PARA PENJELAJAH DUNIA DARI VASCO DA GAMA HINGGA IBNU BATUTAH

Judul               : PARA PENJELAJAH DUNIA DARI VASCO DA GAMA HINGGA IBNU BATTUTA

Penulis             : Wahyu Murtiningsih

Editor             : Maryah Ulfa

Tata  Sampul   : Ferdika

Tata Isi            : Bambang

Pencetak          : Antini, Dwi, Yanto

Cetakan Pertama

November 2012

Warna Cover   : Coklat

Tebal Buku      : 268 halaman

Penerbit           : DIVA Press (Anggota IKAPI)

 

1

Vasco da Gama

            Vasco da Gama berasal dari Portugis. Penjelajah yang lahir sekitar tahun 1469 ini ditugaskan oleh Raja Portugis (Raja Imanuel I) untuk menemukan negeri-negeri Kristen di Benua Timur dan untuk mendapatkan akses Portugis ke pasar komersial di benua Timur. Maka pada 8 Juli 1497, ia berangkat melakukan ekspedisi dengan membawa empat kapal dan 170 orang kelasi, termasuk penerjemah Bahasa Arab.

            Vasco da Gama kemudia berlayar menuju Tanjung Verde. Lalu ia berlayar ke selatan, jauh di luar Samudera Atlantik (tidak menelusuri Pantai Afrika seperti yang dilakukan oleh Bartolomeus Dias pada 1488). Kemudian, Vasco da Gama berlayar menuju selatan berbelok ke timur hingga Tanjung Harapan. Akibatnya, kapal-kapal rombongan ekspedisi tersebut tidak terlihat dari daratan selama 93 hari.

Pada 22 November, Vasco da Gama mengitari Tanjung Harapan, kemudian berlayar ke utara menyusuri Pantai Timur Afrika. Selama melakukan pelayaran ini, ia singgah diberbagai kota yang dikuasai oleh orang muslim, termasuk Mambasa dan Malindi (sekarang Kenya). Selanjutnya, ia membawa penduduk Malindi sebagai petunjuk jalan dari Laut Arab ke India. Perjalanan tersebut memakan waktu 23 hari.

Pada 20 Mei 1498 (sekitar sepuluh bulan setelah berangkat), rombongan yang dipimpin oleh Vasco da Gama tiba di Calicut. Kota ini merupakan pusat perdagangan terpenting di India bagian Selatan. Awalnya, rombongan ekspedisi tersebut disambut oleh Zamorin, penguasa Hindu di Calicut, dengan sangat baik. Namun, setelah mengetahui upeti yang yang dipersembahkan rombongan Vasco da Gama, Zamorin merasa kecewa. Sebab, upeti tersebut dinilai terlalu murah harganya.

Selanjutnya, rombongan ekspedisi Vasco da Gama berunding dengan para penguasa setempat, sehingga menghasilkan Wyatt Enourato. Karena para pedagang muslim menguasai rute perdagangan di Samudera Hindia, transaksi perdagangan antara Vasco da Gama dan Zamorin menjadi terhambat. Akhirnya, pada bulan Agustus, Vasco da Gama memutuskan untuk meninggalkan Calicut. Raja setempatpun memberinya muatan berupa aneka rempah-rempah untuk disampaikan kepada pemerintah Portugis.

Perjalanan pulang rombongan Vasco da Gama melintasi Laut Arab dan memakan waktu sekitar tiga bulan. Dalam perjalanan tersebut, awak kapal Portugis banyak yang mati akibat terserang penyakit darah (kebanyakan mengkonsumsi daging, namun kurang asupan buah dan sayur). Akhirnya hanya dua kapal yang berhasil kembali ke Portugis. Kapal pertama berlabuh pada 10 Juli 1499, sedangkan kapal yang kedua yang ditumpangi Vasco da Gama baru berlabuh dua bulan kemudian, tepatnya pada 9 September 1499. Walaupun hanya 55 anak kapal yang dapat bertaha hidup, raja Portugis menganggap ekspedisi tersebut menuai sukses besar.

Enam bulan kemudian, Raja Portugis mengirim ekspedisi lanjutan dibawah pimpinan Pedro Alvares Cabral. Pedro Alvares Cabraltiba di India pada saat yang tepat, sehingga dapat membawa rempah-rempah dalam jumlah yang banyak. Namun, sebagian anak buahnya terbunuh di Calicut. Pada ekspedisi tersebut, ia juga berhasil menemukan rute perjalanan ke Brazil.

Pada tahun 1502, raja Portugis kembali mengirim Vasco da Gama kembali ke Calicut untuk melakukan serangan pembalasan. Vasco da Gama membawa dua puluh kapal. Diluar perairan Pantai India, ia berhasil merampas sebuah kapal Arab yang sedang melintas. Setelah semua muatan dipindahkan ke kapal Portugis, kapal itu kemudian dibakar ditengah laut. Akibatnya, semua penumpang yang berada di atas kapal ini, termasuk wanita dan anak-anak, musnah.

Sesampainya di Calicut, Vasco da Gama meminta kepada Zamorin untuk menghalau umat muslim dari pelabuhan. Karena Zamorin merasa bimbang, Vasco da Gama menangkap sekaligus membunuh raja tersebut. Setelah itu, ia mengebom pelabuhan dan hanya menyisakan 37 orang pelaut India.

Dalam perjalanan pulang ke negaranya, Vasco da Gama mendirikan beberapa koloni Portugis di Afrika Timur. Berkat prestasinya tersebut, ia memperoleh hadiah besar dari Raja Portugis. Selain diberi gelar kebangsawanan, ia juga diberi hadiah perkebunan, jaminan pensiaun dan sejumlah uang.

Karena berhasil mengatasi segala permasalahan yang muncul di India, pada tahun 1524, Vasco da Gama kembali diutus ke anak benua itu untuk menggantikan posisi Eduardo de Manezes sebagai raja muda (wakil) dari wilayah kekuasaan Portugal. Namun, setibanya di kota Kochi, Goa pada malam Natal tahun 1524, Vasco da Gama terserang malaria dan akhirnya meninggal dunia.

Vasco da Gama dimakamkan di Gereja St. Francis, Fort Kochi, Kochi. Kemudian pada tahun 1539, kerangkanya dipindahkan ke Portugal dan dimakamkan kembali disebuah kuburan yang indah di Vidigueira. Selanjutnya untuk menghormati pelayaran ke India, dibangun Biara Hieronimit di Belem.

Setelah melakukan perdagangan baru ke Timur, Portugis menjadi negara terkaya di Eropa. Portugis mendirikan koloni-koloni jajahan diseputar Samudera Indonesia dengan cepat. Selain itu, Portugis juga mendirikan benteng-benteng dan pos-pos serdadu di India, Indonesia, Madagaskar, Pantai Timur Afrika, dan lain sebagainya. Portugis berhasil mempertahankan daerah jajahannya hingga pertengahan abad ke-20.

Pembukaan jalur perdagangan baru yang dilakukan oleh Vasco da Gama mengakibatkan perdagangan kaum muslim mengalami kemunduran. Pedagang-pedagang muslim tersebut dapat dikalahkan dan digantikan oleh Portugis dalam waktu singkat. Selain itu, jalur perdagangan darat dari India ke Eropa menjadi tidak terpakai, karena Portugis berhasil merintis jalur laut menuju Afrika dengan biaya yang lebih murah.

Meluasnya daerah jajahan Portugis ke Timur merupakan “pukulan pahit” bagi negara Turki Ottoman dan Italia (misalnya Venesia), yang sebelumnya menguasai perdagangan ke Timur. Sedangkan, negara-negara Eropa lainnya dapat memperoleh barang-barang dari Timur Jauh dengan harga lebih murah dari pada sebelumnya. Dengan begitu, pengaruh terbesar perjalanan Vasco da Gama bukan saja ke Eropa atau Timur Tengah, melainkan ke India dan Asia Tenggara.

Sebelum tahun 1498, India merupakan negara terpencil yang terasing dari Eropa. Perjalanan Vasco dan Gama berhasil “mendobrak” keterasingan negara ini sekaligus “menyuguhkan” kebudayaan Eropa lewat jalur laut secara langsung. Hingga pertengahan abad ke-19, pengaruh Eropa di India semakin kuat. Bahkan, seluruh wilayah anak benua itu berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inggris.

2

Chistopher Columbus

            Christopher Coumbus lahir pada 30 Oktober 1951. Orang Italia yang hijrah ke Spanyol ini berkeyakinan bahwa bumi berbentuk bulat, sehingga kapal laut dapat mencapai Timur Jauh, walaupun berangkat dari arah yang berbeda. Maka, iapun berusaha menyakinkan pihak kerajaan agar bersedia mendanai penjelajahan atau penelitiannya.

Pada Agustus 1492, Chistoper Columbus berangkat berlayar. Setelah berlayar selama sepuluh minggu, ia melihat sebuah pulau di Bahamas (yang selanjutnya disebut San Salvador). Iapun berasumsi bahwa dirinya telah menemukan sebuah pulau di dekat wilayah Jepang. Lalu, ia berlayar ke Kuba (yang dikira Cina) dan Haiti. Ketika bertemu penduduk berkulit gelap, Chistopher Columbus berpikir bahwa mereka adalah orang-orang Indian, karena ia berasumsi sedang berlayar di Samudera Hindia.

Pada 12 Oktober 1492, Christoper Columbus melakukan perjalanan dari Samudera Atlantik hingga Benua Amerika. Perjalanan ini didanai oleh Ratu Isabella dari Castilian, Spanyol, (sebelum sang ratu telah berhasil menaklukan Andalusia). Christopher Columbus mengira bahwa pulau yang ditemukannya masih “perawan” dan belum berpenghuni sama sekali. Oleh karena itu, ia berorientasi untuk menjadikan pulau tersebut sebagai perluasan wilayah Spanyol.

Christopher Columbus kaget saat menemukan bangunan yang sama persis dengan bangunan yang pernah dilihatnya ketika mendarat di Afrika. Bangunan megah itu adalah masjid yang digunakan oleh orang-orang Islam untuk beribadah. Awalnya, ia disambut oleh suku Indian dengan ramah. Namun, setelah niat buruknya terbongkar, ia mendapat resistensi dari penduduk setempat. Bahkan, beberapa armada kapal milik rombongan Christopher Columbus ditenggelamkan oleh suku Indian. Meraka merasa terganggu dan terancam oleh oleh kedatangan Christopher Columbus.

Penemuan benua Amerika oleh Christopher Columbus ini merupakan tonggak penting dalam sejarah. Sebab, bangsa Eropa kemudian menjadikan benua tersebut sebagai tempat pemukiman baru dan tempat penyebaran penduduk. Selanjutnya, berbagai kekayaan mineral dan isi bumi yang terkandung didalamnya dieksplorasi untuk mengubah “wajah” Eropa. Namun, disisi lain, penemuannya mengakibatkan kebudayaan bangsa Indian hancur.

Sementara itu, Ratu Isabella pernah berjanji bahwa Christopher Columbus akan diangkat menjadi gubernur di pulau yang berhasil ditemukannya. Akan tetapi, sebagai seorang administrator, Chistopher Columbus dinilai tidak becus, sehingga dipecat dari jabatannya. Kemudian, ia dikirim pulang ke Spanyol dengan tangan terbelenggu. Sesampainya di Spanyol, ia dibebaskan, namun tidak pernah diberi jabatan lagi. Akhirnya, pada tahun 1506, ia meninggal dunia.

Sebenarnya, Christopher Columbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai di benua itu. sebab, secara luas telah diakui bahwa sebelumnya orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara dan mendirikan koloni L’Anseaux Meadows disana. Selain itu, telah diyakini pula bahwa ada pelaut yang tidak diketahui namanya pernah melawat ke Amerika sebelum Chistopher Columbus datang ke tempat tersebut. Dengan demikian, ada banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika.

 

3

Marco Polo

            Marco Polo lahir pada 15 September 1254. Ia adalah pedagang sekaligus penjelajah yang berasal dari Italia. Ia pergi ke Cina pada masa pemerintahan Dinasti Mongol. Ia terkenal karena kisah-kisahnya dianggap sangat menarik dan aneh bangsa Eropa. Sebab, pada masa itu, bangsa Barat tidak mengenal dunia Timur.

Sebagian cendikiawan berpendapat bahwa Marco Polo memang pernah pergi ke Cina, namun tidak mengunjungi semua tempat yang ada di sana (misalnya Xanadu) seperti yang digambarkan di dalam karyanya. Bagi bangsa Indonesia, salah satu kisah Marco Polo yang menarik adalah cerita tentang unicorn (kuda bertanduk satu). Menurut pengakuannya, ia telah menjumpai unicorn di Pulau Sumatera. Akan tetapi, ilmu pengetahuan membuktikan bahwa yang ditemukan oleh Marco Polo bukan unicorn, melainkan badak Sumatera.

Pada tahun 1271, Marco Polo bersama ayah dan pamannya berlayar ke Cina. Pelayaran ini disebut-sebut sebagai penjelajahan teragung sepanjang zaman karena memakan waktu selama 24 tahun. Sekembalinya dari pelayaran tersebut, Marco Polo bercerita tentang kekayaan, keindahan, dan hal-hal ganjil yang ditemuinya selama penjelajahan. Sayangnya, orang-orang tidak mempercayai ceritanya tersebut.

Di negeri Cina, Marco Polo menemukan banyak hal yang belum diketahui oleh orang-orang Eropa. Misalnya orang Cina telah menciptakan serbuk letupan yang digunakan untuk membuat bunga api dan buku cetak dari balok kayu berukir. Bahkan, ia juga menceritakan bahwa orang Cina telah membuat uang kertas. Tentu saja, menurut orang Eropa, hal ini tidak masuk akal.

Selain itu Marco Polo juga melaporkan tentang misteri batu hitam yang bisa dikorek dan dibakar seperti kayu api (batu arang). Ia juga mencatat hal-hal pelik yang pernah dilihatnya, seperti mata air yang mengeluarkan minyak panas dan biri-biri besar yang memiliki tanduk bergulung. Ia juga mencatat masalah pertanian, pertukangan, penduduk, agama, dan adat resam. Selin itu, ia juga mencatat tentang sutera, halia (jahe) yang digunakan sebagai bahan rempah-rempah yang pedas, kunyit yang banyak digunakan sebagai perasa makanan sekaligus pencelup asli, dan tanah yang digunakan untuk membuat tembikar. Beberapa abad kemudian, barang-barang ini sampai ke dunia Barat.

Kublai Khan tertarik pada Marco Polo, sehingga mengangkatnya sebagai wakil isitana. Selanjutnya, Marco Polo membantu Kublai Khan untuk menjalankan misi diplomasi ke Tanah Melayu, Sumatera, tibet, dan Ceylon. Selain itu, Marco Polo juga melawati ke India dan Burma, serta membuat catatan mengenai negara-negara tersebut.

Marco Polo juga membuat catatan mengenai keberadaannya di Sumatera. Di dalam catatan tersebut, dijelaskan bahwa ia sampai di Pasai pada tahun 1292. Pada masa itu, kerajaan Pasai berada di bawah pemerintahan Raja Pasai ke-12, Sultan Abdul Jalil al-Malikul Saleh (tahun 1276-1300)

Selain singgah di Pasai, Marco Polo juga melawat ke Perlak. Kemudian, ia mengunjungi Basman yang penduduknya mengaku berada di bawah pemerintahan Kublai Khan. Namun, mereka tidak mengenal undang-undang, kecuali undang-undang rimba. Sementara itu, di Bandar Sumatera, Marco Polo sempat tinggal selama enam bulan untuk menanti putaran angin. Disana, ia menikmati minuman sejenis tuak yang terbuat dari pohon enau. Konon selama di Sumatera ia beserta rombongan ditempatkan di dalam seabuah kemah dan dikawal dengan ketat supaya tidak diganggu oleh penduduk setempat yang gemar makan daging manusia.

Setelah itu Marco Polo melawat ke Bandar Dgroin (sekarang Pedir). Disana ia melihat upacara cannibalistic (acara makan daging sesama manusia). Selanjutnya ia pergi ke Lambri, sebuah bandar pelabuhan yang dihuni oleh orang-orang aneh karena memiliki ekor. Akhirnya, ia mengunjungi Bandar Fansur, sebuah bandar yang terkenal karena kapur barus yang bermutu tinggi.

Perlu diketahui bahwa keluarga Marco Polo bekerja kepada Kublai Khan selama tujuh belas tahun. Pada tahun 1292, mereka kembali ke Venice. Dari Hormus, mereka mengikuti jalan darat ke Venice melalui Konstantinopel. Perjalanan mereka memakan waktu selama tiga tahun. Jadi sesampai di Venice, mereka telah mengembara selama 24 tahun. Waktu itu, Marco Polo telah berumur 39 tahun.

Saat terjadi peperangan antara Venice dan Genoa, Marco Polo ditawan karena mempertahankan bandarnya. Semasa di penjara, ia menceritakan pengalamannya kepada Rustichello. Kemudian, Rustichello menerbitkan buku yang berjudul The Travels of Marco Polo. Buku ini banyak mempengaruhi penjelajahan berikutnya, seperti yang dilakukan oleh Chistopher Columbus. Bahkan, bangsa Eropa, terutama Portugis, menjadi gaiat mencari rempah-rempah ke Asia Tenggara, terutama Indonesia. Marco Polo meninggal pada 8 Januari 1324.

 

4

Ferdinand Magellan

            Fernando de Magelhaens atau yang selanjutnya disebut Ferdinand Magellan lahir pada tahun 1480. Ia disebut-sebut sebagai orang pertama yang melakukan pelayaran dari Eropa ke Asia melewati Samudera Pasifik. Ekspedisi yang dialakukannya diakui sebagai penjelajahan terhebat sepanjang sejarah umat manusia.

            Pada tahun 1519, Ferdinand Magellan berlayar meninggalkan Spanyol menggunakan lima kapal kecil yang terbuat dari kayu dan panjangnya sekitar 21 meter. Bersama 265 orang kelasi, ia berlayar menuju tempat yang tidak diketahui.

            Dalam perjalanan pulang ke Eropa, rombongan Ferdinand Magellan sempat singgah di Hindia Timur. Setelah berhasil melewati masa-masa sulit, ia tewas dibunuh oleh Datuk Lapu-Lapu di Filipina. Namun, delapan belas orang kelasi berhasil menyelamatkan diri menggunakan sebuah kapal. Akhirnya, pada tahun 1522, mereka tiba kembali di Spanyol. Dengan demikian, ekspedisi Ferdinand Magellan memakan waktu sekitar tiga tahun. Ekspedisiini berhasil membuktikan bahwa dunia benar-benar berbentuk bulat.

            Tidak seperti perjalanan Vasco da Gama, perjalanan Ferdinand Magellan tidak berpengaruh besar bagi bangsa Eropa dan dunia Timur. Rute yang telah ditempuhnya juga tidak dianggap sebagai rute perdagangan penting. Bahkan, beberapa kapten yang memberontak membuat laporan yang menyimpang mengenai Ferdinand Magellan. Orang-orang Spanyol menodai reputasinya dengan mengatakan bahwa ia adalah orang yang bengis dan tidak becus. Sedangkan, orang-orang Portugis menganggapnya sebagai seorang pengkhianat. Namun, berkat jusaha Pigafetta, salah seorang dari delapan belas navigator yang selamat dan keterangan dari lima orang anggota ekspedisi tersebut, nama Magelhaens mendapat tempat di dalam catatan sejarah dunia.

 

5

Alfonso de Alberque

            Alfonso de Alberquerque adalah pelaut terkenal dari Portugis. Ia berperan dalam pembentukan pemerintahan kolonia Portugis di Asia. Ia lahir pada tahun 1453 di Alhandra. Ibunya bernama Leonor de Manezes, sedangkan ayahnya bernama Lord of Vila Verde dos Francos. Sang ayah memegang posisi penting di pemerintahan. Selain itu, ia masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Kerajaan Portugis.

            Pada masa kekuasaan Afonso V dari Portugis, Alfonso de Alberque mendapat pendidikan matematika dan Latin klasik. Setelah Alfonso V wafat, Alfonso de Alberquerque bekerja di Arzila, Maroko. Tak lama kemudian, ia kembali ke negaranya dan ditunjuk sebagai penasihat.

            Setelah Alfonso de Alberquerque dewasa dan telah berkarier dibidang militer cukup lama (sekitar tahun 1503), ia dikirim untuk melakukan ekspedisi pertama ke India. Ia dan sepupunya yang bernama Francisco de Alberquerque berlayar, Duarte Pacheco Pereira dan Nicolau Coelho. Mereka berpartisipasi dalam beberapa pertempuran melawan pasukan Zamorin dari Calicut (Calecute, Kozhikode). Setelah berhasil mengantarkan Raja Cohin (Cohim, Kochi) menduduki tahta kerajaaan dengan aman, meraka diizinkan untuk membangun benteng Portugis di Cochin. Selain itu, mereka juga disebut-sebut ikut membantu meletakkan dasar kerajaaan negara mereka di Timur.

            Setelah Malaka aman, pada bulan November, Alvonso de Alberquerque mempelajari letak lokasi “kepulauan rempah-rempah”. Kemudian, ia mengirimkan tiga kapal untuk melakukan ekspedisi Timur guna mencari rempah-rempah. Ia menunjuk Antonio de Abreu sebagai komandan rombongan ekspedisi dan Francisco Serralo sebagai wakilnya.

            Selain itu, Alfonso de Alberquerque merekrut orang Melayu untuk membimbing rombongan ekspedisi menuju Kepaulauan Banda melawati Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, dan Pulau Ambon. Akhirnya, pada awal tahun 1512, rombongan tersebut tiba ditempat tujuan. Disana, mereka tinggal selama kurang lebih satu bulan. Mereka membeli pala dan cengkih untuk mengisi kapal mereka.

            Akhirnya, Alfonso de Alberquerque meninggal di Goa pada 16 Desember 1515. Perlu diketahui bahwa ia termasuk penulis yang produktif. Ia menulis banyak surat yang ditujuakan kepada raja untuk melaporkan segala hal, baik masalah kecil maupun strategi utama. Selanjutnya pada tahun 1557, koleksi surat-suratnya itu diterbitkan oleh anaknya.

 

6

Charles Darwin

Charles Robert Darwin lahir pada 12 Februari 1809 di Shrewsbury, Inggris. Kakeknya yang bernama Erasmus Darwin adalah dokter sekaligus filsuf terkenal. Sedangkan, ayahnya bernama Josiah Wedgwood. Sang ayah adalah pembuat barang-barang tembikar yang sangat ternama.

            Charles Darwin memperoleh pendidikan disekolah dasar yang terletak di dekat rumahnya. Sekolah ini menyediakan fasilitas asrama. Setelah berusia 26 tahun, ia pergi ke Edinburgh untuk mempelajari ilmu kedokteran, namun tidak berhasil menjadi seorang dokter. Maka ketika berumur 20 tahun, ia memutuskan pindah ke Christ College, Cambridge, dan belajar menjadi seorang pendeta. Karena lebih senang mengumpulakn serangga, berburu, menunggang kuda, dan bergaul dengan teman-temannya, ia sering mengabaikan tugasnya sebagai mahasiswa.

            Charles Darwin bertemu dengan banyak ilmuan, sehingga mendorong untuk belajar ilmu pengetahuan alam. Suatu hari, seorang profesor botani bernama John S. Henslow memberikan kepada Charles Darwin bahwa kapten kapal yang bernama Robert Fitz Roy sedang mencari penyelidik alam yang mau bekerja di Beagle tanpa digaji. Beagle adalah sebuah kapal angkatan  laut Inggris yang bertugas melakukan survei pemetaan di garis pantai Amerika Selatan selama lima tahun. Kapal ini juga akan melakukan perjalanan keliling dunia.

            Maka pada tahun 1831, dengan membawa perlengkapan sederhana, Charles Darwin memulai penjelajahan menggunakan kapal Beagle. Pertama kali, ia menjumpai pulau tropis, yaitu Pulau Sao Tiago di Kepulauan Tanjung Verde. Dipulau ini, ia mengamati dan mengumpulkan specimen dengan penuh semangat, meskipun tidak begitu cermat. Selanjutnya, hasil pengamatan geologis yang mencakup deskripsi pembentukan karang dan hipotesis asal usul pulau vulkanik ini diterbitkan.

            Dalam perjalanan menuju pedalaman Bahia, Braszil, Charles Darwin mengamati seekor kelelawar pengisap darah yang sedang menghisap darah seekor kambing. Selain itu, ia juga memeriksa berbagai fosil dan hewan unik. Ketika berada di Conception, Chili, ia mengalami gempa bumi. Hal ini memperkuat teorinya tentang peranan gempa bumi dalam mengubah ketinggian tanah.

            Pada 15 September 1835, kapal Beagle tiba di Kepulauan Gelapagos. Kemudia Charles Darwin mengadakan pengamatan dan pengumpulan data. Dikepulauan yang meliputi sepuluh pulau vulkanik besar ditemukan beberapa hewan yang berasal dari daratan Amerika Selatan dari masa geologi lampau. Isolasi tersebut memungkinkan populasi hewan dari berbagai pulau menghasilkan sifat-sifat campuran genetik tersendiri atau menyimpang dari hewan-hewan pulau lain. perbandingan jumlah populasi hewan tersebut membuktikan adanya perubahan evolusi.

            Maka Charles Darwinpun memikirkan mekanisme jenis-jenis makhluk hidup baru secara lebih mendalam. Hal ini memunculkan pemikirannya tentang asal usul jenis-jenis makhluk hidup yang diterbitkan 24 tahun kemudian.

            Pada tahun-tahun terakhir, perjalanan kapal Beagle difokuskan ke lautan selatan sekaligus berkeliling dunia. Charles Darwinpun mengumpulkan berbagai hewan dan tumbuhan dari berbagai Australia dan pulau-pulau lainnya. Selain itu juga ia menyelidiki terumbu karang di laut sekitar Australia. Dikemudian hari, hasil penelitian ini dijasikan sebagai bahan untuk menyusun karyanya tentang cara terbentuknya terumbu karang dan atol.

            Pada Oktober 1836, kapal Beagle tiba kembali di Inggris. Charles Darwin pun merasa heran saat dirinya sudah dikenal oleh masyarakat ilmiah. Ternyata, surat-surat yang berisi petualangannya dan cuplikan koleksinya, yang dikirimkan kepada teman-temannya di Inggris, telah diedarkan dan dibacakan dihadapan kelompok-kelompok universitas. Maka, Charles Darwin pun sibuk memberikan kuliah, membagikan koleksinya ke museum-museum dan mengawasi penerbitan laporan resminya.

            Konsep Charles Darwin mengenai evolusi akibat seleksi alam memberikan kerangka terhadap ilmu biologi. Konsep ini menyatakan bahwa individu-individu dari suatu jenis makhluk hisap tidak sama persis, tetapi memperlihatkan variasi yang berbeda beda, ada invidu yang menyesuaikan diri dan ada pula yang berkembang biak. Namun, variasi individu, akibat proses penyesuaian diri tersebut lebih baik daripada hasil perkembangbiakan.

            Teori yang dikemukakan Charles Darwin memang tidak mengandung mekanisme proses evolusi secara terperinci. Namun, teori ini mampu memberikan teori depresi yang mendasari penemuan-penemuan berikutnya. Oleh karena itu, ia dianggap sebagai salah pendiri utama ilmu pengetahuan modern tentang ekologi dan etologi.

            Kemudian, Charles Darwin menulis ide mengenai evolusi ke dalam sebuah buku yang berjudul The Origin of Species. Buku tersebut mengulas teori evolusi yang bersumber dari hasil pemikiran dan observasinya yang sangat radikal. Awalnya, ia merasa ragu-ragu untuk mnerbitkan buku itu. namun , berkat dorongan Alfred Russel Wallace, Charles Darwin pun akhirnya menerbitkan buku itu.

 

7

James Cook

            James Cook lahir pada 27 Oktober 1728. Ia adalah seorang penjelajah sekaligus navigator Inggris. Ia melakukan penjelajahan ke Samudera Pasifik selama tiga kali, sehingga berhasil menentukan dan memetakan garis-garis pantai utama diwilayah itu. ia adalah orang Eropa pertama yang mengunjungi Hawaii sekaligus orang Eropa kedua yang berhasil mencapai Selandia Baru – setelah Abel Tasman – sekaligus memetakan seluruh garis pantainya.

            James Cook memulai kehidupan sebagai pelaut sejak remaja dengan bekerja di kapal komersial. Lalu, ia bergabung dan menjadi kapten angkatan laut Inggris (Royal Navy). Kemudian ia mulai menjelajahi ke Amerika Utara dan membuat peta New Foundland serta daerah seputar Quebec. Selanjutnya, ia ditunjuk memimpin pelayaran Inggris ke Pasifik guna mencari sebuah benua yang hilang disebelah selatan khatulistiwa (Terra Australis). Maka iapun melakukan penjelajahan keliling dunia melalui Samudera Pasifik.

            James Cook melakukan pelayaran pertama pada tahun 1768-1771 dengan kapal Endeavor. Tujuan penjelajahan ini adalah meneliti sekaligus merekam jejak lintasan planet Venus terhadap matahari. Ia berangkat dari Inggris menuju Atlantik, lalu ke Cape Horn, kemudian berbelok ke Barat menuju Tahiti. Selanjutnya, ia menuju Pantai Tenggara Australia, lalu menyusuri Pantai Timur Australia. Ia berjumpa dengan penduduk asli Australia, sehingga memutuskan untuk mendarat di Benua Australia, yaitu di Botany Bay. Selanjutnya, ia berlayar ke Batavia menuju Tanjung Harapan dan kembali ke Inggris.

            Setahun kemudian, James Cook diminta oleh Royal Society untuk menemukan Terra Australis guna membuktikan mitos tentang adanya benua besar di wilayah selatan yang berfungsi sebagai penyeimbang benua yang berada dibagian utara. Maka iapun melakukan pelayaran  kedua dengan kapal Resolution. Pelayaran ini berlangsung selama tiga tahun, yaitu tahun 1772-1775. Ia melakukan penjelajahan dari arah barat ke timur, yaitu dari Tanjung Harapan yang berada diujung selatan Afrika menuju lingkaran Antartika. Lalu ia bergerak ke timur menuju Samudera Pasifik. Dalam penjelajahan kali ini, ia berhasil membuktikan bahwa K1 kronometer dapat digunakan untuk menghitung longitude (garis bujur) secara lebih tepat.

            Pada tahun 1776-1779, James Cook melakukan pelayaran ketiga dengan kapal Resolution ke Tahiti. Ia sempat mendarat di Kauai, Hawaii, dan berlayar ke arah utara menyusuri sepanjang pesisir barat Amerika Utara menuju Selat Bering. Karena selat ini tidak bisa dilalui, ia memutuskan kembali ke arah selatan dan mendarat di Big Island Hawaii. Disini, ia terliabat konflik dengan penduduk setempat, sehingga ia beserta empat anak buahnya tewas. Berdasarkan catatan sejarah, ia meninggal dunia pada 14 Februari 1779 dalam umur 50 tahun. Akhirnya, sisa rombongan kapal Resolution pun kembali ke Inggris.

 

8

Abel Tasman

            Abel Tasman lahir pada tahun 1603 di Ludjegast, Groningen. Ia adalah penjelajah sekaligus pedagang berkebangsaan Belanda. Ia menjadi terkenal setelah melakukan penjelajahan pada tahun 1642 dan 1644 untuk VOC. Ia merupakan orang Eropa pertama yang berhasil mencapai Kepulauan Tanah Van Diemen (sekarang Tasmania) dan Selandia Baru. Iapun berhasil melihat Kepulauan Fiji (tahun 1643).

            Abel Tasman beserta anak buahnya berhasil mencapai dan memetakan beberapa daerah bagian Australia, Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik. Selanjutnya, ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai tuan tanah di Batavia. Akhirnya, ia meninggal pada 10 Oktober 1959 di Batavia.

 

9

Amerigo Vespucci

            Amerigo Vespucci lahir pada 9 Maret 1454. Ia adalah seorang pedagang, penjelajah sekaligus pembuat peta yang berasal dari Italia. Ia memegang peranan penting dalam penjelajahan pantai timur Amerika Selatan pada tahun 1499-1502.

            Dalam perjalanannya yang kedua, Amerigo Vespucci menemukan bahwa wilayah Amerika Selatan memanjang ke arah selatan lebih jauh dari pada yang diperkirakan orang-orang Eropa sebelumnya. Oleh karena itu Amerigo Vespucci menyimpulkan bahwa wilayah tersebut tidak termasuk wilayah India, tetapi merupakan benua baru. Kemudian, ia memberi nama benua baru itu Amerika.

Pada tahun 1507, Martin Waldseemȕller menerbitkan peta dunia. peta tersebut mencantumkan Benua Amerika. Akhirnya pada 22 Februari 1515, Amerigo Vespucci meninggal dunia dalam usia 60 tahun.

 

10

Cheng Ho

            Cheng Ho berasal dari provinsi Yunnan yang terletak di Asia Barat Daya. Ia lahir pada tahun 1371 dari keluarga muslim taat dan telah menjalankan ibadah haji. Konon, saat berusia 10 tahun, ia ditangkap oleh tentara Ming di Yunnnan. Sebab, Pangeran dari Yen, Chung Ti, sangat tertarik saat melihat Cheng Ho kecil yang pintar, tampan dan taat beribadah. Kemudian, Cheng Ho diangkat oleh Chung Ti menjadi anak asuhnya. Cheng Ho pun tumbuh menjadi pemuda brilian dan pemberani.

            Pada tahun 1406, saat Kaisar Cheung Tsu berkuasa, Cheng Ho diangkat menjadi admiral utama armada laut. Lalu, ia ditugaskan untuk memimpin ekspedisi pertama ke Laut Selatan. Kemudian, ia melakukan ekspedisi ke Asia Barat Daya dan Asia Tenggara sebanyak tujuh kali.

            Selama 28 tahun (1405-1433 M) Cheng Ho telah melakukan pelayaran muhibah ke berbagai penjuru dunia. ia telah memimpin kurang lebih 27.800 awak kapal dan 208 kapal, baik berukuran kecil, menengah, maupun besar. Selama kurun waktu tersebut, telah tercipta kurang lebih 24 buah peta navigasi yang berisi geografi lautan.

            Perlu diketahui bahwa misi pelayaran muhibah yang dilaksanakan oleh Cheng Ho bukan untuk melakukan ekspansi, melainkan untuk urusan perdagangan, diplomasi, perdamaian dan persahabatan. Dengan kata lain, pelayaran Cheng Ho merupakan pelayaran yang menajubkan. Tentu saja penjelajahan tersebut berbeda dengan pengembaraan yang dilakukan oleh para pelaut Barat, seperti Chistopher Columbus, Vasco da Gamma, dan lain sebagainya.

            Beberapa sumber menyebutkan bahwa anak buah Cheng Ho yang bernama Ma Huan dan Guo Chong Li sangat mahir berbahasa Arab dan Persia. Sementara itu, muridnya yang bernama Ha San adalah seorang ulama. Meskipun ekspedisi Cheng Ho tidak bertujuan menyebarkan Islam, banyak penduduk diwilayah yang meraka singgahi memeluk Islam. dengan begitu, etnis Tionghoa berperan besar dalam penyebaran agama Islam di Nusantara. Bahkan, beberapa sumber menyatakan bahwa beberapa anggota Wali Songgo yang berperan penting menyebarkan Islam di Jawa berdarah Tionghoa.

            Cheng Ho tercatat sebagai penjelajah yang menggunakan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia. ia juga memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa.selain itu, ia termasuk pemimpin yang arif dan bijaksana. Hal ini dibuktikan dengan tidak pernahnya ia dan anak buahnya menjajah negara atau wilayah tempat armada merka merapat.

            Ekspedisi Cheng Ho menggunakan armada raksasa yang terdiri atas 62 kapal besar dan belasan kapal kecil. Kapal yang ditumpangi oleh Cheng Ho disebut sebagai kapal Pusaka. Kapal ini merupakan kapal terbesar pada abad ke-15. Panjang kapal tersebut mencapai 140 meter dan lebar 56 meter atau 5 kali lebih besar dari pada kapal Chistopher Columbus.

            Pada pelayaran muhibah ke-7 (tahun 1432-1433), Cheng Ho telah berhasil menjalankan misi Kaisar Ming Ta’i-Teu (yang berkuasa tahun 1368-1398), yaitu menjalankan ibadah haji bagi keluarga Istana Ming. Namun kala itu, misis ini sengaja dirahasiakan, sebab bagi keluarga istana Ming menjalankan ibadah haji secara terbuka sama halnya dengan membuka selubung latar belakang kesukuan dan agama. Selanjutnya, Hung Po ditunjuk sebagai pemimpin rombongan supaya pelayaran haji keluarga istana tersamarkan. Rombongan haji keluarga istana tersebut tidak diikuti oleh semua armada ekspedisi ke-7. Rombongan ini berangkat dari Calleut, salah satu kota kuno di India, menuju Makkah (Tien Fang).

            Akan tetapi, Cheng Ho merasa sedih karena tidak bisa bebas berlayar menuju tanah leluhurnya, Makkah, untuk kembali berhaji dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya, pada ekspedisi ke-5, armada Cheng Ho telah berhasil mencapai Pantai Timur Afrika dalam waktu tiga tahun. Dalam kesempatan tersebut, armada Cheng Ho berkunjung kekerajaan yang berada di semenanjung Arabia. Iapun menunaikan panggilan Allah ke Makkah.

            Hingga sekarang, sejarah tentang perjalanan muhibah Cheng Ho masih tetap diminati oleh berbagai kalangan, baik masyarakat Indonesia maupun keturunan Tionghoa. Ia telah berkunjung ke Indonesia sebanyak tujuh kali. Saat berkunjung ke Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa, cakra donya, kepada Sultan Aceh. Kini lonceng tersebut masih tersimpan di Museum Banda Aceh.

            Pada tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon). Ia menghadiahkan beberapa cendera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu bukti peninggalan tersebut adalah piring yang bertuliskan Ayat Kursi di Keraton Kasepuhan Cirebon.

            Sewaktu melakukan perjalanan melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Lalu ia turun di pantai Simongan, Semarang dan memutuskan untuk menetap disana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Klenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) dan patung Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong.

            Selanjutnya, armada Cheng Ho singgah di Semarang, Tuban, Gresik, Surabaya, dan Mojokerto yang saat itu menjadi pusat kerajaan Majapahit. Raja Majapahit, Wikramawardhana, berkenan mengadakan audiensi dengan rombongan dari Tiongkok ini. perjalanan Cheng Ho banyak meninggalkan kenangan dan pelajaran, terutama bagi perkembangan Islam di Nusantara.

            Sementara itu, majalah Life menempatkan Cheng Ho sebagai orang terpenting nomer empat belas selama milenium terakhir. Hasil perjalanannya menghasilkan karya yang berjudul Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia hingga abad ke-15. Buku ini memuat 24 peta navigasi meliputi arah pelayaran, jarak dilautan, dan berbagai pelabuhan.

                        Setelah Maharaja heng su wafat, kemasyhuran Cheng Ho mulai merosot. Pada tahun 1433, ia dikabarkan kembali melakukan pelayaran. Setelah itu, ina “menutup pintu” dan tidak mau berhubungan dengan dunia luar.

 

11

I Ching

                        I Ching adalah penjelajah Cina yang mashur pada abad ke-7 M. Pemeluk agama Buda ini pernah berlayar melewati Tanah Melayu dan India. Pada tahun 671, saat melawat ke tanah Melayu, ia singgah di Kedah. Saat itu kerajaan Kedah Tua sangat masyhur dan makmur.

                        Sementara itu, di dalam catatnnya, ia menyatakan bahwa kembalinya dari India, ia singgah di Kedah. Saat itu kerajaan tersebut dijajah oleh Sriwijaya. Selain itu, I Ching juga melawat ke Sriwijaya sebanyak dua kali untuk mempelajari bahasa Sanskrit dan mnerjemahkan kitab suci agama Buda.

 

12

Ibnu Battuta

            Abu Abduallah Muhammad bin Battuta atau yang sering disebut Ibnu Battuta lahir pada tahun 1304 M di Tangier, sebuah kota yang ;terletak di dekat Selat Gibraltar, Maroko. Ia dibesarkan dalam keluarga yang taat menjaga tradisi Islam. sebenarnya, sejak kecil, ia tertarik untuk berlayar dan berpetualang. Walaupun ia tidak pernah mendapatkan ilmu astronomi dan ilmu kelautan lainnya, hatinya tergerak untuk melakukan penjelajahan terbesar pada masa itu.

                        Ibnu Battuta memulai perjalanannya pada umur 21 tahun untuk menunaikan ibadah haji. Ia bersama jamaah Tangiers lainnya menempuh hawa Laut Mediterania yang kering. Mereka berjalan kaki menyusuri daratan Afrika Utara yang berpasir dibawah sinar matahari yang terik. Mereka menyusuri Pantai Utara Afrika melewati Aljazair, Tunisia, Tripoli, Alexandria, Kairo, Jerusalem, singgah di Damskus, Madinah, hingga Mekkah.

                        Dalam perjalanan pertama kalinya ini, Ibnu Battuta menyempatkan diri melihat keajaiban dunia di Alexandria, yaitu Pharos Lighthouse yang tingginya mencapai 104 m. Sayangnya, bangunan ini hancur akibat gempa yang terjadi pada abad tersebut. Selain itu, ia juga sempat singgah di Pyramids of Giza.

                        Setelah menunaikan ibadah haji, Ibnu Battuta memutuskan tinggal di Makkah untuk memperdalam studinya. Selain mengunjungi tempat-tempat suci di Makkah, pada tahun 1326, ia melanjutkan perjalanan ke wilayah Iran dan Irak. Setahun kemudian, ia kembali ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya. Setelah itu, ia tinggal di kota suci tersebut selama satu tahun.

                        Pada tahun 1328, Ibnu Battuta melanjutkan perjalanan ketiganya ke Pantai Timur Afrika dan Kilwa (sekarang Tanzania). Setelah itu, ia melakukan perjalanan ke Teluk Persia melalui jalur laut. Kemudian, ia kembali ke kota suci melalui jalan darat untuk menunaikan ibadah haji yang ketiga kalinya.

                        Penjelajahan Ibnu Battuta berlanjut ke Somalia dan pantai-pantai di Afrika Timur, termasuk Zeila dan Mambasa. Lantas, ia kembali ke Aden, lalunke Oman, Hormuz, di Persia dan Pulau Dahrain. Di negeri Persia, Ibnu Battuta berkesempatan bertamu di kota Baghdad. Di kota ini, ia menyaksikan sarana pemandian umum yang tak ada tandingannya di dunia. setelah itu, pada tahun 1332, Ibnu Battuta kembali ke kota Makkah.

                        Setelah itu, ia berlayar ke kota Alaya menggunakan kapal Genoa ke Pantai Selatan Asia Kecil. Setelah singgah di Konstantinopel, ia berlayar menyebrangi Laut Hitam ke wilayah Asia Tengah. Kemudian, ia melanjutkan perjalanan ke wilayah Afghanistan (sekarang).

                        Pada tahun 1334 M, dari wilayah Sungai Volga, Ibnu Battuta menerobos wilayah Afghanistan melalui Kabul hingga ke Delhi, India. Di Delhi Ibnu Battuta bekerja di pengadilan Delhi yang saat ini termasuk negeri muslim. Pada tahun 1342, sultan di Delhimengutus Battuta melakukan perjalanan ke Cina sebagai duta besar. Jalan yang ditempuh adalah pelayaran melalui Kepulauan Maldiva, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Kepulauan Andaman, Aceh, Selat Malaka, Singapura, menerobos Laut Cina Selatan, berlabuh dan meneruskan perjalanan darat ke Baijing.

                        Pada tahun 1346, Ibnu Battuta memulai perjalanan pulang dari Baijing. Setelah melakukan perjalanan darat sekaligus pelayaran laut selama empat tahun, ia tiba kembali ke kota kelahirannya, yaitu Tangier, Maroko. Perlu diketahui bahwa ia pergi berkelana sejak umur 21 tahun dan kembali ke kota kelahirannya pada umur 44 tahun. Jadi ia telah melakukan penjelajahan selama hampir 24 tahun. Sungguh suatu pengalaman yang mengesankan.

                        Tak lama tinggal di Maroko, Ibnu Battuta kembali melanjutkan perjalanan menyeberangi Laut Tengah ke Spanyol. Ia kembali menerobos Gurun Sahara ke Mali, Afrika Barat. Selama ia melakukan penjelajahan, terjadi epidemi penyakit yang mematikan, The Black Plague yang menyerang seluruh wilayah Timur Tengah. Bahkan, ia melaporkan bahwa di Kairo, korban tewas akibat penyakit ini mencapai 21.000 jiwa.

                        Ibnu Battuta menceritakan bahwa ia mampu melewati kota-kota “muram” akibat wabah penyakit The Black Plague dengan selamat. Pada tahun 1349, Ibnu Battuta tiba kembali di Tangier. Iapun baru mengetahui bahwa ibunya turut menjadi korban wabah penyakit yang mematikan itu. ia kemudian mengisi hari-harinya dengan mengisahkan kembali perjalanan jauhnya bersama teman-teman dekat.

                        Selanjutnya, Ibnu Battuta berangkat ke Spanyol. Tiga tahun kemudian, ia memulai perjalanan terakhirnya menuju kota Timbuktu. Kota ini dianggap sebagai legenda oleh bangsa Eropa karena tak ada satu pun orang Eropa yang pernah kesana.

                        Pada tahun 1354, Ibnu Battuta kembali ke tanah kelahirannya dan menetap di kota Fez. Ia berteman baik dengan sultan yang berkuasa pada masa itu. Karena merasa kagum terhadap perjalanan Ibnu Battuta, sang sultan pun meminta Ibnu Battuta menuliskannya ke dalam sebuah buku. Buku karangan Ibnu Battuta ini diberi judul Ribla.

                        Di dalam Ribla, Ibnu Battuta mengisahkan perjalanannya sepanjang 120.000 km yang sangat fantastis. Kisah perjalanan tersebut merupakan kisah penjelajahan yang luar biasa. Perjalanan yang ditempuhnya meliputi Spanyol, Rusia, Turki, Persia, India,, Cina, dan negara-negara muslim liannya. Selain itu, ia juga mendiskripsikan kondisi spiritual, politik, dan sosial setiap negeri yang disinggahinya. Bahkan, ia berhasil merekam peradaban Timur Tengah pada Abad Pertengahan. Manuskrip catatan ini diyakini tersimpan di Bibliotheque Nationale, Paris.

                        Kisah perjalanan Ibnu Battuta ditulis kembali oleh Ibnu Jauzi, juuru tulis Sultan Maroko (Abu Enan). Karya itu diberi judul Tuhfah al Nuzzar fi Ghara’ib al Amsar wa Ajaib al-Asfar. Ibnu Battuta telah menempuh jarak sejauh 72.000 mil melalui daratan dan lautan. Jarak ini lebih panjang dari pada jarak yang ditempuh Marco Polo dan para penjelajah lain sebelum ditemukannya mesin uap. Oleh sebab itu, seorang ahli sejarah bernama Brockellman menyejajarkan Ibnu Battuta dengan Marco Polo, Hsien Tsieng, Drake, dan Magellan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s