Cerita film superstar superhap

Terlihat seorang pemuda tampan berlari dan berpapasan dengan seorang gadis yang tersenyum padanya. Pemuda itu berlari menuruni tangga dan masuk ke sebuah gedung.

Di sebuah lapangan basket pemuda itu menunjukkan kemampuannya menari/dance.
“Hei, kamu! Cukup, berdiri. Berhenti. Kemari,” kata salah seorang yang duduk di belakang meja. (Ternyata ini sebuah audisi).
“Kemari aku akan mengatakan sesuatu kepadamu. Apakah kamu tahu apa jenis musik yang diaudisikan hari ini?”. Pemuda itu menjawab dengan menari. “Apakah kamu tuli?” tanya salah seorang wanita dari ketiga juri. Pemuda itu bingung. “Ayo katakan. Bisakah kamu berbahasa Thai?”
Akhirnya pemuda itu terpaksa menjawab, “Aku biasanya menari dengan tarianku sendiri. Ini disebut kungfu hip hop.” Juri kaget dan menahan tawa. Ternyata suaranya parau, jelek sekali. “Baik. Baik. Dapatkah kamu berdisko? Tunjukkan pada kami bagaimana kamu berdisko!” kata juri sambil menahan tawa.
“Tetapi ini disebut kungfu disko. Jantungmu akan berdetak cepat jika melihatnya.” kata pemuda itu. Lalu dia menunjukkan kemampuannya. Di saat dia berdisko sepatunya terlepas dan betapa kagetnya dia saat melihat ternyata sepatunya mengenai wajah juri. (wkwkwk..) Juri marah dan akhirnya dia pulang dengan kecewa.

Sampai di rumah tiba-tiba ada 3 orang yang datang sambil membawa tape. Mereka bernyanyi yang isinya menagih utang. Ternyata mereka rentenir. Pemuda itu meminta waktu seminggu tetapi rentenir tidak menyanggupi dan akhirnya membawa barang-barang termasuk sepatu sebagai ganti membayar utang.

Di sebuah gedung bertingkat seorang operator bernama Teung menerima telepon. Si penelepon meminta sebuah lagu. Teung menjawab bahwa ia akan memberi sebuah lagu populer yang belum diterbitkan. Dia meyakinkan bahwa lagu ini nanti akan terkenal dan memberikan secara gratis khusus pada si penelepon. Si penelepon bertanya judul lagu dan nama penyanyinya. Teung bingung menjawab dan akhirnya berkata penyanyinya bernama Teung Tae Wan Daeng dan lagunya berjudul Touch My Heart. Si penelepon berkata bahwa ia belum pernah mendengar sebelumnya tetapi akhirnya dia mau mendengarkan. Si Teung memutar lagu tersebut dan bernyanyi. Teman Teung yang tahu hal itu marah dan malah ikut bernyanyi. Teman-temannya yang lain juga ikut bernyanyi. Apesnya dia ketahuan oleh atasannya dan dipecat.

Teung pulang kerja dan mendapat telepon dari Tom (pemuda yang gagal audisi) tetapi ia pura-pura mendapat gangguan sinyal. Tom memohon agar Teung tidak mematikan teleponnya dan berbohong  bahwa ia sekarang ada di Phuket (nama kota) dan kecopetan sehingga ingin meminjam uang. Teung meminta maaf dan juga berbohong bahwa ia sekarang berada di Ching Mai. Tiba-tiba Tom menoleh dan kaget melihat Teung berada di jalan yang sama dengannya. Dan akhirnya Teung juga melihat Tom dan berkata, “Apakah kamu sedang menatapku sekarang?” Tom menjawab,”Ya aku menatapmu sekarang.” (adegan ini lucu banget hehe…) Mereka saling memarahi karena satu sama lain saling berbohong.

Mereka berdua pergi ke sebuah club dan bertemu dengan seorang teman bernama Pom. Pom berkata,”Kalian gagal lagi. Kalian dipecat dari pekerjaan kalian. Mengapa saat kalian bahagia aku tidak melihat wajah kalian? Tetapi saat kalian bangkrut aku akan melihat kalian menunduk.” Teung membenarkan. Pom bertanya apa rencana mereka. Tom menjawab dia akan menjadi penari profesional. Tapi Pom langsung memotong,”Cukup. Jangan bicara lagi. Jika kamu diam orang tidak akan mengataimu. Suaramu sangat mengganggu.” Kemudian seorang pelayan wanita datang mengantar minuman. Ia tertarik pada Tom dan berkata Tom sangat tampan. Pelayan itu malu dan menunduk. Teung berkata,”Jika aku tampan maukah kau membuat minuman manis semanis wajahku?” Pelayan itu tidak tahu jika yang menjawab adalah Teung dan bertanya malu apakah dia harus membuatnya. Teung terus menggodanya. Saat pelayan itu mengangkat kepalanya dia marah karena mengetahui yang menggodanya adalah Teung yang tidak setampan Tom. (Teung di sini digambarkan berwajah jelek tetapi bersuara bagus berkebalikan dengan Tom).

Pom mempunyai ide. Dia mengingatkan mereka saat mereka masih kecil mereka sering bernyanyi lipsync di depan teman-teman mereka. Tom menari dan berpura-pura menyanyi dengan membuka tutup mulutnya sedangkan Teung menyanyi dibelakang Tom. (Adeganflasback saat mereka masih kecil). Pom berkata bahwa mereka ditakdirkan bersama, mereka seperti sepasang sandal, jika mereka bergabung maka akan terjadi keajaiban. Teung protes, kita tidak dapat makan keajaiban. Pom berkata lagi bahwa mereka tinggal menemukan janda kaya yang dapat dirayu dengan wajah tampan Tom dan suara bagus milik Teung dan mengambil uang milik janda tersebut. Ini bisa menjadi bisnis mereka. Tentu saja mereka ragu-ragu menerima tawaran tersebut.

Akhirnya mereka pulang. Saat melewati tangga mereka bertemu dengan dua orang gadis cantik. Teung langsung bersembunyi di belakang Tom dan menyapa mereka. Kedua gadis itu mengira bahwa yang menyapa adalah Tom. Teung/Tom berkata,” Permisi. Aku baru saja pindah. Belum punya teman. Namaku Teung. Hahaha…” (lucu banget saat Teung tiba-tiba tertawa dan Tom gelagapan karenanya). Teung/Tom meminta no telepon kedua gadis tersebut. Gadis pertama berkata bahwa ternyata Tom bisa bahasa Thai, ia pikir Tom orang Jepang. (pada kenyataannya pemeran Tom memang keturunan Thailand-Jepang). Tom berkata ia orang Thai dan memiliki thai pei (kasur). Tom bertanya apakah gadis itu mau mencoba kasurnya lalu Tom tertawa. Kedua gadis itu hanya tersenyum. Lalu Tom meminta nomor hp kedua gadis tersebut. Mereka langsung saja memberikannya kepada Tom dan berpamitan tanpa mengetahui bahwa yang berbicara selama ini adalah Teung. (gimana reaksinya ya saat mereka tau suara Tom ancur bener. Hehe..)

Setelah mereka pergi Teung langsung merebut hp Tom dan berkata,”Mereka memberimu no? Aku di sini sudah setahun. Aku bahkan belum tahu ukuran sepatu mereka.”

Sampai di kamar Tom bertanya tentang gadis yang ada di foto apakah dia pacar Teung. Teung menjawab,”Itu adikku. Namaya Tu. Dulu waktu kecil dia sangat gelap dan kurus.”
“Tu itu yang punya gigi tonggos itu?” tanya Tom sambil meniru seolah-olah giginya tonggos.
“Itu adikku bukan nenekku. Dulu giginya memang tonggos tapi setelah dipasang kawat gigi 7 kali giginya sekarang bagus,” jawab Teung sambil tertawa.
“Dia cantik sekarang,”kata Tom.
“Ya benar dia cantik sekarang. Itu tanggung jawabku yang paling besar untuk memberinya pendidikan,”kata Teung.“Dia kuliah?”.
“Ya. Di Australia. Semua keluargaku kuliah di sana.”
“Keren.”

Teung lalu memperdengarkan lagunya kepada Tom. Dia sangat bangga dan berkata bahwa ini adalah ‘masterpiece’nya dan betapa sulitnya menciptakan lagu ini. Tom mulai menari. Teung berkata bahwa ini lagu ‘slow’ mengapa Tom menari. Hari sudah mulai larut malam, mereka mulai mabuk. Teung mengajari Tom menyanyi tetapi hasilnya aneh. Teung mulai tidur. Tom masih terjaga. Dia iseng-iseng menari dan berpura-pura menyanyi dengan lagu Teung dan merekamnya lewat fasilitas video di laptop milik Teung. Tom mengirim hasil rekamannya ke internet dengan nama Tong Lee Hei. Tanpa Tom ketahui bahwa nantinya video Tom tersebut banyak dilihat orang dan banyak yang menyukainya. (mirip dengan artis-artis Indonesia yang terkenal lewat lipsingnya tetapi bedanya masyarakat Thailand nggak tahu kalau Tom itu lipsing).

Di sebuah perusahaaan rekaman bernama Double Dream (DD) seorang wanita bernama Ngeg  (pimpinan DD) bersama asistennya Salee sedang menonton gosip artis di televisi. Ternyata artis yang sedang diwawancarai itu adalah artis DD yang digosipkan akan keluar dari DD karena DD bangkrut. DD memang bangkrut dan sedang ditagih oleh debt collector.Ngeg dan Salee akan melarikan diri hari itu dari penagih hutang tetapi sebelum sampai pintu mereka melihat si penagih sudah datang sehingga mereka mengurungkan niat mereka untuk melarikan diri.

Penagih hutang, “Ngeg. Mengapa kantormu sepi sekali? Dan mengapa semua lampu dimatikan. Jangan katakan kalau kau akan menutup kantor dan melarikan diri dariku.”
Ngeg : ”Ini aturan pemerintah bahwa kita harus mematikan lampu untuk menghemat listrik. Ngomong-ngomong, mengapa kau ke sini? Jangan bilang kalau kau mau menagih hutangku.”
Penagih hutang : ”Pertama aku ingin menagih hutangmu. Tetapi sekarang lupakan itu. Aku punya hal penting yang ingin aku diskusikan denganmu. Ini sudah 3 bulan sejak anak perempuanku tidak ingin berbicara denganku. Setiap kali aku mendekatinya dia malah menjauhiku. Apa yang harus kulakukan?”
Ngeg : ”Mengapa tidak kau ajak dia ke psikiater?”
Penagih hutang : ”Sudah aku bawa ke banyak dokter spesialis. Obat tidak bekerja padanya. Bagaimanapun kerasnya aku mencoba dia tidak akan pernah menerima kebenaran bahwa…”
Ngeg memotong,”Ayahnya adalah gay? Feminin? Saat ini anak-anak sangat keras kepala. Dia hanya punya satu ayah. Kamu tidak dapat memaksanya untuk menerima jalan yang kau tempuh. Ini tidak mungkin. Dia membutuhkan sedikit waktu.”
Penagih hutang: ”Itulah mengapa aku ingin kau menjaganya. Biarkan dia membantumu bekerja untuk menjadi stylist atau semacamnya. Paling tidak dia masih punya seseorang yang mengajarinya. Sehingga dia berada di jalan yang benar. Jangan anggap ini sebagai penghinaan. Tetapi aku rela membayarnya.”
Ngeg : ”Tentu”. Ngeg melihat si penagih hutang menulis cek dan mengira cek itu bernilai 100.000.000 bath padahal hanya 1.000.000 bath. Ngeg pura-pura sungkan menerimanya sehingga si penagih hutang mengira dia memberi terlalu banyak dan akan mengurangi nilai ceknya. Tentu saja Ngeg mencegahnya dan menerima ceknya.

Di luar Tom sedang menunggu. Di sampingnya duduk seorang gadis berpenampilan gothic. Awalnya Tom agak kaget saat melihat gadis itu. Gadis bernama Kaew, anak penagih hutang tadi. Kaew tidak mempedulikannya walaupun Tom berusaha menggodanya. Kaew malah mengetuk-ngetukkan kakinya di lantai dan diikuti Tom. Tiba-tiba Tom menerima telepon dari Teung yang mengatakan dia mendapat pekerjaan untuk mereka berdua. Tom kemudian berdiri dan meninggalkan sebuah amplop di samping Kaew lalu pergi.

Ngeg, Salee dan penagih hutang itu pergi ke bawah. Kaew mengambil amplop dan menepuk pundak Salee. Salee berteriak kaget karena mengira Kaew adalah hantu. Kaew menyerahkan amplopnya dan amplop Tom. “Ini adalah karya seniku. Ini adalah gayaku,”kata Kaew. Salee membuka amplop, ia kaget melihat gambar hasil karya Kaew dan menganggap itu aneh. Tetapi Ngeg malah memuji gambarnya dan itu membuat penagih hutang senang. Tentu saja Ngeg bersikap seperti itu demi 1.000.000 bath.

Sepeninggal penagih hutang dan anaknya. Ngeg dan Salee didatangi oleh wartawan gosip. Wartawan bertanya apakah perusahaannya bangkrut. Hal ini disanggah oleh Ngeg. Wartawan itu bertanya lagi apakah tahun ini DD mengeluarkan album. Ngeg menjawab akan ada satu album dari penyanyi senior dan satu album dari penyanyi baru. Wartawan itu menantang Ngeg untuk menyanyikan satu lagu baru dari album tersebut. Ngeg mulai bernyanyi (entah lagu apa). Tetapi wartawan itu menginginkan Ngeg memutar CD. Ngeg bingung lalu dia melihat amplop dari Tom yang bertuliskan demo lagu oleh Teung. Dia lalu menginstruksikan Salee untuk memutar CD dari amplop tersebut. Setelah sedikit mendengar lagu dari Teung wartawan itu meminta lagu lain namun Ngeg mengatakan lagu lain belum siap. Wartawan itu lalu pamit pergi sambil menggerutu,”Kamu bilang tidak bangkrut tetapi kamu hanya punya satu lagu.”

Ngeg menyuruh Salee memutar lagu itu lagi. Ngeg bertanya milik siapa lagu ini. Salee menjawab bahwa ia juga tidak tahu. Salee menebak ini milik Kaew karena amplop tadi juga berasal dari Kaew.

Tom dan Teung sedang mengecet tembok (ternyata ini pekerjaan yang dimaksud Teung). Tom mengecet sambil menari. Hal ini membuat Teung marah. Ia bilang jika hari ini mereka tidak dapat menyelesaikannya mereka akan mendapat masalah. Tom menerima telepon dari Salee. Karena takut suaranya ketauan jelek Tom menyerahkan teleponnya ke Teung. Salee menawarkan kontrak untuk demo lagunya. Tom menyuruh Teung meminta uang  100.000 bath untuk akomodasi tetapi ternyata Teung meminta 200.000 bath. Awalnya Ngeg menolak tapi akhirnya setuju untuk mentransfer uang 200.000 bath.

Salee mengatakan bahwa Tom tampan seperti di CD dan dia bernyanyi sangat bagus. Tom dan Teung senang karena mengira pujian Salee ditujukan kepada mereka padahal hanya untuk Tom. Ngeg berkata senang bertemu dengan Tom dan berharap tidak ada masalah saat mereka bekerja sama. Ngeg meminta Tom berdiri. Tom dan Teung sama-sama berdiri. Ngeg berkata hanya Tom yang berdiri dan menyuruh Teung untuk duduk kembali. Mereka bingung. Teung duduk sambil menahan kecewa. Ngeg meminta pendapat Salee,”Dia OK kan?” lalu dia menyuruh Tom duduk kembali. Ngeg berdiskusi dengan Salee tentang Tom dan berencana mengontrak selama 10 tahun. (wow…10 tahun?). Sementara itu Tom dan Teung saling berbicara. Tom berkata bahwa mereka salah paham. Tom juga berkata mereka harus meminta maaf dan mengatakan hal yang sebenarnya.

Ngeg bertanya kepada Teung siapa namanya. Dia menjawab namanya Teung. Salee kaget, dia bertanya siapa sebenarnya yang bernama Teung. Teung menunjuk Tom dan Tom menunjuk Teung. Ngek bertanya lagi apakah Teung temannya Tom, sopir ataukah pembantu. (mulai dari sini nih kasihan ma karakter Teung). Teung terlihat menahan marah. Dia menjawab,”Namaku Teung. Aku yang menciptakan lagu itu.”
Salee : ”Oh..jadi nama kalian sama-sama Teung. Yang satu menciptakan lagu. Yang satu menyanyikannya. Jadi mereka ingin berbagi keuntungan 50%/50%.”
Ngeg : ”Kalian membuat kami bingung. Jadi kalian sama-sama bernama Teung?”
Tom: ”Kalian salah. Namaku Tom. Aku tidak bisa bernyanyi dan menciptakan lagu.” (lagi-lagi Teung yang ngomong sambil menutupi mulutnya alias lipsync).

Ngeg meminta Tom bergeser menjauh dari Tom dan bertanya lagi kepada Teung siapa namanya. Teung menjawab dia bernama Teung. Dia yang menciptakan dan menyanyikan lagu tersebut. Ngeg bertanya bagaimana dengan Tom. Tom menjawab dengan suara aslinya namanya Tom, dia hanya menari di video itu. Begitu mendengar suara Tom yang parau Ngeg dan Salee kaget. Bahkan sampai memecahkan gelas di meja. Ngeg tertawa terbahak-bahak sambil berkata,”Kamu bercanda? Tetapi di CD bukankah kamu yang menyanyikan lagu itu?”
Teung: ”Benar dia yang bernyanyi dalam CD. Tom teman baikku. Sejak kecil kami seringlipsync seperti ini. Dia tidak bisa bernyanyi hanya bisa menari. Di video yang kalian lihat dia hanya lipsync suaraku.”
Salee: ”Apakah kamu sakit tenggorokan? Itu tidak masalah. Setelah menjadi penyanyi itu akan sembuh dengan sendirinya. Tom menjawab itu tidak bisa sembuh suaranya memang seperti ini dari kecil.
Tom : ”Kalian jangan kecewa. Aku bisa menari. Kalian lihat di video itu aku menari. Itu disebut kungfu hip hop.”

Ngeg bertanya lagi apakah uang yang dia kirim kemarin sudah dihabiskan. Teung bilang tinggal 10.000 bath. Ngeg kaget dan tertawa lalu meletakkan pistol di meja. Tom dan Teung kaget dan tentu saja ketakutan. Salee meminta Ngeg jangan melakukan hal yang berbahaya. Ngeg berkata bukankah mereka masih punya 800.000 bath lalu keduanya tertawa. Tom dan Teung lega berarti Ngeg masih punya banyak uang sehingga mereka tidak perlu khawatir.

Tiba-tiba Salee berhenti tertawa dan berkata,”Tidak. Kita tidak mempunyai uang Nyonya. Tidak ada uang lagi. Aku menggunakannya untuk menyewa studio dan membayar komposer.” Ngeg tertawa lagi dan mengambil pistol. Semua kaget.
Salee : ”Nyonya jangan. Jangan bunuh diri.”
Ngeg : ”Aku tidak akan bunuh diri. Aku akan bunuh kalian semua.” Sambil mengarahkan pistol kepada mereka semua.
Salee: ”Nyonya jangan bunuh aku. Kita satu tim. Bunuh mereka saja.”
Ngeg: ”Tidak. Aku bunuh kamu dulu.” Tentu saja tidak terjadi Ngeg hanya melampiaskan emosinya saja.

Setelah beberapa saat Ngeg duduk di kursi sambil menghirup aromatherapy. Tom dan Teung sudah tidak ada. Tiba-tiba HP Salee berbunyi. Ternyata nada deringnya adalahTouch My Heart, lagunya Teung. Hal itu membuat Ngeg histeris. Dia menyuruh Salee mematikan HPnya. Salee kemudian mematikan HPnya sambil duduk di kursi. Ternyata Salee menduduki remote sehingga menyebabkan lagu Teung yang berada di CD diputar kembali. Ngeg histeris lagi. Salee bingung mencari remote akhirnya mencabut kabel tetapi lagu itu belum berhenti terdengar. Ngeg menekik lehernya sendiri. Salee meminta Ngeg jangan bunuh diri. Ngeg berkata bahwa lagu itu seperti mengalir dalam pembuluh darahnya. Salee berkata bahwa ini aneh karena ia juga masih mendengar lagu itu.

Ternyata Kaew yang memutar lagu itu. Salee bertanya darimana Kaew mendapat lagu itu. Kaew menjawab bahwa ia mendengar lagu itu dari internet. Kaew menunjukkan internet yang menayangkan video Tom. Kaew bilang lagu ini populer sekarang di internet.

Di jalan Tom meminta maaf pada Teung karena ia berbuat kesalahan. Teung bilang ia akan mengembalikan uang 200.000 bath. Ia berencana untuk mencicil 200 bath tiap bulan. Tom bilang apakah dia bercanda. Teung bilang ia serius. Mereka kemudian pulang tanpa tahu bahwa video Teung sudah tersebar di dunia maya. Banyak orang melihat video itu mereka menyukainya. Termasuk salah seorang gadis yang penasaran siapa yang menciptakan lagu tersebut.

Terdapat seorang wanita dan seorang pria berdiskusi tentang lagu Teung. Si wanita mengatakan lagu ini enak didengar meskipun ini lagu amatir. Si pria tidak setuju mengatakan lagu ini bukan amatir tetapi dibuat secara profesional. Mereka menebak lagu ini pasti akan diterbitkan. Tetapi perusahaan mana yang akan menerbitkan apakah DD atau Lolita. Si pria berkata bahwa sebentar lagi DD akan bangkrut.

Teung dan Tom dipanggil kembali oleh DD. Ngeg memperlihatkan koran kepada mereka yang berisi berita tentang penahanan artis yang memalsukan indentitas mereka. Salee menawarkan dua pilihan. Mereka bekerja untuk DD atau dipenjara. Teung bertanya apakah mereka bekerja untuk DD dengan cara lipsync. Salee membenarkan. Tom tidak setuju. Ini seperti dia tidak punya martabat. Ngeg memotong perkataan Tom. Ia meminta jika mereka membuat keputusan biarlah si gelap gemuk pendek yang berbicara (maksudnya Teung, kasian..) karena suara Tom yang parau (wkwk..)

Tom mulai pura-pura bicara dengan suara Teung di belakangnya (haha..saat adegan ini lucu sekali melihat mereka lipsync, mereka kelihatan kompak, Tom seperti sudah tahu apa yang akan dikatakan Teung).
Tom/Teung : ”Tidak mungkin ini adalah hal tergila yang pernah terpikirkan. Jika aku melakukannya ini berarti menipu banyak orang di negara ini. Dalam hidup kita, kita tidak pernah melakukan hal yang memalukan sebelumnya. Waa..”
Salee : ”Lalu bagaimana dengan video lipsync yang kalian buat? Bukankah itu juga menipu?”
Tom/Teung: ”Heeeeiiiiiii…..itu kecelakaan. Kita tidak bermaksud melakukannya. Ngaa!”
Ngeg: ”Haruskah kami membawa kalian ke kantor polisi?”
Tom/Teung: ”Ok. Jika kami setuju dengan rencana ini. Apa yang dapat kalian beri sebagai harga dari resiko yang kami ambil?”

Salee: ”Kami hanya menerbitkan satu album. Kami akan melakukan promosi besar-besaran. Kamu (menunjuk Tom) bernyanyi di panggung. Sedangkan kamu pria gendut gelap berbau (menunjuk Teung, kasian…) bernyanyi di belakang panggung.
Teung: ”Brengsek!” Teung berteriak mengagetkan mereka semua bahkan Tom sampai berkata,”Hei pendek. Kau seharusnya bicara dulu padaku.”
Teung: ”Dia bilang aku gelap, gendut dan berbau.”
Salee: ”Dengar! Setiap keputusan yang kalian ambil ada keuntungan dan resikonya. Kita akan berbagi keuntungan 70%/30%.”
Tom/Teung: ”Waii…Tidak mungkin. Mengapa kau tidak adil. Dimana keadilan di dunia ini? Keu membiarkan orang seperti kami menderita.” (saat adegan ini Tom sempat tidak bisa mengikuti perkataan Teung). “Kau terlalu banyak bicara daripada kami. Kita berbagi 30%/70%. Kau harus setuju. Tidak ada kompromi.”kata Teung/Tom. Ngeg tertawa : ”Sepakat. Kalian 30% kami 70%.”
Tom/Teung: ”Apa? Kalian 70% kami 30%? Tidak mungkin. Kami tidak mau.”
Ngeg: ”Penjara. Masuklah ke penjara.”
Tom: ”Mengapa kita tidak ambil 30%, pendek?”
Teung:”Parau, mengapa kamu menyerah dengan mudah?”
Tom:”Mengapa kamu tidak setuju dengan mereka? Sepakat.”
Ngeg: ”Baiklah kita sepakat. Rahasia ini hanya kita berempat saja yang tahu. Kalian mengerti?” mereka semua mengulurkan tangan tanda sepakat.

Akhirnya DD beroperasi lagi. Semua orang sibuk mempersiapkan promo. Kaew juga sibuk mendesain cover album, pamflet, stiker dll. Album telah diedarkan. Banyak orang menyambut baik. Teung dan Tom sibuk latihan menyanyi dan menari. Kaew sibuk mengukur baju Tom dan menyiapkan kostum untuk video klip. Tom sibuk syuting video klip. Banyak orang menyukai lagu tersebut menunggu konser yang akan segera diadakan. Tiket konser segera terjual habis. Di radio-radio banyak yang memutar lagu Teung dan membicarakan konser Tong Lee Hei.

Tom dan Teung sedang lelah sehabis latihan. Teung bilang mereka harus latihan lagi untuk konser besar mereka, mereka harus siap. Tom bilang ia gugup. Teung juga bilang ia lebih gugup lagi. Tom bertanya mengapa ia gugup, ia bernyanyi di belakang panggung sedangkan Tom harus bernyanyi di atas panggung. Tom juga bilang apakah Teung berpikir keributan yang terjadi jika mereka ketahuan berbohong. Teung menjawab mengapa dia menanyakan pertanyaan bodoh, tentu saja akan terjadi keributan. Jawaban Teung malah membuat Tom tambah gugup.

Hari H konser. Ngeg berdoa agar konsernya sukses. Ngeg dan Salee mengantar Teung ke dalam semacam kontainer. Di sana dia akan menyanyi. Ngeg dan Salee menyemangati Teung. Setelah masuk ke dalam Teung memakai handset. Dia menarik nafas dan berkata dia siap. Teung melihat banyak penonton bersorak-sorak. Ini membuatnya gugup. Ngeg berbicara lewat headset, ia bilang Teung jangan gugup, jangan kaget. Ia meminta Teung menyanyi seperti latihan mereka. Lagu pertama akan diputar. Tiba-tiba Teung berteriak menyapa penonton dalam bahasa Korea “Anyong Haseyoooo”. Ini membuat Tom sedikit gelagapan, Teung malah cekikikan. (wkwk..sepertinya korean wave juga menjangkiti Thailand). Salee heran bahasa apa yang dipakai Teung. Lagu pun diputar. (ini lagu lain bukan milik Teung). Teung menyanyi dengan bagus dan Tom menari dengan enerjik. Kaew melihat dari tepi panggung. Kaew juga tahu tentang rahasia mereka. Lagu pertama sukses diputar.

Tom kembali ke belakang panggung untuk menyiapkan kostum berikutnya. Dia dibantu Kaew. Saat merapikan kerah leher mereka saling bertatapan. Tom tersenyum. Kaew malah pergi. Tom ingin mengejar Kaew tetapi dia dihadang oleh salah seorang staf. Staf itu bilang ada perubahan rencana, lagu Touch My Heart milik Teung akan dinyanyikan di akhir konser.

Tibalah saatnya menyanyikan Touch My Heart. Teung melihat sudah ada teks sambutan untuk perpisahan dengan penonton tetapi ia sudah menyiapkan sambutannya sendiri.

Tom/Teung”Lagi terakhir ini kubuat begitu lama. Dan ini lagu pertama yang membuat kalian mengenal kami. Eh,…maksudku Tong Lee Hei.” Penonton pun bersorak. Lagu pun diputar. Teung terlihat bersedih tetapi dia tetap bernyanyi (saat melihat adegan ini rasanya sedih melihat Teung yang tidak bisa mengakui lagunya sendiri..). Penonton ikut bernyanyi. Semua gembira bahkan Ngeg dan Salee ikut menari. Hanya Teung yang terlihat bersedih. Ia sangat menjiwai lagunya. Teung memberikan kiss bye seolah-olah dialah yang berdiri di panggung.

Konser pun berakhir. Saat semua penonton pulang Teung berdiri di panggung dan mengambil mikrophone. Dia bergaya, menari seolah-olah ini adalah konsernya. Dia tertawa sambil menahan tangis. Tiba-tiba dia melihat ada seorang gadis berdiri di tengah-tengah gedung. Dia memanggilnya. Dia bertanya mengapa gadis itu belum pulang. Gadis itu menjawab dia belum ingin pulang. Gadis itu bertanya apakah Tong Lee Hei sudah pulang. Teung bilang dia sudah pulang. Gadis itu bertanya lagi apakah Teung petugas keamanan di sini. Teung menjawab dia manager Tom. Gadis kelihatan senang, dia bertanya siapa namanya. Teung menjawab namanya Teung Lee Hei. Gadia itu berkata namanya Eew, dialah yang menciptakan jaringan internet untuk Tong Lee Hei. “Aku penggemar sejatinya. Itulah aku. Apakah Tong Lee Hei menciptakan lagunya sendiri?” tanya Eew. Karena Teung tidak menjawab Eew melanjutkan bicara.”Kurasa siapa pun yang menciptakan lagu itu dia pasti punya imajinasi hebat dengan perspektif, sangat pribadi, mungkin buta dan juga sangat jelek. Dan juga punya kesulitan bernafas.” Teung bilang menurutnya tidak sejelek itu.
Eew melanjutkan,”Tapi aku juga merasa dia sangat lembut dan romantis.”
Teung merasa senang. Ia mengajak Eew untuk bertemu langsung dengan Tong Lee Hei sebagai ucapan terima kasih.

Seorang artis terkenal yang dulu diberitakan akan keluar dari DD bernama Lucy menerima telepon dari perusahaan lain. Dalam telepon itu diberitahukan bahwa kontraknya dibatalkan karena sekarang masyarakat menginginkan bintang pop yang bisa menulis lagunya sendiri dan memiliki wajah yang tampan seperti Tong Lee Hei. Lucy itu tetap memohon tapi telepon terputus. Dia lalu melihat berita tentang pesta yang diadakan DD di sebuah pub sebagai ucapan terima kasih kepada pers setelah konser Tong Lee Hei. Dia lalu menelepon seseorang yang bertugas merekam pesta itu.

Eew dan Teung tiba di pesta itu. Teung menawarkan minuman kepada Eew. Eew minta air putih. Tetapi Teung menawarkan alkohol yang bernama margaritu. Eew bilang kalau yang benar margarita. Haha..

Tom sedang duduk. Dia menunggu Teung. Lucy datang juga ke pesta dan membuat para tamu heboh. Ngeg dan Salee terlihat tidak suka dengan kedatangannya.

Eew beranjak pulang. Teung mencegatnya. Eew bilang sepertinya ini bukan tempatnya karena terlalu berisik. Dia pun pamit dan berkata bahwa ia masih penasaran apakah Tong Lee Hei menciptakan lagunya sendiri. “Saat aku mendengarkannya penciptanya haruslah seseorang yang….”
“Jelek punya penyakit asma, gendut, hitam,”potong Teung.
“Tidak, dia pasti romantis dan lembut. Aku bercanda. Dia pasti yang menulis lagunya sendiri. Tapi siapapun yang menulis lagu ini walaupun tidak tampan dia pasti akan terkenal. Sungguh aku percaya itu.”

Kaew datang. Dia bertanya siapa gadis itu, mengapa tidak masuk ke dalam. Teung mengenalkan Eew pada Kaew. Teung meminta Kaew untuk memberitahu Ngeg bahwa ia tidak mengikuti pesta sampai selesai karena ia lelah, lagipula pekerjaannya sudah selesai. Teung kemudian mengantar Eew pulang.

Di pesta itu tiba-tiba DJ memperkenalkan Lucy. Lalu Lucy menari dan menyanyi. Ngeg tidak suka melihatnya. Lucy menantang Lee Hei untuk berduet dengannya. Tom/Lee Hei menerima tantangan tersebut. Ngeg dan Salee kaget karena takut rahasia mereka terbongkar. Tom menari dengan lihai. Semua bersorak. Lucy bingung dan terlihat malu. DJ bilang pertarungan semakin hebat, ia meminta Tong Lee Hei menyanyi, lalu ia memutar lagu Lee Hei. Tom jelas saja bingung dan gugup. Ngeg dan Salee juga bingung. Mereka mencari Teung. Tom juga terlihat melihat sekeliling mencari Teung. Kaew melihatnya dan geleng-geleng kepala. Tom semakin bingung, Kaew mulai maju ke depan. Lucy terlihat senang dia menawarkan memeriksa mic milik Tom barangkali ada kerusakan. Lucy membisikkan sesuatu,”Kau terlihat takut. Dasar!”
Tom terpancing emosi,”Siapa yang kau ejek” (untungnya nggak pake mic tapi tetep aja terdengar). “Sialan…” belum selesai Tom berbicara Kaew sudah maju ke depan dan mencium Tom. Semua kaget termasuk Ngeg dan Salee. Kaew segera mengajak Tom pergi. Para wartawan mengejar mereka. Lucy terlihat bingung tetapi ia yakin tadi ia mendengar suara Tom yang jelek.

Kaew keluar dari sebuah toko lalu memberi minuman pada Tom.
“Apa yang kau pikirkan. Naik ke panggung begitu saja. Apa hal itu menyenangkan? Apa itu hanya untuk senang-senang? Bagaimana jika orang-orang tahu suaramu? Apakah itu sepadan? Setelah semuanya berusaha menolongmu selama beberapa bulan terakhir ini?” (mungkin Kaew berkata seperti ini terutama untuk Teung). Tom heran bagaimana Kaew tahu rahasia mereka. Kaew menjawab ia sudah tahu dari awal.

Teung sudah pulang ia terlihat senang. Ngeg menelepon Teung ia tanya dimana Teung sekarang apa sudah pulang? Apa Tom juga sudah pulang. Ngeg marah dan berkata mereka berdua tidak bertanggung jawab. Teung balik marah, dia bilang dia hanya menyanyi di belakang panggung. Tom sudah dewasa apa yang dilakukan Tom bukan urusannya. Ngeg berkata apa Teung tahu apa yang sudah dilakukan Tom. Teung bingung. Ngeg pun bercerita.

Di lain tempat Tom meminta Kaew tidak memberitahu rahasia mereka kepada orang lain. Kaew bilang kita bisa membohongi seseorang selamanya tetapi kita tidak bisa membohongi semua orang selamanya. Tom bilang ini tidak akan lama sampai semua selesai. Hujan turun. Mereka berteduh. Tiba-tiba Tom berteriak kaget yang juga membuat kaget Kaew. Ternyata Tom melihat celak mata Kaew luntur sehingga Kaew terlihat menyeramkan. (wkwkw…) Kaew lalu pergi untuk membersihkan wajahnya. Saat berkaca dia malah tertawa melihat wajahnya sendiri. Tom terpesona melihat wajah Kaew yang sudah bersih. Kaew terlihat cantik (udah g kelihatan gothic lagi). Kaew terlihat gugup dan malu.

Kaew bertanya darimana Tom belajar menari, apakah Tom yang menciptakan tarian aneh itu. Tom menjawab namanya Kungfu Hip-Hop versi II. Dia yang menciptakannya sendiri dengan menggabungkan kungfu dan hip-hop. Tom menjawab sambil memperagakannya. Dia menawarkan Kaew untuk mencoba. Awalnya Kaew menolak tapi akhirnya Tom mengajarinya. Mereka menyanyi berdua dalam hujan. Saat menari Tom bertanya mengapa Kaew menciumnya, jika dia orang lain apakah Kaew tetap menciumnya. Kaew malah balik tanya apa niat Tom bertanya seperti itu. Tom pun mengajari Kaew menari.

Paginya Tom pulang. Teung bertanya darimana Tom. Tom sambil tersenyum menjawab untuk apa Teung bertanya. Teung dengan kesal berkata apakah sekarang Tom mulai merahasiakan sesuatu darinya. Tom menjawab bukan begitu maksudnya. Teung bilang Ngeg meneleponnya dan memarahinya. Tom merasa tidak enak. Dia bilang itu kecelakaan kecil. Teung pun marah bagaimana jika orang menyadari suaranya.
”Dasar parau!”
Tom balik marah “Hai gendut. Kenapa kau ini. Kau memanggilku parau ini, parau itu. Kau bukan ayahku jangan membentakku. Jika aku punya suara bagus aku tidak akan merepotkanmu.”
Teung marah: ”Benar. Jika aku tampan aku juga tidak akan merepotkanmu. Aku punya suara bagus, aku juga bisa terkenal. Dasar parau!”
“Gendut.”
“Parau.”
“Gendut dan pendek.”
“Parau.”
“Gendut, pendek, hitam.”
Teung terdiam. “Apa yang kau lakukan?” Teung tidak bisa menjawab.
Teung: ”Orang lain mengejekku. Aku merasa kesal. Tapi kau temanku mengejekku dengan ejekan seperti itu. Sangatlah menyakitkan.” Teung menahan tangis. Tom merasa bersalah. Mereka terdiam. Tom pun pergi ke kamarnya.

Di kamarnya Tom batuk-batuk. Teung mendengarnya dia ingin memeriksa keadaan Tom tapi sungkan. “Hei..Tom. Maaf aku tidak berniat mengejekmu.” Tapi tidak ada jawaban. Teung panik.

Tom dirawat di rumah sakit. Dokter bilang Tom demam karena kehujanan. (Hah..cuma demam aja sampai dirawat di rumah sakit?). Para penggemar Tong Lee Hei menyemut di depan rumah sakit. Kaew bilang ini bagus karena banyak yang mengkhawatirkan Tom. Tom bilang mereka mengkhawatirkan Tong Lee Hei bukan dia. Kaew bilang Tom adalah setengah dari Tong Lee Hei, jika sesuatu terjadi padanya mereka akan begitu sedih.

Sambil batuk Tom bilang,”Tidak akan lama lagi semuanya akan berakhir. Sebentar lagi Tong Lee Hei akan hilang dari ingatan mereke. Dan aku..aku akan kembali pada diriku yang dulu. Dengan begitu aku tidak akan berbohong lagi.”
“Kembali pada dirimu lagi?” tanya Kaew.
“Ya. Kembali menjadi diriku yang sebenarnya,” kata Tom sambil tersenyum.
“Oh ya. Barusan aku melihat Teung. Dia terlihat menyesal,” kata Kaew.
“Itulah yang aku khawatirkan. Jika kami kembali seperti dulu masalah kami hanya pada si gendut itu.”

Saat Tom melanjutkan bicara Teung mulai mendengar. “Jika dia mengakui dia tidak tampan dan menyadari wajahnya tidak menjual dan albumnya gagal dan ditaruh di rak. Aku ragu albumnya akan terjual bahkan satu..” sampai sini Teung pergi dan tidak mendengar kalimat Tom selanjutnya sehingga terjadi kesalahpahaman.
“Tapi ada satu hal yang dia lupakan. Untuk seseorang yang berbakat seperti dia yang menulis lagu sebagus itu, kenyataannya bahwa itu dalah lagunya akan terus hidup..setara dengan beberapa orang tampan. Diriku sebagai contohnya. Untuk orang setampan aku tapi tanpa dirinya aku tidak akan pernah mewujudkan impianku dan tampil di panggung dengan teriakan penggemar seperti ini.”
“Tentu. Tuan Superstar,” kata Kaew.

Tiba-tiba Ngeg dan Salee membuka pintu. Ngeg,”Kalian berhentilah berpacaran. Kemasi barangmu dan ayo pergi sekarang! Cepat! Cepat! Aku tidak mau pers memergoki kita.” Tom memakai masker. Dia duduk di kursi roda dengan didorong Salee. Tapi mereka sudah dicegat para wartawan di luar.

Teung berjalan gontai. Dia mendengar para perawat membicarakan Tong Lee Hei yang sakit parah dan para wartawan yang sedang menunggu. Teung sadar ini akan berbahaya bagi mereka maka dia segera berlari menyusul Tom.
“Bagaimana dengan keadaan Tom?” tanya salah seorang wartawan.
“Dia baik-baik saja hanya demam,” jawab Salee.
“Bagaimana dengan ciuman di atas panggung? Apakah gadis itu pacarnya?”
“Maaf. Saat ini dia dalam keadaan tidak baik. Dia masih belum siap untuk diwawancara. Saat dia siap barulah dia bisa diwawancara,” kata Ngeg.
“Wajar saja jika seorang wanita ingin mencium Tong Lee Hei. Bukankah kalian para wanita ingin menciumnya? Tentu saja..kami mau. Mengapa kalian menanyakannya,” jelas Salee.
“Permisi..permisi. Tolong minggir!” kata wartawan yang dulu mewawancarai Ngeg. “Kami ingin Tong Lee Hei mengatakan sesuatu pada para penggemar. Tolong?”
Ngeg, Salee dan Tom bingung. “Ya..katakanlah sesuatu pada para penggemar! Dan akuilah suara Tong Lee Hei seperti suara bebek yang terkena kanker,” kata Lucy yang tiba-tiba datang.

Semua wartawan kaget mendengar pernyataan Lucy. “Dia tidak bisa menyanyi. Kau tidak akan mati dengan mengaku pada para penggemar kan?” Mereka pun mendesak Tom. Teung datang di belakang para wartawan. Dia ingin maju ke depan tetapi tidak bisa.
“Aku..aku ingin mengatakan pada kalian. Terima kasih atas dukungan kalian. Aku Tong Lee Hei mencintai kalian semua,” kata Tong Lee Hei dengan suara nyaring tidak parau. Semua kaget mendengar suaranya normal. Lalu Tom pura-pura pingsan. Ngeg, Salee dan Kaew langsung membawa Tom ke dalam. Sekarang giliran para wartawan mengerubungi Lucy meminta komentarnya. Lucy pun pingsan (yang ini gak tahu deh pura-pura apa nggak).

Di ruang pasien. Tom bertanya apakah aktingnya bagus. Semua kaget termasuk Teung karena suara Tom kembali parau. Tom bilang untuk orang yang sedang flu suaranya hebat, tidak akan ada yang tahu. Ngeg bertanya apa yang tadi sungguhan, apa yang ada di pikiran Tom. Ngeg meminta Tom menirukan ucapannya. Tom menirukannya dan suaranya tidak parau lagi. Semua kaget apalagi Tom dia mengira ini mimpi sehingga mencubit pipi Ngeg. Tom senang ia tidak bermimpi. Ngeg juga terlihat senang. Teung bingung dan sedih karena dia berpikir pasti mereka tidak membutuhkannya lagi. Dia berkata lirih,”Aku ikut senang Tom.” (sediiihh..melihat wajah Teung yang memelas).

Teung keluar dari kamar pasien. Dia bertemu dokter. Dokter mengatakan suara Tom seperti itu karena efek samping dari flu. (bagi Tom yang bersuara parau jika flu malah merdu ya. Hehe..) Teung pergi dan tidak mendengar penjelasan dokter selanjutnya bahwa ini akan terjadi mungkin hanya sekitar 2 minggu. Teung berjalan gontai dari jendela ia melihat banyak penggemar Tong Lee Hei yang sedang menunggu. Dia terlihat sedih.

 

Di rumah Tom dan Teung semua berkumpul. Salee bilang bukankah sekarang semua baik-baik saja karena selain tampan Tom juga bersuara bagus. Dia mengusulkan untuk membuat album spesial sebagai ucapan terima kasih atas dukungan penggemar. Ngeg menyetujuinya malah ingin membuat konser terima kasih. (hah..cepet amat konser lagi). Tetapi ini konser dan album terakhir. Alasannya karena mereka bisa masuk penjara karena membohongi masyarakat. Ngeg meminta Salee mencari stasiun radio yang bagus untuk wawancara Tong Lee Hei secara langsung. Ia juga meminta Teung siap karena ini pertama kalinya ia diwawancarai langsung. Salee berkata apa Teung perlu pergi juga (aah..Salee ini). Ngeg bilang hanya untuk jaga-jaga. Ngeg meminta Kaew duduk untuk membicarakan konsernya. Karena Kaew duduk otomatis Salee dan Ngek bergeser sehingga Teung yang duduk di pinggir jatuh terduduk di lantai (makin melas aja nih si Teung). Teung berdiri dan melihat Tom menyapa tetangga dengan senang. Teung tersenyum melihat tingkah Tom.

Wawancara dilakukan dengan lancar. Teung tersenyum sedih melihatnya. Penyiar bertanya apa itu lagu Tom sendiri. Tom melihat Teung meminta persetujuannya. Teung mengendikkan bahu tanda setuju. Tom pun mengiyakan. Kaew melihat Tom yang pergi dengan sedih.

Di rumah Teung melihat CD yang berisi lagu barunya dengan sedih. Dia menghembuskan nafas berat. Lalu mulai menulis surat untuk Tom.
“Untuk Tom, temanku. Lagu ini kutulis sejak kita menjadi Tong Lee Hei. Aku menulis lagu ini karena aku merasa senang bahwa kita akan mulai banyak penggemar. Jadi lagu ini kutulis untuk berterima kasih pada mereka. Apa kau ingat? Pom biasa berkata bahwa jika kita berdua tetap bersama keajaiban akan terjadi. Dan sekarang keajaiban memang terjadi. Aku senang. Terima kasih telah membuat laguku..bukan maksudku ‘lagu kita’ didengar oleh banyak orang. Semoga berhasil, Teman!”
Teung pergi naik bis umum.

Esoknya di rumah Tom. Ngeg, Salee dan Tom mendengarkan lagu baru Teung. Ngeg bilang lagu ini indah, mereka tidak perlu mencari lagu baru lagi untuk album baru. Ngeg juga bilang dia ingin semuanya menangis saat mendengar lagu ini. Ngeg baru sadar Teung tidak ada. Ngeg menyuruh Salee meneleponnya. Salee menolak katanya mereka tidak butuh Teung lagi, dia yang akan mengajari Tom bernyanyi. (aduh..Salee ini). Ngeg mengisyaratkan Salee untuk diam supaya Tom tidak sedih.

Tom sangat sedih membaca surat Teung. Kaew bertanya tak inginkah Tom menelepon Teung. Tom menjawab dia sudah melakukannya tapi Teung tidak mau menjawab. Tom menyalahkan dirinya sendiri. Kaew menghibur Tom dengan mengatakan Teung hanya sedikit kesal, saat teman saling marah mereka akan saling memaafkan dan melupakan.

Tom mulai rekaman untuk album baru. Setelah rekaman Salee menyuruh Tom istirahat. Kaew masuk studio. Dia bilang pada Tom bahwa bukankah ini sulit. Menurutnya Teung bernyanyi  dari dalam hati, sepertinya dia menulis untuk orang yang dia cintai. Jika Kaew tidak mengenal baik Tom dia bisa saja cemburu. Tom tidak bergeming. Kaew berkata lagi bukankah Tom merindukkannya maka carilah ia. Kaew berpendapat pasti Teung pergi ke tempat kenangan bersama Tom. Tom tersenyum, dia ingat. “Keajaiban! Teung,” kata Tom lalu pergi. Tapi Tom berbalik lagi dan menciup pipi Kaew,”Terima kasih. Inilah keajaibanku.”

Tom pergi ke klub milik Pom. Dia melihat Teung dan Pom menyanyi dengan gembira.  Melihat Tom mereka berdua berhenti menyanyi. Pom bilang sandal jepit kembali bersama. Sebagai penggemar Tong Lee Hei dia ingin melihat mereka berdua menyanyi. Teung dengan wajah sedih bilang bahwa micnya hanya satu jadi hanya ada 1 penyanyi. “Panggung ini dibuat hanya untukmu,”kata Teung lalu pergi. Tom memanggil Teung namun Teung tetap pergi. Pom bilang,”Jika kau mengambil satu dari sepasang sandal jepit kau tak akan bisa jalan.”

Tom mengejar Teung. Dia berkata dia tidak berniat mencuri pekerjaan Teung, apa yang dia lakukan demi mereka berdua. Bahkan dia tidak ingin menjadi Tong Lee Hei. Teung ingin memotong tapi tidak bisa.
”Aku ingin menjadi Tom yang dulu, temanmu. Tom dengan suara cempreng. Tapi semua ini terjadi begitu saja. Kita harus mengakhirinya dengan baik. Aku tahu kau merasa kecewa? Tidakkah kau tahu aku juga kecewa. Tapi yang terpenting aku ingin lagu kita..maksudku lagumu diterima. Aku ingin semua orang bisa menerima dan mencintaimu. Teung, apa kau mengerti?” kata Tom.

Mereka terdiam.
“Bahkan saat kita bicara. Kau tidak mengijinkanku bicara. Dan sekarang kau punya tempat untuk berdiri dan merasa bangga,”kata teung.
Tom mengangguk-angguk dan berkata dia mengerti sekarang. “Besok konser besarku diselenggarakan. Aku senang!” Lalu Tom pergi.

Besoknya konser berlangsung. Tom selesai menyanyikan sebuah lagu. Dia bersiap untuk lagu berikutnya. “Hari ini aku mempunyai sebuah lagu untuk kalian semua. Lagu ini ditulis teman baikku untukku. Aku selalu berpikir bahwa aku…aku..(suaranya mulai parau lagi) aku tak punya kesempatan untuk menyanyikannya untuk kalian semua. Tapi akhirnya hari itu tiba. Aku harus berterima kasih pada kalian semua. Untuk membuat semua ini mungkin bagiku. Aku dan temanku ingin mempersembahkan lagu ini pada kalian.” Semua bersorak.

Ngeg bertanya keadaan Tom. Tom menjawab dia baik-baik saja. Tom menjawab dengan suara parau. Ngeg dan Salee panik. Tom menutup mata bersiap menyanyi. Kaew juga terlihat panik. Kaew lalu berdiri di belakang Ngeg dan Salee (lagi-lagi bikin kaget hehe..). Kaew membisikkan sesuatu pada mereka.

Tom mulai menyanyi tapi ternyata yang terdengar adalah suara Teung. Ya. Teung kembali untuk menjadi sepasang sandal jepit lagi bersama Tom. Tom terlihat menahan tangis haru. Tom dan Teung saling tersenyum. Mereka bernyanyi bersama diikuti oleh para penggemar. Teung berkata pada Tom lewat headset. “Hei..ini adalah harimu. Aku tahu selam ini kau ingin menyanyi. Silahkan teman, berikanlah yang terbaik.” (waduh..aku ngetik sambil nahan tangis). Tom makin bersemangat menyanyi. Semua terlihat senang termasuk Ngeg dan Salee, Kaew dan juga Eew (penggemar Teung).

Tom dengan suara parau berkata pada Teung, “Jadi bagaimana Tuan Tong Lee Hei? Mau coba lagi.”
Teung :”Tidak. Tidak. Kumohon, ini sudah cukup Tuan Tong Lee Hei. Ini sudah cukup. Menjadi sebuah legenda. Aku rasa kita lebih dari sebuah legenda.” Tom tersenyum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s