kelompok dan teori konflik elit milik Ralph Dahrendorf.

Teori konflik Karl Marx tersebut, setidaknya memiliki peluang untuk merevisi apa yang dikemukakan Emile Durkheim dalam Teori Struktural Fungsional-nya (tengok Durkheim di atas ya…). Marx, untuk telaah makroskopik[1] memandang bahwa masyarakat cenderung membutuhkan pertentangan agar tercipta harmoni baru. Berbeda dengan Durkheim yang lebih melihat masyarakat sebagai media terciptanya keseimbangan, pendekatan konflik dapat dibagi dua, pertama, sebagaimana dikemukakan Karl Marx, bahwa masyarakat  terbelah menjadi dua kelas dilihat dari kepemilikan alat produksi (property), yakni kelas kapitalis/ pemilik modal dan kelas buruh/ pekerja. Menurut Marx, masyarakat kemudian terintegrasi lantaran adanya struktur kelas yang dominan yang menggunakan Negara dan hukum sebagai alatnya. Sementara itu, yang kedua, sebagaimana yang dikemukakan Ralf Dahrendorf, yang melihat masyarakat terdiri atas dua kelas berdasarkan kepemilikan wewenang (authority) ialah kelas penguasa (dominasi) dan kelas yang dikuasai (subjeksi). Bagi Dahrendorf, masyarakat terintegrasi karena adanya kelompok kepentingan dominan yang menguasai masyarakat[2]. Menyusul  atas apa yang telah dipahami sepeninggal Marx, banyak teori turunan konflik yang berupaya untuk mengembangkannya dalam arti memberikan tambahan penjelasan atas fenomena konflik. Salah satu tokohnya adalah Randall Collins[3], yang mencoba lebih integratif di antara pendekatan makro dan mikro. Lebih detail, Collins menegaskan bahwa teori konflik mengindikasikan adanya pengorganisasian kelompok masyarakat (society), perilaku orang-orang dan kelompoknya[4].  Collins menawarkan pemahaman betapa konflik sangat mungkin didekati pada level interaksionisme simbolik mikro dan etnometodologi. Tidaklah mengherankan kemudian muncul tokoh lain seperti Goffman, Garfinkel, Sacks dan Scelgloff. Bagi mereka, atas sumbangan Collins, konflik tidak harus menjadi ideologis, bukan masalah baik buruk,  tetapi konflik dipandang sebagai pusat dari kehidupan sosial. Pendekatan Collins  terkait konflik lebih difokuskan pada individu, salah satunya karena akar kajian Collins adalah fenomenologi dan etnometodologi. Teori konflik, lebih jauh menurutnya, tidak akan bekerja tanpa analisis sosial. Dalam term ini, teori konflik harus menerima penemuan riset empiris. Intinya, teori konflik Collins dekat pada stratifikasi sosial, yang dalam telaahnya hendak memadukan gagasan Marxian dengan teori struktural fungsional.

Ringkasnya, paradigma konflik radikal ini melihat bahwa masyarakat merupakan sistem kompetisi kekuatan yang menyusun perjuangan individu-individu dalam memenuhi kebutuhan fisiknya, yaitu dengan menggunakan pandangan alamiah sebagai penjelasan sistemnya. Pendekatan ini sama dengan structural-fungsional dalam hal konsep  kemasyarakatannya sebagai sistem makro, namun menekankan pada konflik sebagai titik tekan proses sosial.

  1. Paradigma Perilaku dan Psikologi Sosial

Paradigma ini melihat masyarakat sebagai “surat perintah” yang besar secara individual daripada sebuah sistem yang menggarisbawahi problem-problem fungsional. Tradisi perilaku sosial juga mencakup penjelasan secara alamiah dan sosial. Max Weber dan George Herbert Mead, contohnya, mempelajari individu sebagai produk sosial yang menitikberatkan pengertian dan proses perialku sosial dan interaksi sosial. Di sisi lain, Georg Simmel dan William Sumner menggunakan asumsi insting atau harapan untuk menjelaskan kumpulan evolusi dan struktur sosial.

Perbedaannya dengan teori psikologi sosial modern, adalah bahwa paradigma perilaku ini memfokuskan lingkungan sosial dan hubungan antara individu dan lingkungannya melalui sosialisasi ekspresi perannya, saling berinteraksi dan ungkapan realitas pribadinya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat perbandingan ketiga model/ paradigma tersebut pada tabel di bawah ini:

Paradigma

Organik – Struktural-Fungsional

Konflik – Radikal

Perilaku dan Psikologi Sosial

Tujuan

Mengembangkan teori umum tentang masyarakat menggunakan pendekatan sistemik

Mengembangkan teori umum tentang masyarakat menggunakan pendekatan sistemik

Memahami individu adalah hasil dari masyarakat.

Pandangan

  1. Masyarakat adalah sebuah sistem fungsional yang bagian-bagiannya selalu berhubungan.
  2. Perlunya aturan sosial.
  3. Perlunya pembagian kerja.
  4. Perlunya dasar-dasar masalah sosial.

1. Masyarakat adalah bagian dari sistem persaingan & pertentangan.

2. Perlunya aturan-aturan sosial.

3. Perlunya industrialiasi & birokratisasi.

4. Perlunya dasar kebutuhan fisik.

  1. Masyarakat adalah sebuah “surat perintah” individu yang besar.
  2. Perlunya nilai dan harapan.
  3. Individu adalah produk sosial.
  4. Perlunya sosialisasi sebagai proses dasar.

Pendekatan

  1. Menerapkan hukum-hukum alamiah pada masyarakat.
  2. Menerapkan pembagian kerja pada masyarakat.
  3. Menerapkan masalah-masalah sosial pada masyarakat.
  4. Menggunakan alasan alamiah/ sistemik sebagai pembuktian.

1. Menerapkan pertentangan alami dalam masyarakat.

2. Menerapkan industrialiasi & birokratisasi dalam masyarakat.

3. Menerapkan kebutuhan-kebutuhan fisik pada masyarakat.

4. Menggunakan alasan alamiah maupun sistemik dalam pembuktian.

1. Menerapkan naluri & harapam dalam masyarakat.

2. Menerapkan manusia sosial yang alami dalam masyarakat.

3. Menerapkan proses sosialiasi pada masyarakat.

4. Menggunakan alasan alamiah maupun sistemik dalam pembuktian.

 

Walaupun terdapat perbedaan pada ketiga paradigma tersebut, setidaknya ada 2 point penting yang umum: konseptualisasi tatanan dan perubahan sosial; dan mencakup jenis penjelasan secara naturalistik dan sistemik.

Untuk pendalaman sosiologi kita masih bisa mempelajari lebih lanjut paradigma ilmu sosial ini dengan mengikuti klasifikasi sistemik paradigma ilmu sosial yang diramu dari para teoretisi ilmu sosial. Ketiga pendekatan/ paradigma di atas sebenarnya dipertajam pada perspektif teoritis/ paradigma positivis/ post-positivist, konstruksionisme (interpretative) dan critical theory. Tetapi untuk keperluan mata kuliah ini, kita gunakan structural-fungsional atau konflik radikal atau perilaku pada klasifikasi di atas. Klasifikasi dan penjelasan paradigma positivis/ post-positivist, konstruksionisme (interpretative) dan critical theory lazim dipergunakan pada jenjang yang lebih tinggi.[]

…bersambung ke Bagian II

 

Bahan Bacaan

 

  1. Beilharz, Peter, 2003, Teori Teori Sosial, Pustaka Pelajar Yogyakarta.
  2. Coser, Lewis A., 1982, Sociological Theory: A Book of Readings, MacMillan Publishing, Co., Inc., USA.
  3. Daldjoeni, N., 1997, Seluk Beluk Masyarakat Kota, Alumni Bandung.
  4. Fatchan, A., 2004, Teori-teori Perubahan Sosial, Yayasan Kampusina Surabaya.
  5. Giddens, Anthony, 2004, Sociology: Introductory Readings, Polity, UK.
  6. Haralambos, Michael dan Martin Holborn, 2000, Sociology, Themes and Perspectives, Fifth Edition, Collins Educational, London.
  7. Kaldor, Mary, 2004, Global Society, Polity, UK.
  8. Kinloch, Graham C., 2005, Perkembangan dan Paradigma Utama Teori Sosiologi, Pustaka Setia Bandung.
  9. Leibo, Jefta, 1995, Sosiologi Pedesaan, Andi Offset Yogyakarta.

10. Ritzer, George, 1996, Modern Sociological Theory, The McGraw-Hill Companies, Inc.

11. Sanderson, Stephen K., 1993, Sosiologi Makro, Rajawali Press Jakarta.

12. Sukmana, Oman, 2005, Sosiologi dan Politik Ekonomi, UMM Press Malang.

13. Sztompka, Piötr, 2005, Sosiologi Perubahan Sosial, Prenada Jakarta.

14. Zaltman, Gerald, 1972, Processes and Phenomena of Social Change, John Willey & Sons, Inc., New York.

 

 
   

 


[1]Istilah makroskopik pertama dikenalkan oleh George Ritzer dalam pendekatan terpadunya. Hal ini sangat membantu pemerhati masalah social dalam memandang dunia social. Ritzer memang berupaya untuk menengahi perdebatan kaum fungsionalis melawan non fungsionalis yang belakangan lebih jamak digolongkan sebagai kaum Marxis.

[2] Dahrendorf, Ralf, Class and Class Conflict in Industrial City (Stanford University Press, 1959).

[3] Lihat Ritzer, George, Modern Sociological Theory, The McGraw-Hill Companies, Inc, 1996, p. 139.

[4] Collins, Randall, Conflict Theory and The Advance of Macro-Historical Sociology, dalam Ritzer, George, (Editor), 1990, Frontiers of Social Theory: The New Syntheses, Columbia University Press, New York, hal. 70.